Pamit Naik Haji, Ternyata Menginap di Rumah Pacar

Reporter : Eko Huda S
Senin, 12 Oktober 2015 11:35
Pamit Naik Haji, Ternyata Menginap di Rumah Pacar
Banyak muslim berkorban untuk naik haji. Namun pemuda ini malah menyia-nyiakannya. Dia menipu keluarga dengan alasan berhaji, namun ternyata menginap di rumah pacarnya.

Dream - Menunaikan ibadah haji menjadi dambaan setiap muslim di muka Bumi. Kesungguhan niat dan berbagai pengorbanan dilakukan. Bahkan di Indonesia, harus mengantre belasan tahun untuk melaksanakan rukun Islam ke lima itu.

Namun ternyata, ada juga yang menyia-nyiakan kesempatan. Saat yang lain harus berjuang untuk bisa naik haji, seorang pemuda asal Kuwait malah membuang-buang kesempatan itu. Menjadikan momen itu sebagai alasan untuk menipu keluarganya.

Tak disebutkan identitas pemuda itu. Yang jelas, kelakuannya tak pantas ditiru. Kepada keluarga, pemuda ini berpamitan pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Tapi ternyata dia tak ke Saudi. Melainkan malah pergi ke Marakesh, Maroko, mengunjungi sang pacar.

Untung saja sang pacar tahu aksi tipu pemuda itu, setelah mendengar percakapan telepon sang pemuda dengan teman-temannya. Sang pacar menjadi yakin bahwa pemuda itu berbohong kepada sang ayah.

Perempuan itu kemudian menunggu kekasihnya tertidur. Setelah itu memotonya. Sang pacar kemudian mengirim gambar hasil jepretan kamera telepon tersebut ke ayah pemuda itu.

“ Dia memberi tahu ayah pemuda itu bahwa putranya berbohong kepadanya,” demikian tulis surat kabar Sada, sebagaimana dikutip Dream dari Emirates 24/7, Senin 12 Oktober 2015.

Mendapat kiriman gambar itu, sang ayah terkejut. Ternyata sang putra menipunya mentah-mentah. Sudah begitu, yang dipakai alasan untuk menipu adalah berhaji. Sungguh kelakuan tak terpuji! (Ism) 

1 dari 5 halaman

Doa di Depan Kabah, Suami Paksa Istri `Amini` Istri Baru

Doa di Depan Kabah, Suami Paksa Istri `Amini` Istri Baru

Dream - Seorang jemaah yang sedang menunaikan ibadah umrah bersama istrinya tertangkap kamera berdoa agar diberi istri baru yang cantik.

Lucunya lagi, pria tersebut memaksa istrinya untuk ikut mengucapkan `Amin` sebagai tanda setuju dengan doa suaminya.

Ulah aneh ini terekam dalam video yang diunggah di Youtube oleh sebuah harian di Arab Saudi.

Dalam video, pria itu memohon kepada Allah agar bisa menikah dengan seorang wanita yang cantik. Pria tersebut juga memaksa istrinya agar mengucapkan Amin.

Merasa enggan, wanita itu mengucapkan kata Amin secara pelan. Tidak puas, pria itu memaksa agar istrinya mengulang kata Amin dengan keras.

Harian Saudi tersebut tidak menyebutkan identitas pria dan istrinya atau waktu kejadian saat video ini direkam. (Ism)

 

2 dari 5 halaman

Baru Usai Ijab, Wanita Ini Langsung Diceraikan

Baru Usai Ijab, Wanita Ini Langsung Diceraikan

Dream - Berbagai alasan tak masuk akal dan aneh kerap menjadi sumber perceraian di berbagai dunia. Kasus perceraian ini sungguh di luar dugaan banyak orang.

Salah satunya setelah ijab pernikahan, suami langsung menceraikan wanita yang baru saja ia nikahi kurang dari setengah jam lalu. Ingin tahu kisah-kisah lainnya yang tak kalah mengejutkan? simak halaman berikutnya! Baru Usai Ijab Kabul, Wanita Langsung Diceraikan. (Ism) 

 

3 dari 5 halaman

Susah Lepas Baju, Istri Gugat Cerai Suami

Susah Lepas Baju, Istri Gugat Cerai Suami

Dream - Seorang pengantin wanita di Inggris menuntut cerai setelah dipukuli oleh suaminya saat menghabiskan malam pertama.

Pemicunya, si pengantin pria kesulitan melepas baju pengantin wanita.

Tragisnya, pengantin wanita bernama Amy Dawson tersebut selama ini tidak tahu betapa pemarahnya pria yang baru saja dinikahinya itu.

Menurut Daily Mail dikutip Dream.co.id, Selasa 17 Februari 2015, kisah ini bermula saat Amy, 22 tahun, dan suaminya, Gavin Golightly, hendak menghabiskan malam pertama mereka.

Tak diduga, baju yang dikenakan Amy ternyata tersangkut dan susah dilepaskan. Melihat itu, Golightly yang sudah tak sabar menjadi emosional.

Pria 29 tahun itu kemudian mendorong Amy ke lantai dan memukulinya sampai babak belur.

Akibat tinju malam pertama tersebut, Amy menderita luka di bagian pelipis serta memar di wajah dan leher.

Setelah diamankan pihak berwajib, Golightly mengaku bersalah telah menyerang istrinya. Namun dia terhindar dari hukuman penjara.

Kendati demikian, Amy tidak akan memberi Golightly kesempatan untuk kedua kalinya karena ia akan menceraikan suaminya itu secepatnya.

Sementara dalam keterangannya kepada polisi, Golightly, dari Sunderland, mengaku bahwa dia terpengaruh narkoba saat malam pertama dan tidak ingat telah menyerang istrinya.

4 dari 5 halaman

Haji Kesasar

Haji Kesasar

Dream - Seorang calon haji asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Nawawi Sahri Abas, tersesat saat melakukan umrah di Masjidil Haram, Mekah. Dengan kebingungan, pria berusia 52 tahun itu berjalan kaki hingga sejauh tiga kilometer tanpa arah dan tujuan.

Menurut laman Kementerian Agama, peristiwa itu terjadi pada Jumat 19 September 2014. Saat itu, Nawawi melakukan umrah bersama rombongannya. Mereka melakukan tawaf dipimpin oleh ketua rombongan. Namun, saat masuk putaran ke lima, dia terpisah dari rombongan.

Di tengah lautan manusia itu, Nawawi pun mencari-cari kawan-kawan serombongan. Namun tak bertemu. Dalam keadaan bingung, dia keluar area Masjidil Haram. Dia terus mencari rombongannya, tetapi tetap tidak menemukan satu orang pun jamaah yang dikenalnya. Semua orang yang ditemui di luar Masjidil Haram berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris.

Dalam kondisi panik, Nawawi berjalan kaki sekitar tiga kilometer ke arah yang tidak diketahui. Sampai akhirnya bertemu taksi, dia minta diantarkan ke hotel tempat dia tinggal. Celakanya, dia tak tahu nama hotel maupun alamatnya.

Karena tak kunjung menemukan hotel tempatnya menginap, Nawawi menjadi frustasi. Taksi yang dia tumpangi hanya berputar-putar, karena memang tak tahu harus mengantar Nawawi ke mana. Sampai akhirnya Nawawi memutuskan ingin pulang ke Indonesia.

Karena penumpangnya ingin kembali ke negara asalnya, sopir taksi yang turut bingung itu mengantarkannya ke Jeddah dengan tujuan ke bandara. Namun sayang, karena tidak mempunyai id-card atau pengenal bandara, taksi itu tidak bisa masuk ke bandara. Oleh sang sopir, Nawawi diturunkan di Hotel Badar, Jeddah, sampai kemudian diamankan oleh polisi.

Nawawi kemudian dijemput oleh petugas kantor Teknis Urusan Haji (TUH) Jeddah. Dia ditangani oleh Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Kolonel Achmad Riad didamping Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Abu Haris Mutohar.

Ketika ditanya tentang banyak hal masih terlihat linglung dan tidak banyak menjawab pertanyaan, karena ternyata tidak paham bahasa Indonesia, hanya menguasai bahasa Banjar.

Saat ditanya soal biaya taksi, Nawawi mengaku telah memberi tiga lembar uang riyal Arab Saudi (SAR) ke sang sopir. Uang itu merupakan living cost atau pengganti biaya hidup selama di Mekah. Tiga lembar uang yang diberikan jumlahnya 1.500 SAR atau setara dengan Rp 4.950.000,00. Beruntung dia masih menyimpan uang rupiah sebesar Rp 8 juta dalam goodie bagyang ditenteng.

Setelah mendapat kejelasan nama sektor dan hotel tempat tinggalnya di Mekah, Achmad Riad dan Abu Haris langsung mengantarkan Nawawi menuju Mekah untuk diserahkan kepada ketua rombongannya.

Banyak kisah yang dialami warga Indonesia di Tanah Suci. Ada kisah yang menginspirasi dan peristiwa tak terpuji. Ini beberapa diantaranya: (Ism)

5 dari 5 halaman

Haji Mansa Musa, Orang Terkaya Sepanjang Sejarah

Haji Mansa Musa, Orang Terkaya Sepanjang Sejarah

Dream - Sejarah mencatat, Afrika bagian barat, Mesir, hingga Saudi Arabia pernah mengalami inflasi parah pada abad ke 14. Harga-harga barang melonjak sementara harga emas jatuh di harga paling rendah. Kondisi ini berlarut selama hampir 20 tahun. Apa sebabnya?

Penyebab krisis itu ternyata rombongan karavan Raja Mansa Musa dari Mali di Afrika Barat yang hendak menunaikan ibadah haji. Apa hubungannya ?

Begini kejadiannya. Pada 1324, Raja Mansa berangkat dari Mali menuju tanah suci Mekah. Saat itu Mali dikenal sebagai kerajaan yang teramat sangat kaya karena menjadi penghasil emas terbesar dunia. Tak heran jika rombongan calon haji itu menjadi arak-arakan besar dan mewah. Rombongan itu jumlahnya tak kurang dari 60 ribu lelaki, 12 ribu diantaranya para pelayan.

Setiap pelayan sekurangnya membawa dua kilogram emas batangan, baju sutra bertahta emas, ribuan kuda, dan berkoli-koli perbekalan. Di dalam rombongan juga terdapat 100 ekor unta yang masing-masing memanggul sekurangnya 100 kilogram emas. Sehingga rombongan haji itu setidaknya membawa bekal 34 ton emas batangan.

Perjalanan yang memakan waktu hampir satu tahun itu tentu saja membutuhkan perawatan dan belanja yang cukup besar. Sang Raja sendiri dikenal sangat dermawan. Di setiap tempat yang dilewati, mereka tak sungkan-sungkan membayar menggunakan emas dengan nilai yang lebih besar dari harga barang. Mungkin sekalian sedekah dan beramal.

Saat rombongan sampai di Kairo, Mesir, mereka berkemah selama tiga hari di dekat kompleks piramida. Saat itu Raja Mali memberikan hadiah 50 ribu dinar emas kepada Sultan Mesir, Mamluk Al-Nasir Muhammad. Setiap wilayah yang dilewati rombongan menikmati hujan emas yang berlimpah. Mereka menerima rombongan dengan sajian terhebat, pelayanan nomer wahid, dan jaminan keamanan yang terbaik.

Kisah perjalanan haji Raja Mansa Musa ini bukanlah hikayat semata. Hampir semua sastrawan di sepanjang wilayah yang dilewati rombongan, menulis dengan akurasi yang nyaris serupa.

David Tschanz, dalam esainya Lion of Mali: The Hajj of Mansa Musa edisi Mei 2012, menulis, Musa tak hanya memberikan emasnya ke kota-kota yang ia singgahi, termasuk Kairo dan Madinah, tetapi juga menukarnya dengan souvenir. Ia dilaporkan juga membangun sebuah masjid setiap hari Jumat.

Meski pundi-pundi emas Musa terus dibagikan saat berhaji, sumur rejekinya tak pernah kering. Maklum raja muslim itu menguasai tambang emas dan menguasai rute trans Sahara.

Namun apa yang terjadi kemudian? Setelah berlalunya rombongan, nilai emas langsung anjlok. Karena emas yang beredar berlimpah yang terjadi bukan orang berburu emas, tetapi orang berebut menjual emas. Berlimpahnya uang hasil penjualan emas, membuat harga-harga barang melonjak naik. Kondisi ini tidak hanya terjadi satu atau dua tahun, namun berlarut-larut hingga 20 tahun.

Melihat situasi itu, Raja Mali merasa prihatin. Emas produksi Mali yang selama ini bisa dijual ke negara-negara Timur Tengah juga merosot permintaannya. Guna menggendalikan situasi, Raja Mansa Musa mengambil keputusan membeli atau meminjam (layaknya pegadaian) sebanyak mungkin emas yang pernah dia bagi-bagikan. Bahkan sang Raja siap memberi imbalan dengan harga tinggi.

Membaca kisah tersebut terbayang seberapa kayanya Raja Mansa Musa. Dia bukan hanya kaya pada jamannya, namun diakui sebagai orang paling kaya yang pernah ada di muka bumi, hingga hari ini.

Majalah Time mencatat, jika disesuaikan dengan inflasi saat ini Mansa Musa mempunyai kekayaan senilai US$ 400 miliar (Rp 6.000 trilliun). Angka itu mengungguli harta keluarga Rothschild (US$ 350 miliar), John D Rockefeller

Beri Komentar