Tangis Kakek Penjual Terompet

Reporter : Eko Huda S
Sabtu, 6 Februari 2016 08:01
Tangis Kakek Penjual Terompet
Kakek ini duduk di pinggir jalan. Dia menangis karena dagangannya tak kunjung laku.

Dream - Foto penjual mainan anak-anak membuat pengguna media sosial terharu. Foto itu menggambarkan betapa kerasnya usaha pria paruh baya itu dalam mencari rezeki.

Foto itu diunggah oleh akun Facebook Mheily Aymel Liana pada Kamis 4 Feruari 2016. Kakek itu terduduk. Di depannya, mainan dan jajanan yang terbungkus plastik teronggok.

Mata pria itu menatap kosong. Namun dalam foto yang lain, tangannya tampak menutupi mukanya. Entah mengapa. Yang jelas, dalam keterangan foto itu, Mheily Aymel Liana menyebut sang kakek menangis.

" Yaa Allah, begitu kerasnya kah hidup ini?? Buat cari sesuap nasi saja Abah ini menangis. 50rb utk 3 hari apakah cukup?? Buat makan saja kurang ? Masih kurang bersyukurkah kita ???? Sabar Yaa Abah... Insya Allah Aku Bantu."

Tangis Kakek Penjual Terompet© facebook

Kakek ini berjualan mainan di sekitar Bogor, Jawa Barat. Sering terlihat di daerah Parung. " Sebelum Ciseeng pang patung hansip," tulis Mheily Aymel Liana.

Foto yang dipostik ke grup Ketimbang Ngemis Jakarta ini mendapat simpati dari netizen. Banyak di antara mereka bertanya keberadaan si penjual mainan ini. (Ism) 

1 dari 4 halaman

Air Mata Kakek Penjual Es Tebu

Dream - Kakek penjual es tebu tak sampai hati menahan air mata. Saat matahari berada di puncaknya lelah terasa berat menjalani profesi sebagai penjual es tebu. Baru-baru ini kakek yang berpostur kurus dan terlihat lemah itu ramai diperbincangkan netizen.

Mulanya netizen mengira, kakek penjual es tebu itu merupakan orang Indonesia, setelah dicek keberadaannya ternyata ia merupakan warga negara Kamboja.

Kini masyarakat di negara yang dikenal dengan julukan 'Hell On Earth' berbondong-bondong meringankan beban si kakek penjual es tebu.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kisah kakek penjual es tebu? Yuk selengkapnya Baca di sini. (Ism)

2 dari 4 halaman

Mbah Gandos yang Perkasa

Dream - Kakek ini memang sudah renta. Tubuhnya ringkih. Punggung sudah membungkuk. Kulit di sekujur tubuh sudah kisut. Kepala sudah bertabur uban.

Tapi lihatlah semangatnya. Raga mungil itu masih mampu mengeluarkan tenaga ekstra. Saban hari mendorong gerobak. Menyusur jalan berkilo-kilo meter. Jualan gandos. Kue khas Jawa.

Mbah Gandos. Demikian orang-orang menyebut. Tak banyak orang tahu nama aslinya. Saking lamanya berjualan kue Gandos, kakek renta ini dipanggil sesuai dengan kue yang dia dagangkan.

Usianya sudah 82 tahun. Dia berjualan kue Gandos sejak 1957. Saban hari dia sering terlihat di Pasar Bringharjo, Yogyakarta. Dia berjualan mulai matahari baru muncul hingga terbenam.

Baca kisah Mbah Gandos selengkapnya di tautan berikut ini.

3 dari 4 halaman

Semangat Mugiono, Penjual Bakso Bertubuh Bungkuk

Dream - Ini kisah kesahajaan Mugiono. Penjual bakso keliling asal Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta. Semangat kerjanya luar biasa, meski dengan fisik yang tak sempurna.

Tubuh Nugiono memang bungkuk. Namun semangatnya dalam mencari rezeki tidak kalah dari orang-orang normal.

Saban hari, dia harus berkeliling kampung. Berjalan berkilo-kilometer. Sambil mendorong gerobak bakso.

Mugiono mulai beraktivitas pada pukul 04.30 WIB. Sepagi itu, dia sudah harus mangkal di Pasar Blonjo, Gunung Kidul.

Saat hari beranjak siang, dia mulai berkeliling kampung, melangkah dari dusun satu ke lainnya. Terkadang, fisik yang lemah memaksanya untuk berhenti. Beristirahat sejenak.

Tak jarang, Mugiono harus berada di jalanan sampai larut malam. Untuk menghabiskan bakso dagangannya.

“ Kalau berjualan itu jangan hanya senang kalau laku saja, kalau tidak laku ya harus senang juga, sambil jalan-jalan, disyukuri saja. Pasti nanti ketemu jatahnya (rezeki),” kata Mugiono.

Baca kisah selengkapnya di tautan berikut ini.

4 dari 4 halaman

Pedagang Permen Beli Mobil Mahal Pakai Recehan

Dream - Biasanya, transaksi transfer bank dijadikan alat pembayaran dalam membeli produk atau barang dengan nilai besar seperti membeli kendaraan pribadi beroda empat.

Namun hal itu tidak berlaku buat salah satu warga Tiongkok yang bernama Cai. Untuk ke-empat kalinya ia membeli mobil dengan uang tunai, bahkan uang tersebut masih dalam bentuk lembaran dan koin. Jika ditotal, beratnya hampir mencapai setengah ton.

Cai membungkus uang pecahannya tersebut sebesar 80ribu Yuan atau setara dengan 169juta rupiah dengan kertas secara terpisah-pisah yang dikepak dalam sepuluh kardus.

Gu Liyuan, Sales Manager dealer yang menangani prosesi pembelian Cai, mengaku kepadaMashable sangat terkejut dan baru kali ini melihat jumlah uang yang sebegitu banyaknya.

Lalu, apakah pihak dealer melanjutkan proses jual beli mobil tersebut? Yuk simak ceritanya di sini.

Beri Komentar