Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

News | Kamis, 15 Oktober 2026 17:40

Reporter : Okti Nur

Jenderal Tandyo Budi Revita menulis buku tentang jati diri, kepemimpinan, dan pengabdian. Kariernya membentang dari pasukan lintas udara hingga birokrasi pertahanan. Kini, ia memimpin AD.

DREAM.CO.ID - Tandyo Budi Revita punya identitas lain: penulis. Pria Solo yang hari ini dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) telah melahirkan setebal 208 halaman yang diberi judul “Jejak Petarung dari Pajang: Jati Diri, Kepemimpinan, dan Pengabdian”.

Buku itu otobiografi. Merekam perjalanan kariernya di militer. Petarung. Ia menjelaskan kata dalam judul itu huruf demi huruf. Profesional. Efektif. Tangguh. Adaptif. Responsif. Unggul. Niat setia. Guyub. Sementara, Pajang adalah kampung halaman tempatnya tumbuh, sebuah daerah di Solo.

Pria kelahiran 21 Februari 1969 yang sebelumnya menjabat Wakil Panglima TNI itu ditunjuk sebagai KSAD. Dia menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Tandyo dan Maruli bertukar posisi. Pelantikan mereka dilakukan di Istana pada Kamis 15 Oktober 2026.

Tandyo lulus dari Akademi Militer pada 1991. Ia seorang infanteri dan mengawali kariernya di lingkungan Kostrad. Pada 1995, ia dipercaya memimpin Tim Khusus Combat Intelligence di Batalyon Infanteri Lintas Udara 330/Tri Dharma.

Kariernya bergerak melalui sejumlah posisi komando. Ia pernah memimpin Yonif Linud 330, Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I, Resimen Induk Kodam IX/Udayana, hingga Korem 142/Taroada Tarogau.

Pada 2018, Tandyo melompat ke Kementerian Pertahanan. Ia menjabat Direktur Bela Negara. Sejumlah jabatan di bidang strategi pertahanan pernah ia emban. Pada 2021–2023, ia memimpin Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan.

Pada akhir 2023, Tandyo kembali ke jalur komando, menjabat Pangdam IV/Diponegoro. Ia tak lama di Semarang. Februari 2024, Tandyo menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.

Pada Agustus 2025, Prabowo mengangkatnya sebagai Wakil Panglima TNI. Jabatan itu kembali terisi setelah kosong sekitar 25 tahun. Pangkat Tandyo pun naik dari Letjen menjadi Jenderal.

Harta Rp9,41 Miliar

Tandyo membuat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) terbaru pada 2 Maret 2026. Dalam laporan harta periode 2025 itu, total harta Tandyo mencapai Rp9,41 miliar, dengan utang sebesar Rp2,6 miliar. Kekayaan bersihnya tercatat Rp6,81 miliar.

Aset terbesar Tandyo berupa tanah dan bangunan. Nilainya Rp7,15 miliar. Aset itu mencakup 17 bidang tanah dan properti, antara lain berada di Magelang, Lampung Timur, Bekasi, Mamuju, Luwu, Lombok Tengah, Yogyakarta, Sukoharjo, Deli Serdang, dan Subang.

Salah satu aset berupa tanah seluas 300.000 meter persegi di Mamuju. Dalam laporan tertera senilai Rp75 juta. Ada pula tanah 4,35 hektare di Subang senilai Rp700 juta. Masih di Subang, Tandyo juga punya tanah 3,97 hektare senilai Rp600 juta.

Tandyo juga punya alat transportasi dan mesin senilai Rp467 juta, terdiri atas sepeda motor Kawasaki KLX tahun 2016 senilai Rp8 juta, Vespa Bebek tahun 2016 senilai Rp9 juta, serta mobil Jeep Rubicon tahun 2015 senilai Rp450 juta.

Kekayaan lain berupa harta bergerak senilai Rp104,4 juta, surat berharga Rp682,5 juta, serta kas dan setara kas Rp1,009 miliar.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id