Sahaja (2): Kesederhanaan Azim Premji, si Bill Gates Muslim

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 8 Desember 2014 17:40
Sahaja (2): Kesederhanaan Azim Premji, si Bill Gates Muslim
Betapa sederhana pengusaha muslim terkaya di India ini. Turun dari pesawat dia lebih memilih naik bajaj ketimbang naik taksi. Ia juga terkenal dermawan.

Dream - Menjelang siang, bandara Bangalore, India penuk sesak. Rombongon pria necis dengan setelan jas yang baru datang dari perjalanan bisnis, harus susah payah menerobos pintu keluar.

Begitu lolos, mereka langsung disambut sopir taksi premium di bandara, menawarkan diri mengantar satu persatu dari rombongan. Tapi seorang pria berambut perak menolak. " Tidak, terima kasih," jawab dia singkat, sembari melepas jas dan dasinya.

Mungkin dia menunggu jemputan, pikir sopir itu. Tapi tebakannya meleset. Pria berkacamata itu langsung melambaikan tangan sambil berteriak; Bajaj!

Kendaraan roda tiga berwarna mentereng yang sedang berburu penumpang langsung bergeser mendekatinya. Dengan suara cempreng, bajaj itu tancap gas meliuk-liuk di tengah panas dan kepadatan lalulintas Bangalore.

Sang sopir taksi pun bengong. Masih tak percaya pria perlete yang di kalangan muslim menempati nomer wahid dari jalur pengusaha --bedakan dengan jalur penguasa: raja atau pangeran-- menumpang Bajaj. Mau ngirit kali? atau pelit? Boleh jadi.

Padahal, Azim Hashim Premji, nama si pria bisa menyewa atau bahkan membeli mobil termahal yang ada di bandara siang itu. Tapi memang begitulah kebiasaan pria berusia 69 tahun ini, lebih doyan naik Bajaj, angkutan buat yang berkantung cekak.

Majalah Forbes dalam beberapa tahun terakhir selalu menempatkannya sebagai salah satu pengusaha paling kaya di dunia.

Forbes menempatkan Azim di peringkat 3 sebagai orang paling tajir di India dan ranking ke-61 terkaya di dunia serta paling berpengaruh di 2014. Lewat perusahaan software Wipro Products Limited, total kekayaan Azim saat ini diperkirakan Rp 198 triliun.

Azim adalah orang yang dermawan. Dia tidak pelit tapi selalu hemat dan sederhana dalam kehidupan sehari-harinya.

Pada 2001, dengan uang pribadi bukan dana perusahaannya, dia mendirikan Yayasan Amal Azim Premji (Azim Premji Foundation). Tidak tanggung-tanggung, ia sudah menyumbangkan Rp 44 triliun untuk pendidikan dan pembangunan kawasan miskin di India.

Meski super tajir, ia dikenal rendah hati, tidak angkuh. Ga percaya? liat saja tunggangan pribadinya. Cuma sedan butut, Ford Escort keluaran 1995, harga pasarannya sekarang cuma Rp 50 juta.

Sebagai CEO di perusahaannya, pria kelahiran Mumbai, 24 Juli 1945, justru tak memiliki tempat parkir mobil khusus. Bila terbang dia lebih suka naik pesawat di kursi ekonomi. Bahkan bila perlu, mencari tiket diskonan.

Azim sangat sadar di negeri berpenduduk satu miliar ini, sebagian besar penduduknya miskin. Ayah dua anak ini selalu tampil bersahaja dan tidak pernah menunjukkan kemewahan kepada publik. Ia juga sering berjalan kaki atau numpang angkutan umum, naik Bajaj paling ia sukai, maklum tarif lumayan murah. 

Kisah Azim menjadi miliarder tidak seindah dongeng. Seperti apa kisah lengkapnya? Simak halaman berikut!

(Sumber: Forber, BBC, The Economic Times)

1 dari 2 halaman

Dari Minyak Goreng

Dari Minyak Goreng © Dream

Dream - Kisah sukses Azim memang tidak seindah dongeng. Hanya bermodal perusahaan minyak goreng warisan dari ayahnya yang nyaris bangkrut, Azim tanpa bekal pengetahuan dan pengalaman tentang komputer, berhasil membangun salah satu perusahaan software terbesar di dunia saat ini.

Saat menerima tongkat estafet kepemimpinan, Azim masih berumur 21 tahun, baru saja menyelesaikan studi di Jurusan Electrical Engineering, Stanford University, Amerika.

Memasuki periode 1970-an, Azim pun mulai mengarahkan perusahaan keluarga itu ke bisnis teknologi. Pada 1970, perusahaan itu mulai membuat komponen mesin hidrolik.

Ia kemudian mengubah nama perusahaan dari Vanaspati menjadi Wipro Products Limited, tujuh tahun kemudian. Azim memiliki visi bisnis cukup tajam. Ia begitu yakin di masa datang bisnis informasi teknologi akan memegang peranan penting di dunia.

Wipro masuk industri IT dan membangun kawasan kota silicon di Bangalore. Hingga tahun lalu, perusahaan konsultan IT dan system integrasi ini mempekerjakan 147 ribu karyawan dan melayani lebih dari 900 perusahaan di 61 negara.

Wipro menjadi perusahaan jasa IT terbesar ketujuh di dunia dengan nilai kapitalisasi market Rp 226 triliun. Di Indonesia nama Wipro mungkin masih terdengar asing. Namun, perusahaan ini merupakan rekanan bisnis perusahaan raksasa yang bergerak di bisnis IT, seperti Sun Microsystems, General Electric, dan Motorola.

Salah satu kunci keberhasilan Azim, dia tidak pernah membawa atribut keagamaan dalam menjalankan bisnisnya. Termasuk dalam promosi karyawan yang layak menduduki posisi di tingkat top management.

Pertimbangannya hanya berdasarkan prinsip-prinsip profesional. Karena itu, bisa dimaklumi, hanya beberapa muslim yang dapat duduk di jajaran direksi Wipro. Sejumlah media massa besar di India menempatkannya sebagai tokoh muslim paling dihormati di negeri Taj Mahal.

2 dari 2 halaman

Salat Dhuha, Rahasia Kesuksesan

Salat Dhuha, Rahasia Kesuksesan © Dream

Dream - Pria yang dijuluki Bill Gates muslim dari India ini punya cara unik dalam menahkodai perusahaannya. Azim menuntut setiap karyawan mematikan lampu saat meninggalkan kantor.

Ia juga sidak ke ruangan-ruangan untuk memastikan lampu sudah dimatikan. Azim selalu memonitor jumlah kertas toilet yang dihabiskan perusahaannya. " Dia membuat Paman Gober (tokoh kartun bebek kaya nan pelit di Donald Bebek) tampak seperti Sinter Klas,” kata salah seorang manager di Wipro.

Aturan ketat bukan hanya untuk karyawan, tetapi juga pada dirinya sendiri. Misalnya dia melarang ada mobil jemputan jika staff Wipro datang di Airport dari perjalanan dinas.

Mereka harus membiasakan diri naik kereta atau taksi. Saat perjalanan dinas hanya boleh tinggal di hotel bintang tiga dan harus mencuci sendiri pakaian ganti yang dibawa.

" Saya menuntut orang melakukan sesuatu hanya jika saya juga mengharuskan diri saya melakukannya," kata Azim

Sikap Azim yang tidak terlalu menonjolkan keislamannya di perusahaan, bukan berati ia seorang muslim yang tidak taat beragama.

Dia tak pernah absen salat 5 waktu dan olahraga jogjing sehabis salat shubuh. Suatu ketika ia pernah ditanya rahasia kesuksesa menjadi muslim terkaya dunia di 2007, mengalahkan para 'juragan minyak' dari negeri Arab, Kata Azim, rahasia kejayaannya; jangan tinggalkan salat dhuha!

" Kalau bertanya resepnya apa? saya tidak tahu. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya kuncinya adalah kerja keras, menuruti kata hati, mempercayai orang-orang disekitar kita, meminta bantuan, mengambil resiko, teguh dalam integritas dan tentu saja keberuntungan."

Beri Komentar