Dosen UIN Meninggal Usai Baca Basmalah Saat Mengajar

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 3 Maret 2016 19:29
Dosen UIN Meninggal Usai Baca Basmalah Saat Mengajar
Setelah baca basmalah, kepala beliau tertunduk dalam kondisi duduk seperti tertidur.

Dream - Dahlan Bisri, dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, meninggal dunia saat hendak menyampaikan materi kuliah, Kamis 3 Maret 2016.

Menurut keterangan Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UINSA, Ach Sahid, saat kejadian, Dahlan akan mengajar di kelas mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga.

Dahlan kemudian masuk kelas sekitar pukul 09.30 WIB. Dan duduk di kursi depan.

Seperti biasanya, ia menyapa mahasiswa lalu mengucapkan salam. Dahlan lantas membaca kalimat basmalah untuk membuka materi mata kuliah.

" Setelah baca basmalah, kepala beliau tertunduk dalam kondisi duduk seperti tertidur," kata Sahid.

Mahasiswa sempat heran karena sang dosen tak segera menyampaikan mata kuliah. Mereka kemudian memberitahukan kejadian ini ke dosen lain.

Saat diperiksa, ternyata Dahlan sudah meninggal dunia. Ulasan selengkapnya klik di sini. 

(Ism) 

1 dari 5 halaman

Balita Ini Meninggal Usai Membaca Surat An-Naba

Dream - Balita usia 3,5 tahun, Sarah Haya Nadaul Matin, meninggal dunia usai menyetor hapalan Surat An-Naba kepada ayah ibunya. Sebelumnya, Sarah mengalami kejang mendadak saat mengaji dengan orang tuanya.

Orang tua Sarah, Agus Jamaluddin dan Dhimasy segera membawanya ke rumah sakit. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan dan menyatakan Sarah mengalami kerusakan selaput otak dan lambungnya mengalami pendarahan.

Sarah sempat mengalami koma selama tiga hari. Saat tersadar, ia pun segera memanggil sang ibu dan mengucapkan beberapa ayat dalam surat An-Naba. Ia sanggup membaca sampai 12 ayat, sebelum kemudian menghembuskan napas terakhir.

Untuk mengetahui kisah Sarah, selengkapnya lihat pada tautan ini.

 

 Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

2 dari 5 halaman

Kader PKS Meninggal Usai Setor Hafalan Alquran

Dream - Salah satu anggota komunitas One Day One Juz (ODOJ) 394 bernama Imam Yugo Santoso meninggal dunia, Selasa malam 3 Maret 2015, sekitar pukul 23.00 WIB.

Sebelum ajal menjemput, Imam Yugo sempat mengikuti hafalan Alquran dalam Forum Halaqah di Karonsih, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut keterangan keluarga dan kerabat, Iman sempat sandaran usai mengikuti kegiatan menghafal Alquran. Sahabatnya mengira ia tidur, tapi setelah dibangunin Iman tidak sadar. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal.

Dalam komunitas ODOJ 394, Imam termasuk anggota yang aktif. Bahkan sore hari sebelum wafatnya, Imam masih melaporkan bahwa sudah Kholas (tuntas) menyetor hafalan Alquran 1 Juz.

 Kader PKS Meninggal Usai Setor Hafalan Alquran

Alumni Teknik Mesin Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2004 ini adalah kader terbaik Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia menjabat sebagai Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Ngaliyan.

(Ism, Sumber: pksjateng.or.id)

3 dari 5 halaman

Jamaah Haji Ini Meninggal Usai Berdoa Ingin Wafat di Mekah

Dream - Seorang gadis berusia 25 tahun asal Arab Saudi meninggal di Mekah saat melakukan ibadah haji. Gadis itu menghembuskan napas terakhir selang satu jam setelah memberi tahu sang ayah melalui pesan singkat tentang keinginannya meninggal di Mekah.

Menurut sang ayah, Ahmed Al Malki, putrinya hampir menyelesaikan seluruh rangkaian ritual haji saat mengirim pesan tersebut. Dalam pesan yang diterima Al Malki itu, sang putri mengatakan telah berdoa kepada Tuhan agar meninggal pada 'hari yang dirahmati' itu.

" Dia mengirim pesan kepada saya satu jam sebelum dia meninggal," kata Al Malki sebagaimana dikutip Dream dari laman Emirates 24l7, Sabtu 11 Oktober 2014.

" Dia memberitahu saya bahwa dia dilahirkan selama hari yang dirahmati dan berdoa kepada Tuhan bahwa dia [ingin] meninggal pada hari itu," tambah Al Mulki.

Karena sang putri telah menginginkan kematiannya saat berhaji itu, maka Al Malki pun menerimanya. " Orang-orang datang menyatakan bela sungkawa, tapi saya mengatakan kepada mereka saya tidak akan menerimanya," kata dia.

" Saya memberi tahu mereka untuk memberi selamat kepada saya untuk akhir yang dirahmati dan berdoa kepada Tuhan agar anak saya diizinkan memasuki surga-Nya," ujar Al Malki. Namun, pria yang tinggal di Taif ini tak menyebutkan bagaimana putrinya meninggal.

4 dari 5 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah Banci di Priok

Dream - Kisah nyata ini terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rahmat namanya. Ssalah satu pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Tabung Amanah Umat (TAmU) yang berkantor di kawasan Bekasi.

Lembaga yang dia kelola itu membuka jasa pemuliasaraan jenazah muslim, gratis. Sebagai seorang pengurus LAZ yang juga menjadi petugas perawatan jenazah, Rahmat banyak memiliki pengalaman.

Satu pengalaman yang membuat dia merasa begitu prihatin adalah tatkala memandikan jenazah seorang banci.

Kisah ini terjadi sekitar lima tahun yang. Waktu itu, Rahmat mendapat telepon dari seseorang yang meminta bantuan memandikan jenazah di kawasan Priok. Orang itu mengaku mendapat nomor telepon Rahmat dari siaran sebuah radio.

" Waktu itu ada tetangganya yang menelepon dan meminta bantuan," ujar Rahmat saat berbincang dengan Dream, Kamis, 18 Februari 2016.

Mendapat kabar itu, Rahmat segera meluncur ke lokasi. Dia sama sekali tidak menaruh curiga tentang siapa sebenarnya sosok jenazah yang akan dia urus.

" Awalnya saya tidak diberitahu. Jadi ke sana dengan asumsi membantu orang yang tidak mampu. Barangkali tidak bisa membayar jasa pemandian," kata dia.

Sesampai di lokasi, Rahmat tetap tidak merasa curiga. Dia hanya mendapat informasi para pengurus masjid dan musala di sekitar lokasi, tidak ada yang mau mengurus jenazah. Mungkin saja, lantaran sudah tahu kebiasaan orang itu semasa hidup.

" Saya lalu kaget, kok yang datang kayak orang-orang salon semua," kata dia.

Tapi, Rahmat berusaha berbaik sangka jenazah adalah sosok pria normal. Dia yang kala itu dibantu oleh seorang sopir, kemudian masuk ke rumah duka dan akan menangani jenazah.

" Pas itu saya dikasih tahu kalau jenazah itu adalah banci," kata dia. Rahmat sempat mengalami kebingungan....

5 dari 5 halaman

Heboh Sopir Salat di Dalam Bak Truk

Dream - Sopir mungkin merupakan pekerjaan cukup berat dan butuh ketrampilan tinggi. Terlebih untuk mengendalikan truk ukuran besar sejenis Fuso.

Kesibukan pada pekerjaan bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban mendirikan salat. Karena lewat salat seorang Muslim berkomunikasi dengan sang Pemberi Rezeki, Allah SWT.

Hal ini disadari oleh seorang sopir truk. Meski pekerjaan yang dia lakukan begitu berat, dia sama sekali tidak meninggalkan salat.

Sopir itu tertangkap kamera tengah mendirikan salat. Tidak di masjid atau mushola, sopir itu salat di dalam bak truk besarnya.  Foto itu diunggah pengelola akun Facebook Suara Madinah, kiriman dari Andri Budi.

" Pekerjaan anda bukan alasan untuk tidak ingat pemberi Rizki anda. Seorang bapak yang mengais rezeki untuk keluarganya tidak lupa salat sebagai tiang agamanya walau pekerjaan menuntutnya. Semoga Allah memanjangkan Rezeki beliau dan orang orang yang semisal beliau,"  tulis pengelola akun.

Foto itu diunggah pada Kamis, 18 Februari 2016 pukul 14.34 WIB. Hingga saat ini, foto tersebut telah disebar sebanyak 1.172 kali dan mendapat 2.765 likes.

Selain itu, foto itu juga mendapat cukup banyak komentar. Salah satunya dari pemilik akun Ade Wijaya.

" Masya Allah, sungguh pemandangan langka, semoga Allah mengokohkan hatinya itu sopir dan kita kita di jalan agamaNya yang lurus sampai ajal menjemput,"  tulis pemilik akun.

Komentar lain berasal dari pemilik akun Chairil Anwar. " Smg Allah SWT bukakan pintu keberkahan dari rezekinya....Aamiin yra..."  tulis pemilik akun. (Ism) 

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary