Perampok Ketakutan dan Kabur, Korbannya Mengaku Terinfeksi Virus Corona

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 4 Februari 2020 13:48
Perampok Ketakutan dan Kabur, Korbannya Mengaku Terinfeksi Virus Corona
Korban menyebut dirinya sedang melakukan pengasingan diri.

Dream - Virus Corona 2019-NCoV yang bersumber di Wuhan, China menjadi momok masyarakat dunia. Setiap orang berusaha melidungi diri dengan mengenakan masker sampai galon air untuk mencegah paparan virus tersebut. 

Ketakutan yang sama juga dirasakan seorang perampok di Kota Pingba, Chongqing, China. Dia langsung kabur ketakukan ketika korbannya mengaku sedang terinfeksi virus corona.

Cerita itu bermula ketika pelaku yang berusia 25 tahun itu kabur dari rumahnya di Kota Pingba. Dia kabur karena bertengkar dengan keluarga.

Kehabisan uang untuk bekal hidup, pelaku memutuskan untuk merampok. Sasarannya adalah sebuah rumah milik seorang wanita di Kota Pingba. Usai berhasil masuk, setiap sudut rumah diperiksanya untuk mencari barang berharga.

Kamar tidur pemilik rumah tak luput jadi sasarannya. Kala itu wanita penghuni rumah terlihat sedang tertidur.

Nahas wanita tadi merasakan ada seseorang yang masuk ke ruangannya. Dia terbangun dan langsung berteriak melihat seorang perampok berada di kamarnya.

 

1 dari 7 halaman

Korban Mengaku Menderita Virus Corona

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung membekap mulut dan mencekik leher wanita itu. Dengan terbatah, si wanita mengatakan kalau dia sedang mengalami gejala mirip virus corona.

Tak lupa dia juga mengatakan baru mengunjungi Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

" Saya baru saja kembali dari Wuhan dan saya sudah memiliki gejala infeksi. Jadi saya tinggal di rumah dan mengasingkan diri," kata dia.

2 dari 7 halaman

Cuma Bawa Kabur Rp157 Ribu dan Ponsel

Wanita itu kemudian beberapa kali batuk. Rupanya aksi pemilik rumah itu membuat si perampok percaya. Dia ngacir takut terinfeksi virus corona.

Namun, pikiran jahatnya tetap saja ada, dia kabur dengan membawa uang 80 yuan atau Rp157 ribu dan handphone korban.

Usai kejadian wanita itu melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi. Mulanya, polisi mengalami kesulitan melacak karena pelaku menggunakan topeng ketika beraksi.

Namun, polisi menyelidiki aksen bahasa dan bentuk tubuhnya. Pelaku akhirnya ditemukan. Pelaku pun menyerah tanpa perlawanan.

(Sumber: worldofbuzz.com)

3 dari 7 halaman

Penderita Virus Corona di China Bertambah 3 Ribu Orang Dalam Sehari

Dream - Jumlah penderita virus corona di China daratan terus mengalami kenaikan. Dilaporkan Gis And Data, per Selasa, 4 Februari 2020 jumlah penderita virus corona yang bermutasi menjadi 2019-NCoV di China Daratan mencapai 20.604 orang.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding Senin, 3 Februari 2020 sebanyak 17.485 orang yang positif terjangkit virus corona. Artinya, ada 3.119 orang penderita baru dalam waktu sehari.

Situs Gis And Data juga melaporkan jumlah pasien meninggal dunia akibat virus corona ini sebanyak 427 orang. Korban meninggal paling banyak di Wuhan yakni 414 orang, kemudian di Kota Chongqing dua orang, Beijing satu orang, Shanghai satu orang, Heilongjiang dua orang, Hainan satu orang, dan Hebei satu orang.

Sementara itu, negara paling banyak yang warganya menderita vieus corona diluar China Daratan yakni Jepang. Total, ada 20 orang di Jepang menderita virus corona. Kemudian Thailang 19 orang, Singapura 18 orang, Hongkong 15 orang, Korea Selatan 15 orang, Australia 12 orang.

Negara berikutnya ada Jerman 12 orang, Amerika Serikat 11 orang, Taiwan 10 orang, Vietnam 8 orang, Prancis 6 orang, Uni Emirate Arab 5 orang, Canada 4 orang, India 3 orang, Italia 2 orang, Russia 2 orang, Filipina 2 orang, Inggris 2 orang, Nepal 1 orang, Kamboja 1 orang, Spanyol 1 orang, Finlandia 1 orang, Swedia 1 orang dan Sri Lanka 1 orang.

4 dari 7 halaman

Jumlah Korban yang Sembuh

Kemudian, Gis And Data melaporkan, dari puluhan ribu kasus itu, sudah ada 649 orang yang dilaporkan sembuh dari virus mematikan itu. Kebanyakan orang yang sembuh itu berasal dari China Daratan.

Meski demikian, ada negara lain yang juga warganya menderita virus corona dilaporkan sembuh seperti, Thailand 5 orang, Australia 2 orang, Vietman 1 orang.

5 dari 7 halaman

Ibu Pengidap Virus Corona di China Melahirkan Bayi yang Sehat

Dream - Keajaiban terjadi di China yang menjadi pusat wabah virus corona. Seorang ibu penderita virus yang bermutasi menjadi 2019-NCoV dilaporkan melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat.

Kabar melegakan di tengah kepanikan dunia akan wabah viru corona itu terjadi di rumah sakit di Harbin yang berada di Provinsi Heilongjong, China.

China Global Television Network (CGTN) mengumumkan, pada Senin 3 Februari 2020 malam waktu setempat, bayi perempuan itu negatif terjangkit virus corona.

Dalam pengumuman itu, kondisi sang ibu yang menderita virus corona dalam keadaan stabil. Meski demikian, bayi tersebut harus dipisahkan dari sang ibu untuk dilakukan observasi lebih lanjut.

Dilaporkan Yahoo News, dokter dan perawat yang membantu persalinan terlihat sangat bahagia. Hal itu tergambar dari foto-foto yang tersebut.

Meski dokter dan perawat yang membantu persalinan harus menggunakan pakaian khusus. Mereka tetap bekerja dengan baik hingga bayi dan ibunya selamat.

Hingga kini, sudah ada 426 orang di China meninggal dunia akibat virus corona. Sementara, ada dua kematian di wilayah Heilongjong, daerah bayi perempuan itu lahir.

(Sah, Sumber: Yahoo News)

6 dari 7 halaman

Kelelawar di Indonesia Mengandung Virus Corona, Ini Sebarannya

Dream - Wabah virus corona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Diduga, penyebab virus corona di Wuhan yaitu dari kelelawar. Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono mengatakan, kelelawar yang ada di Indonesia juga mengandung virus corona.

" Kelelawar yang kami dapatkan ada (virus corona), kita kan dari wilayah barat sampai Indonesia timur meski tidak setiap kota, kita pilih Bukittinggi, di Bogor Panjalu, Ciamis sampai Manado," ujar Agus saat berbincang dengan Dream, Senin, 3 Januari 2020.

Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama atau tidak dengan yang di Wuhan. Hal itu, kata dia, perlu ada penelitian lebih lanjut.

" Sekarang yang dikhawatirkan dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain," ucap ahli yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini. 

 

7 dari 7 halaman

Cara Menghindarinya: Jangan Memakan Buah

Dream - Wabah virus corona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Diduga, penyebab virus corona di Wuhan yaitu dari kelelawar. Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono mengatakan, kelelawar yang ada di Indonesia juga mengandung virus corona.

" Kelelawar yang kami dapatkan ada (virus corona), kita kan dari wilayah barat sampai Indonesia timur meski tidak setiap kota, kita pilih Bukittinggi, di Bogor Panjalu, Ciamis sampai Manado," ujar Agus saat berbincang dengan Dream, Senin, 3 Januari 2020.

Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama atau tidak dengan yang di Wuhan. Hal itu, kata dia, perlu ada penelitian lebih lanjut.

" Sekarang yang dikhawatirkan dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain," ucap ahli yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini. 

 

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'