Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sebuah Kapal Motor Tenggelam Di Pulau Lombok (Foto Ilustrasi: Pexel)
Dream - Musibah kembali terjadi di dunia pelayaran Tanah Air. Kapal Motor (KM) Multi Prima I jurusan Surabaya -Waingapu Nusa Tenggara Timur (NTT) tenggelam pada Kamis, 22 November 2018 sekitar pukul 18.00 WIT.
Kapal dengan panjang 55 metere dan lebar 11 meter itu tenggelam setelah diterjang ombak tinggi. Sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri dengan meloncat dari kapal sebelum tenggelam.
Dari jumlah ABK tersebut, baru tujuh orang yang berhasil diselamatkan petugas.
" Sementara, sisa ABK-nya hilang," kata Asnawi dilansir dari JawaPos.com, Sabtu (24/11/2018).
Musibah nahas tersebut dengan cepat bisa diketahui karena ABK masih sempat menyalakan tanda safety of life at sea (SOLAS) sebelum kapal tenggelam. Sinyal itu ditangkap oleh KM Cahaya Abadi 201 yang sedang dalam perjalanan ke Probolinggo.
Menurut Asnawi, petugas medis KKP Probolinggo dan Polres Probolinggo telah menangani 7 korban tersebut. Untuk sementara, mereka menginap di mess Stasiun Radio Pantai Probolinggo (SROP) hingga kondisi fisiknya pulih.
Asnawi menceritakan kapal tersebut berangkat dari Surabaya, sejak Selasa lalu (20 November 2018) lalu. Nahas dua hari kemudian, ombak menerjang kapal tersebut.
Dari keterangan para korban selamat, kondisi kapalnya sendiri dalam keadaan prima dan tanpa kerusakan. Kapal tersebut juga tidak menabrak karang saat kejadian.
" Nggak terbalik juga (posisi kapalnya). Tapi, mungkin karena kapal itu bermuatan pakan ternak dan bahan bangunan, jadi ya kapal tenggelam saja," tuturnya.
Berikut, daftar nama korban selamat:
1. Bob Chris Butarbutar (second Officer), 26, warga Parapat Medan.
2. Rahmat tuloh (second enginer), 27, warga Lamongan
3. Debiyallah Sastria (anak buah), 27, warga Larantuka Flores.
4. Zainal Arifin (anak buah), 21, warga Larantuka Flores
5. Benyamin Henuk (anak buah), 34, warga Larantuka Flores.
6. Aldy Hidayat (cadet engine), 18, warga Bantaeng, Makasar.
7. Haji Jamaludin (koki), 20, warga Larantuka, Flores.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya