Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Salah Satu Koleksi Hijau Haute
Dream - Dari sebuah apartemen di wilayah Chicago, Melanie Elturk memutuskan meluncurkan lini busana muslim sederhana, Haute Hijab. Melanie membentuk barisan bersama para pebisnis lain yang bertaruh mengembangkan bisnis berbau Islami di negara Adidaya tersebut.
Sosok Melanie semakin menonjol karena dirinya berada di garda depan dari sebuah gerakan untuk menangkap pasar yang tumbuh tapi belum diketahui banyak orang, yakni Muslim Amerika Serikat (AS).
Keputusan Melanie menjalankan bisnis busana muslim di AS dipicu kegundahan hatinya. Melanie merasa busana muslim konvensional kurang diminati kaum muda muslim AS yang modern. Haute Hijab berusaha hadir karena menghadirkan campuran antara haute couture dan hijab.
Dari Dubai, Melanie menjalankan bisnis onlinenya di Chicago. Dia merancang Haute Hijab sebagai sarana untuk membantu kaum muda Muslim yang banyak tumbuh di AS.
Dari pandangan Melanie, gadis-gadis muda AS tengah berjuang untuk memahami identitasnya sebagai seorang muslim modern.
" Salah satu isu yang selalu mereka keluhkan adalah hijab. Sama seperti pemula yang memakai hijab, sungguh menyakitkan melihat gadis-gadis itu berjuang dengan pilihan mereka, apakah akan memakainya atau membukanya," katanya seperti dikutip laman wbez.org seperti dikutip Dream, Minggu, 22 Juni 2014.
Di situsnya, Melanie selalu mempromosikan busanannya sebagai sesuatu yang modern dan berkelas. Dan dia mengaku menemukan pasar yang tidak terlayani dengan baik selama ini.
Sebuah penelitian tahun 2010 oleh perusahaan pemasaran Ogilvy Noor melaporkan pasar konsumen muslim AS bernilai US$ 170 miliar. Sementara Lisa Mabe dari perusahaan pemasaran Hewar Communications, menyebutkan AS dihuni tak kurang dari 8 juta muslim.
Posisi ini dianggap sebagai ceruk pasar yang sangat banyak. Mabe mengatakan, ada jutaan konsumen hanya menunggu melihat merek mana yang cukup pintar menarik hati mereka. Dan bagi produk pertama yang bisa menarik konsumen, tidak hanya akan mendapat keuntungan finansial, tapi juga loyalitas merek.
Mabe menilai AS bisa saja kehilangan pasar potensial seperti pernah terjadi pada pasar imigran Amerika Latin pada era 1990-an. Sayangnya, industri fashion AS sampai kini belum juga tertarik pada demografi muslim ini sehingga membuka peluang bagi pengusaha Muslim sendiri.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya