Berapa Lama Waktu Pakai Sepatu Lari? Kenali Tanda-Tanda Waktunya Ganti

Stories | Rabu, 19 Agustus 2026 08:00

Reporter : Abidah

Aturan praktis yang umum dipakai adalah mengganti sepatu lari setiap 480 hingga 640 kilometer, tergantung gaya lari dan permukaan tempat berlari.

DREAM.CO.ID - Sebagian pelari sering merasa sentimental terhadap sepatu lari favoritnya, enggan menggantinya meski sudah lecek dan kehilangan bentuk. Padahal, dilansir dari Verywell Fit, terus berlari dengan sepatu tua atau sudah aus bisa memicu ketidaknyamanan dan cedera. Seiring waktu, sepatu lari kehilangan kemampuan menyerap guncangan, bantalan, dan stabilitasnya.

Berlari dengan sepatu yang sudah aus meningkatkan tekanan dan dampak pada kaki serta sendi, yang bisa memicu cedera akibat pemakaian berlebihan maupun nyeri umum sehari-hari. Salah satu cara terbaik mencegah cedera lari adalah mengganti sepatu pada waktu yang tepat.

Berapa Lama Sebenarnya Sepatu Lari Bisa Bertahan?

Aturan praktis yang umum dipakai adalah mengganti sepatu lari setiap 480 hingga 640 kilometer, tergantung gaya lari dan permukaan tempat berlari. Sebagai contoh, sepatu untuk lari di treadmill cenderung lebih awet dibanding sepatu untuk lari di jalan raya atau jalur trail.

Sebagian pelari bisa mengganti sepatu di batas atas rekomendasi jika sepatunya belum menunjukkan banyak keausan, sementara pelari lain sebaiknya mempertimbangkan penggantian lebih dekat ke angka 480 kilometer jika mulai merasakan kurangnya dukungan atau daya cengkeram.

Kebutuhan mengganti sepatu lebih sering juga berlaku bagi pelari dengan gaya langkah yang tidak simetris atau yang sering menempuh jarak jauh di medan berbatu.

Penting diingat, tidak semua sepatu lari dibuat dengan kualitas yang sama. Sepatu untuk lomba atau sepatu tipe flat, misalnya, tidak akan bertahan selama sepatu yang lebih kokoh. Bahkan saat mengikuti panduan jarak tempuh ini, tetap penting memperhatikan kondisi fisik dan rasa nyaman sepatu itu sendiri. Jika sepatu lari jarak jauh sudah terlihat dan terasa aus, bahkan sebelum mencapai 480 kilometer, itu tandanya sudah waktunya berganti sepatu baru.

2 dari 3 halaman

Tanda-Tanda Sepatu Perlu Diganti

Berikut sejumlah indikator bahwa sepatu lari kemungkinan sudah waktunya diganti.

Jarak Tempuh Tinggi. Selain melacak jumlah mil yang sudah ditempuh, lokasi berlari juga menjadi pertimbangan penting. Jika sering berlari di jalan kasar atau jalur trail, sepatu perlu diganti lebih cepat dibanding jika sebagian besar lari dilakukan di treadmill, yang cenderung menghasilkan keausan lebih besar per sesi.

Jika kesulitan melacak kapan sepatu dibeli dan berapa mil yang sudah ditempuh, tuliskan tanggal pembelian di bagian dalam sepatu saat baru dibeli. Dengan mengetahui tanggal pasti pembelian dan perkiraan mil yang ditempuh per minggu, seseorang bisa memperkirakan kasar berapa total mil yang sudah ditempuh sepatu tersebut. Jika sepatu dirawat dengan baik, penggantian bisa dilakukan di batas atas rentang jarak tempuh yang direkomendasikan.

Nyeri Saat Berlari. Jika merasakan kelelahan otot, shin splints, atau nyeri sendi, terutama di lutut, kemungkinan sepatu yang dipakai sudah kehilangan bantalannya. Ketika rasa nyeri muncul di kedua sisi tubuh sekaligus, misalnya kedua lutut alih-alih hanya satu, itu sering kali menjadi indikasi bahwa sepatu lari perlu diganti.

Jika nyeri tetap muncul meski sepatu masih relatif baru, ada baiknya berkonsultasi dengan profesional lari di toko sepatu khusus. Kemungkinan jenis sepatu yang dipakai tidak sesuai dengan bentuk kaki, atau dibutuhkan sepatu dengan fitur khusus, misalnya sepatu yang dirancang untuk mengatasi nyeri punggung.

Penyerapan Guncangan yang Buruk. Jika merasakan hentakan dari setiap langkah terasa langsung di kaki, lutut, dan pinggul, itu tandanya kemampuan penyerapan guncangan pada sepatu sudah menurun. Lari adalah olahraga berdampak tinggi, namun sepatu dengan penyerapan guncangan yang baik bisa meminimalkan tekanan pada ligamen, tendon, otot, dan tulang. Insole tambahan bisa membantu sementara, namun pada akhirnya sepatu tetap perlu diganti sepenuhnya.

Sol yang Sudah Aus. Salah satu tanda paling jelas butuh sepatu baru adalah alur pada sol, terutama bagian bawah, yang sudah terkikis habis. Sol biasanya bertahan lebih lama dibanding bantalan dan kemampuan penyerapan guncangan sepatu, jadi jika sol sudah terkikis, itu tandanya benar-benar waktunya mengganti sepatu. Jangan pernah berlari dengan sepatu yang solnya sudah aus; simpan saja sepatu itu untuk keperluan lain seperti berkebun atau memotong rumput.

Keausan yang Tidak Merata. Perhatikan juga tanda-tanda sepatu yang aus secara tidak merata. Jika pola keausan alur menunjukkan kemungkinan masalah pada gaya langkah, konsultasikan dengan ahli di toko sepatu setempat soal cara memperbaikinya. Perubahan pada bentuk lari bisa membantu, tapi kemungkinan besar sepatu juga tetap perlu diganti.

Keausan berlebih pada bagian depan sepatu bisa menjadi tanda overpronation, yakni kondisi kaki berputar terlalu jauh ke dalam pada setiap langkah. Sebaliknya, keausan berlebih pada tepi luar sepatu bisa menandakan under-pronation atau supinasi, di mana kaki bergeser ke luar pada setiap langkah, membebankan sebagian besar dampak pada tulang bagian luar kaki.

Sepatu Baru Terasa Lebih Nyaman. Kenyamanan keseluruhan saat berlari sangat penting. Riset menunjukkan bahwa memakai sepatu yang nyaman membantu pelari mempertahankan bentuk dan gerakan yang tepat saat berlari, yang pada gilirannya membantu meminimalkan risiko cedera. Jika sepatu baru terasa jauh lebih nyaman dibanding sepatu lama, pertimbangkan untuk beralih.

Sejumlah ahli merekomendasikan pelari memiliki dua pasang sepatu lari secara bergantian. Jika membeli sepatu baru saat sepatu lama baru mencapai separuh masa pakainya, sepatu baru itu bisa jadi acuan untuk membantu menyadari kapan sepatu lama sudah waktunya diganti. Jika terasa perbedaan besar pada bantalan sepatu baru dibanding sepatu lama, itu tandanya sepatu lama sudah waktunya "dipensiunkan".

Coba Tes Puntir. Pegang sepatu lari di kedua ujungnya lalu puntir. Sepatu yang masih bagus akan terasa kokoh saat dipuntir. Sepatu tua atau yang tidak lagi punya dukungan yang tepat akan mudah terpuntir.

Perlu dicatat, tes ini tidak berlaku untuk semua jenis sepatu lari. Sebagian besar sepatu lari ringan dengan bantalan empuk akan "gagal" tes ini bahkan saat masih baru. Namun untuk sepatu yang kokoh dan suportif yang sudah menempuh banyak jarak, tes ini menjadi indikator yang baik bahwa sudah waktunya mengganti sepatu.

 

3 dari 3 halaman

Cara Memperpanjang Usia Sepatu Lari

Mengetahui seberapa sering harus mengganti sepatu lari itu penting, tapi ada juga langkah-langkah yang bisa membantu memperpanjang usia pakainya.

Hanya Pakai Sepatu Lari Saat Berlari. Mungkin tergoda memakai sepatu lari sepanjang hari karena nyaman dan ringan. Tapi pemakaian tambahan sehari-hari itu bisa memperpendek usia pakai sepatu secara signifikan. Lepas sepatu setelah selesai berolahraga dan ganti dengan sepatu lari lama yang sudah "dipensiunkan" untuk aktivitas sehari-hari.

Lepas dan Pakai dengan Cara yang Benar. Selalu buka tali sepatu saat memakai maupun melepasnya. Hindari sekadar mencopot sepatu dengan mendorongnya pakai ujung kaki tanpa membuka talinya. Kebiasaan tidak membuka dan mengikat tali sepatu bisa merusak bagian tumit sepatu, yang berarti sepatu bisa jadi terlalu melar.

Jaga Kebersihannya. Bersihkan sepatu secara singkat setelah setiap kali berlari untuk menghilangkan kotoran, lumpur, atau air. Keluarkan batu atau kerikil kecil yang mungkin tersangkut di alur solnya. Jika perlu dicuci, jangan langsung memasukkannya ke mesin cuci. Gunakan spons dan air sabun, atau pembersih sepatu khusus, lalu cuci dengan tangan dan biarkan kering secara alami.

Selalu Keringkan dengan Cara Alami. Jangan pernah memasukkan sepatu ke pengering, meletakkannya di atas ventilasi pemanas, atau menggunakan alat pengering sepatu. Panas tinggi bisa merusak material dan sol sepatu.

Bergantian Memakai Sepatu. Daripada terus memakai sepatu yang sama setiap hari, pertimbangkan membeli setidaknya dua pasang sepatu agar masing-masing punya waktu untuk benar-benar kering di antara sesi lari. Sepatu juga bisa divariasikan berdasarkan jenis lari yang direncanakan, entah trail, jalan raya, atau lintasan lari, serta disesuaikan dengan musim dan kondisi cuaca, misalnya sepatu trail tahan air untuk musim dingin dan sepatu berbahan mesh yang lebih sejuk untuk musim panas.

Sepintar apa pun merawat sepatu lari, penggantian tetap perlu dilakukan setelah jarak atau waktu tertentu. Perhatikan kondisi keseluruhan sepatu, sekaligus bagaimana perasaan tubuh setelah berlari memakainya. Jadikan seluruh indikator ini sebagai panduan untuk menentukan kapan waktu yang tepat mengganti sepatu lari.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id