Doa Memohon Anugerah Ilmu dan Rezeki Bermanfaat

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 31 Juli 2019 06:00
Doa Memohon Anugerah Ilmu dan Rezeki Bermanfaat
Ilmu dan rezeki, dua hal yang berperan besar dalam kehidupan.

Dream - Meraih keberkahan merupakan tujuan orang beriman dalam menjalani hidup. Dengan berkah, hidup terasa mudah dan ringan.

Keberkahan tidak semata datang sendiri. Setiap orang harus berusaha sehingga meraihnya. Terdapat tiga komponen yang sarat berkah, yaitu ilmu bermanfaat, amal diterima, serta rezeki baik.

Ilmu perlu dipraktikkan agar bermanfaat dan melahirkan amalan baik yang diterima. Lalu, rezeki yang baik membuat hidup penuh berkah.

Untuk memohon ketiganya, dianjurkan membaca doa Rasulullah Muhammad SAW. Doa ini sering dibaca Rasulullah sewaktu pagi.

1 dari 5 halaman

Doa Mohon Ilmu dan Rezeki

Doa Mohon Ilmu dan Rezeki© dream.co.id

Allahumma inni as aluka 'ilman nafi'an wa 'amalan mutaqabbalan wa rizqan thoyyiban.

Artinya,

" Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan rezeki yang baik."

2 dari 5 halaman

Doa Berlindung dari Kejahatan Fitnah dan Hawa Nafsu

Dream - Fitnah dan hawa nafsu, dua bahaya yang selalu mengintai kehidupan kita. Dampak yang ditimbulkan juga sangat besar.

Fitnah dapat menghancurkan harga diri seseorang. Meskipun orang yang difitnah tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan.

Sedangkan hawa nafsu dapat menjerumuskan seseorang pada kehinaan. Segala perilaku buruk, terutama maksiat, bisa terjadi akibat seseorang dikendalikan nafsunya.

Bahkan yang lebih berbahaya, nafsu bisa mengarahkan pada banyak sekali kejahatan. Sehingga, umat Islam sebisa mungkin menghindar dari segala kejahatan yang ditimbulkan fitnah dan hawa nafsu.

Untuk terhindar dari bahaya kejahatan fitnah dan hawa nafsu, dianjurkan membaca doa yang diabadikan dalam Surat Yusuf ayat 33.

3 dari 5 halaman

Doa Berlindung dari Fitnah dan Hawa Nafsu

Doa berlindung dari fitnah© dream.co.id

Rabbis sijnu ahabbu ilayya mimma yadh'unani ilaihi. Wa illa tashrif anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun minal jahilin.

Artinya,

" Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh."

4 dari 5 halaman

Doa Rasulullah Untuk Orang Kesulitan Bayar Utang

Dream - Tidak semua orang memiliki rezeki yang cukup. Kadang, sebagian dari mereka terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhannya.

Utang memang halal dalam Islam. Tetapi, ada peringatan utang harus dilunasi kapanpun, bahkan sangat dianjurkan secepatnya jika sudah dalam keadaan mampu.

Sayangnya, rezeki datang tanpa bisa dipastikan. Ada orang yang sudah punya pendapatan namun tidak dapat memenuhi kebutuhannya apalagi melunasi utangnya.

Orang yang kesulitan membayar utang merasakan beban yang bertumpuk. Bahkan ada yang sampai malu lantaran tidak sanggup membayar utangnya.

Meski sudah berusaha, rezeki belum juga didapat. Sementara utang menuntut untuk segera dibayarkan.

Ketika menghadapi kesulitan, Rasulullah mengajarkan sebuah doa yang bisa dibaca agar bisa membayar utang.

 

5 dari 5 halaman

Doa Saat Kesulitan Bayar Utang

Doa Kesulitan Bayar Utang© dream.co.id

Allahumaqdif fi qalbi rajaka, waqta' rajai 'an man siwaka hatta la arju ahadan ghairaka. Allahumma wa ma dla'afat 'anhu quwwati, wa qashara 'anhu 'amali, wa lam tantahi ilaihi raghbati, wa lam tablughhu masalati, wa lam yajri 'ala lisani mimma a'thoita ahadan minal awwalina wal akhirina minal yaqini, fakhushshini bihi ya rabbal 'alamin.

Artinya,

" Ya Allah, tanamkan di dalam hatiku harapan-Mu, putuskan harapanku kepada selain-Mu sehingga aku tidak pernah lagi berharap kepada selain-Mu. Ya Allah, tanamkan di dalam hatiku sesuatu yang membuat kekuatanku menjadi lemah, sesuatu yang membuat usahaku sia-sia, keinginan yang tidak tersampaikan padanya, persoalan yang tidak mampu aku menanggungnya, dan tidak pernah terlontar dari lidahku keyakinan yang Engkau berikan kepada orang-orang terdahulu dan belakangan. Berikanlah itu kepadaku, wahai Tuhan semesta alam.”

Beri Komentar