Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Twitter
Dream - Bagi miliarder Pangeran Alwaleed Bin Talal Bin Abdulaziz Al Saud, mungkin tak ada istilah kapok dalam investasi di bisnis teknologi informasi. Setelah uangnya sempat hilang Rp 15 triliun akibat jatuhnya harga saham Apple Inc, Alwaleed kini justru tengah dekat dengan salah satu pendiri media sosial Twitter, Jack Dorsey.
Mengutip laporan Arabianbusiness, Jumat, 5 September 2014, pertemuan kedua tokoh ini membahas perkembangan platform media sosial asal Amerika Serikat tersebut.
Orang terkaya di Timur Tengah yang juga menjabat presiden Kingdom Holding Company itu mengadakan jamuan makan siang bisnis bersama Dorsey dan Suhail Rizvi, seorang investor Twitter, di The Four Seasons Hotel George V di Paris, Perancis.
Dalam pertemuan itu, Dorsey dan Alwaleed membahas perkembangan terbaru bisnis Twitter mulai dari teknis, keuangan hingga organisasi.

Sebuah laporan menyebutkan, investasi sang pangeran di media sosial asal AS itu sudah semakin tambun menjadi sekitar US$ 1,2 miliar. Pada awalnya, Alwaleed hanya membenamkan investasi sebesar US$ 300 juta.
Kingdom Holding, yang dikendalikan miliarder yang punya banyak yayasan sosial ini, memang memiliki saham di sejumlah perusahaan internasional. Selain Twitter, Kingdom Holding juga menjadi pemegang saham Citigroup, News Corp, Four Seasons Hotel, Disneyland Paris, dan Apple Inc.
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
