Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Pelaku bisnis e-commerce mengaku kecewa dengan sikap Kementerian Perdagangan (Kemendag), dalam penyusunan Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai perdagangan elektronika.
Kemendag dituding tidak koooperatif dan transparans dalam penyusunan perangkat hukum tersebut.
Kekecewaan bermulai ketika Kemendag menggelar pertemuan dengan praktisi industri e-commerce dalam rangka uji publik terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai Perdagangan Elektronik. Aturan hukum ini sudah melewati proses hukum selama lebih dari dua tahun.
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengungkapkan, selama dua tahun pembahasan RPP, kalangan asosiasi tidak sekalipun diberikan akses terhadap materi draft maupun status dari dokumen tersebut.
Padahal pelaku bisnis e-commerce sudah melayangkan permintaan secara formal maupun informal.
"Asosiasi pada dasarnya selalu mendukung rencana pemerintah untuk meregulasi industri ini. Akan tetapi regulasi tersebut harus dibuat dengan melibatkan para pelaku industri agar mengedepankan para pemain lokal dan kepentingan konsumen di Indonesia,” ujar Ketua Umum idEA, Daniel Tumiwa dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Juni 2015.
Menurut idEA, sebuah regulasi bisa membuat industri meledak atau sebaliknya mematikan bisnis yang ada. "Kami berharap akan terjadi titik cerah dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.
Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas idEA mengatakan, perusahaan berbasis internet sejak hari pertama berdiri sudah harus menghadapi persaingan global.
William berharap pebisnis e-commerce lokal bisa mendapatkan dukungan pemerintah dalam menciptakan equal playing field bagi para pemain lokal. "Bukan regulasi berlebihan yang justru bisa membunuh industri," katanya.
Tanggapan Kemendag
Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina saat diminta tanggapannya terkait desakan para pebisnis e-Commerce belum menjawab pertanyaan yang dikirimkan Dream.
"Beliau masih rapat, ditunggu saja," ujar Kepala Pusat Humas Kemendag, Ani Mulyati. (Ism)
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli