Berat Badan Rata-Rata Bayi per Bulan: Panduan Grafik dan Perkembangannya yang Harus Diketahui
© Flickr.com/SehatNegeriku
Reporter : Abidah
Menurut WHO, rata-rata berat lahir bayi laki-laki cukup bulan adalah 3,3 kilogram, sementara bayi perempuan cukup bulan rata-rata seberat 3,2 kilogram.
DREAM.CO.ID - Salah satu hal pertama yang ingin diketahui orang tua baru adalah apakah berat badan bayinya "normal". Kekhawatiran ini wajar, tapi penting dipahami sejak awal: berat badan rata-rata bukan berarti berat badan ideal yang harus dicapai setiap bayi. Sama seperti orang dewasa, bayi hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran tubuh yang berbeda-beda.
Dilansir dari Medical News Today, jika berat badan bayi berada di persentil lebih rendah, ini tidak serta-merta menandakan ada masalah pada pertumbuhan atau perkembangan fisiknya. Meski begitu, grafik berat badan tetap bisa membantu memantau pertumbuhan bayi secara umum.
Berat Badan Rata-Rata Bayi Baru Lahir
Direkomendasikan penggunaan grafik berat badan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bayi hingga usia 2 tahun. Menurut WHO, rata-rata berat lahir bayi laki-laki cukup bulan adalah 3,3 kilogram, sementara bayi perempuan cukup bulan rata-rata seberat 3,2 kilogram.
Saat kelahiran, para ahli menganggap berat badan rendah jika kurang dari 2,5 kilogram, baik pada bayi cukup bulan maupun bayi yang lahir lebih awal. Penurunan berat badan pada minggu pertama setelah lahir juga hal yang umum terjadi, terutama akibat kehilangan cairan tubuh, dan biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena kebanyakan bayi akan kembali mencapai berat badan tersebut tanpa masalah berarti.
Grafik Berat Badan Bayi Berdasarkan Usia
Grafik berat badan membantu memahami di persentil mana berat badan bayi berada. Misalnya, jika berat badannya berada di persentil ke-60, artinya 40 persen bayi seusia dan sejenis kelamin sama memiliki berat lebih besar, sementara 60 persen lainnya memiliki berat lebih kecil. Ini tidak serta-merta berarti bayi tersebut kelebihan atau kekurangan berat badan, melainkan sekadar menunjukkan posisinya dalam spektrum yang luas.
Tabel berikut menunjukkan berat badan bayi pada persentil ke-50, yang merujuk pada berat rata-rata. Bayi laki-laki cenderung sedikit lebih berat dibanding bayi perempuan, sehingga tabel ini dibedakan berdasarkan jenis kelamin.
Apa yang Diharapkan Seiring Pertumbuhan Bayi
Bayi umumnya mengalami kenaikan berat badan paling cepat selama enam bulan pertama kehidupannya. Bayi yang diberi ASI biasanya mengalami kenaikan berat badan lebih lambat dibanding bayi yang diberi susu formula selama tahun pertamanya.
Penurunan berat badan pada minggu pertama kehidupan adalah hal umum, dan biasanya bayi akan kembali mencapai berat badan tersebut pada usia sekitar dua minggu. Meski bervariasi, bayi cenderung mengalami dua kali lipat berat lahirnya antara usia 4 hingga 6 bulan, dan bisa mencapai tiga kali lipat berat lahirnya menjelang ulang tahun pertamanya.
Namun, pola pertumbuhan tidak selalu mengikuti jadwal yang pasti. Sebagian bayi mengalami kenaikan berat badan secara stabil dan bertahan di persentil yang sama, atau mendekati, selama beberapa bulan. Sebagian lainnya mengalami kenaikan berat badan cepat yang menandakan growth spurt atau lonjakan pertumbuhan, yang bisa terjadi kapan saja dan mungkin membuat bayi berpindah ke persentil baru.
Apa Saja yang Memengaruhi Berat Badan Bayi?
Penting untuk tidak menjadikan berat badan sebagai satu-satunya indikator perkembangan fisik bayi. Pengukuran lain seperti panjang badan dan lingkar kepala juga menjadi acuan penting. Dengan mempertimbangkan ketiga pengukuran ini sekaligus, dokter bisa memiliki gambaran lebih utuh soal bagaimana pertumbuhan bayi dibanding bayi lain seusia dan sejenis kelamin yang sama.
Beberapa faktor yang berperan memengaruhi berat badan bayi antara lain:
Jenis kelamin. Bayi laki-laki cenderung lebih besar saat lahir dibanding bayi perempuan, dan umumnya mengalami kenaikan berat badan sedikit lebih cepat selama masa bayi.
Nutrisi. Kenaikan berat badan dan laju pertumbuhan juga bergantung pada apakah bayi mengonsumsi ASI atau susu formula. Bayi yang diberi ASI cenderung mengalami kenaikan berat badan dan pertumbuhan lebih lambat dibanding bayi yang diberi susu formula selama tahun pertama, meski secara umum tren pertumbuhannya tetap serupa antara keduanya. Berat badan terus berfluktuasi bahkan setelah bayi mulai mengonsumsi makanan lain selain susu.
Kondisi medis. Masalah kesehatan tertentu bisa membuat bayi mengalami kenaikan berat badan lebih lambat. Misalnya, bayi dengan kelainan jantung bawaan cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih lambat dibanding bayi tanpa kondisi tersebut. Gangguan kesehatan yang memengaruhi penyerapan nutrisi atau pencernaan, seperti penyakit celiac, juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang lambat.
Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur mungkin memiliki berat badan lebih rendah selama tahun pertama dibanding bayi yang lahir cukup bulan. Namun, mereka cenderung tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan secara paralel.
Kapan Perlu Berbicara dengan Dokter Anak Soal Kenaikan Berat Badan
Menghadiri pemeriksaan rutin dengan dokter anak sangat penting pada tahap awal kehidupan bayi. Dalam setiap kunjungan, dokter anak akan menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi untuk memastikan semuanya berjalan sesuai harapan. Dokter anak akan memberi saran seberapa sering bayi perlu diperiksa, karena frekuensinya bisa berbeda-beda pada tiap bayi.
Mencatat perkembangan dan pertumbuhan bayi lalu membawanya saat kunjungan bisa membantu dokter anak melakukan penilaian yang lebih akurat. Orang tua atau pengasuh bisa mendiskusikan kekhawatiran apa pun soal pertumbuhan bayi saat pemeriksaan rutin ini berlangsung.
Namun, berkonsultasi dengan dokter anak di luar jadwal pemeriksaan rutin juga bisa bermanfaat jika muncul kekhawatiran besar, terutama jika bayi tidak lagi mengikuti kurva pertumbuhan yang biasa atau tidak makan seperti biasanya.
Rata-rata berat lahir bayi laki-laki cukup bulan adalah 3,3 kilogram, sementara bayi perempuan cukup bulan rata-rata 3,2 kilogram. Grafik berat badan bayi bisa membantu tim tenaga kesehatan memantau perkembangan fisik bayi dengan membandingkan beratnya terhadap bayi lain seusia dan sejenis kelamin yang sama.
Meski begitu, dokter umumnya lebih memperhatikan pertumbuhan yang stabil ketimbang target persentil tertentu saat menilai perkembangan fisik bayi. Bahkan jika berat badan bayi berada di persentil lebih rendah, ini tidak serta-merta berarti ia akan tumbuh menjadi orang dewasa bertubuh kecil, sama seperti bayi yang panjang badannya di atas rata-rata tidak selalu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi.