(Foto: Ohbulan.com)
Dream - Tugas seorang perawat tidak hanya merawat pasien yang masih hidup. Mereka juga bertanggung jawab membersihkan tubuh pasien yang sudah meninggal dunia.
Perawat akan membersihkan tubuh pasien yang sudah meninggal dunia sebelum diserahkan ke bagian kamar mayat.
Seorang perawat di Malaysia bernama Bel Nawhen membagikan pengalaman melakukan prosedur tersebut pada pasien di rumah sakit tempatnya bekerja.
Macam-macam situasi yang pernah dihadapinya. Sebagian besar adalah pengalaman yang menyeramkan dan mendirikan bulu roma.
Apa saja pengalaman Nawhen saat membersihkan jenazah? Simak berikut ini.
© Dream
Bagaimana rasanya membersihkan jenazah pasien? Dulu, hal-hal seperti ini selalu saya hindari. Karena banyak mitos yang mengiringinya.
Ada yang bilang roh pasien yang meninggal akan ikut pulang ke rumah. Belum lagi jika tubuh pasien tak diterima oleh Bumi, katanya siang-malam akan ganggu kita. Tapi semua itu sekarang sudah tidak aku percaya lagi.
Sebenarnya banyak kejadian ketika sedang membersihkan jenazah pasien. Pernah, ketika sedang membersihkan tubuh pasien dan membalik tubuhnya untuk memakaikan pakaian yang diberikan keluarganya, jenazah itu memuntahkan cairan pekat warna kuning kehijauan.
Kaget bukan kepalang saat itu. Rasanya ingin menangis saja karena aura seram mulai datang menjelma. Dalam kepala muncul pikiran macam-macam seperti 'Mungkinkah dia hidup lagi?'
Padahal itu hanya sisa-sisa dalam perutnya saja karena saya memiringkannya ke kiri dan ke kanan, kemudian mendudukkannya untuk diberi pakaian.
© Dream
Ada juga pengalaman ketika najis tidak henti-hentinya keluar dari dubur jenazah. Mau tidak mau, harus disumbat kapas.
Yang paling tidak enak, saat melakukan prosedur ini, ada anggota keluarga masuk ke dalam ruangan sambil merekam pakai ponsel.
Alasannya ingin merekam cara kami 'memuliakan' jenazah. Siapa tahu ada yang salah atau merusak kulit jenazah.
Prosedur dengan istilah last procedure (LO) ini merupakan satu prosedur di mana kami membersihkan tubuh pasien yang telah meninggal dan menanggalkan/mencabut segala tabung dan apa saja yang dipasang pada pasien saat hidupnya di bangsal (yang nampak pada mata kasar).
Ini merupakan satu penghormatan terakhir kepada jenazah. Tujuannya adalah untuk memastikan segala luka/kotoran dibersihkan. Tubuh yang meninggal akan dipakaikan/disarungkan dengan pakaian rumah sakit atau pakaian yang diberikan oleh anggota keluarga, seperti:
1) Baju - Sebaiknya baju yang punya kancing depan agar memudahkan proses pemakaian karena memiringkan tubuh akan 'mengurangi' kesakitannya.
2) Kain batik/sarung. Sebaiknya tidak diberikan celana. Tubuh jenazah akan dibungkus dengan seprai putih rumah sakit. Beberapa area tubuh akan diikat untuk menghindari kesulitan dalam mengurus jenazah itu di kamar mayat, seperti mengikat dua ibu jari kaki, mengikat bawah dagu ke belakang telinga untuk menutup mulut, mengikat pergelangan tangan ketika disedekapkan. Jika ada lubang besar yang terlihat pandangan seperti lubang bekas tabung mesin penyangga hidup, maka akan diberi jahitan untuk menutup lubang itu.
© Dream
Setelah semuanya beres, barulah jenazah diserahkan ke bagian kamar mayat untuk diurus menurut agama atau keyakinan masing-masing.
Seperti juga kepada pasien yang masih hidup, kami juga diajarkan untuk meminta maaf dan memohon izin jika harus menyentuh bagian-bagian tubuh yang sifatnya pribadi atau saat memiringkan tubuhnya.
Itu karena roh mereka melihat apa yang kita lakukan pada jasadnya. Seperti sebuah hadis berikut yang berbunyi, " Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu karena Allah, supaya melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan. Sebab pada saat ini aku baru saja beristirahat setelah diseret malaikat maut.."
Dari Abu Sa'id al-Khudri r.a, Rasulullah bersabda, " Apabila kamu melihat jenazah, maka berdirilah! Siapa pun yang ikut mengantarnya ke kuburan, jangan duduk sampai jenazah itu diletakkan." (HR Muslim)
(Sumber: ohbulan.com)
Advertisement
Fenomena “Forever Layoff” Meningkat, Gelombang PHK Kecil tapi Rutin Menghantui Tahun 2026

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur


WhatsApp Bakal Luncurkan Fitur Chat Lintas Aplikasi, Pengguna Eropa dapat Giliran Pertama

Sadari Damkar Lebih Dipercaya Publik untuk Urusan Darurat, Kapolri Mau Sempurnakan Hotline 110


5 Destinasi Wisata di Palangkaraya yang Wajib Masuk Daftar Wishlist

Paniki, Kuliner Ekstrem Khas Sulawesi Utara dari Daging Kelelawar

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Fenomena “Forever Layoff” Meningkat, Gelombang PHK Kecil tapi Rutin Menghantui Tahun 2026

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar