Kemenkes Ingatkan Warga Agar Lakukan Cek Kesehatan Gratis Setiap Tahun, Bukan Sekali Saja

Stories | Minggu, 9 Agustus 2026 16:26

Reporter : Abidah

Menkese Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemeriksaan berkala punya peran krusial untuk menangkap penyakit dan faktor risikonya.

DREAM.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong masyarakat untuk rutin mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) setiap tahun, sekalipun merasa tubuhnya baik-baik saja. Imbauan ini muncul setelah Kemenkes menemukan sekitar satu juta kasus baru hipertensi pada peserta yang tahun sebelumnya dinyatakan sehat saat menjalani pemeriksaan.

Temuan ini diungkap dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis di Kantor Kemenkes, Jakarta, beberapa waktu lalu. Angka tersebut berasal dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta CKG pada 2026, kelompok yang setahun sebelumnya tidak terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemeriksaan berkala punya peran krusial untuk menangkap penyakit dan faktor risiko sebelum berubah menjadi komplikasi yang lebih berat, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

"Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi," ujar Menkes Budi. Ia menambahkan, sebagian besar penyakit tidak menular (PTM)—termasuk hipertensi dan diabetes—tidak menunjukkan gejala awal yang jelas.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menambahkan bahwa kondisi kesehatan seseorang bisa berubah kapan saja, dan hasil pemeriksaan yang baik tahun lalu bukan jaminan kondisi yang sama akan bertahan tahun ini.

"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," tutur Endang.

2 dari 3 halaman

Bukan Hanya Hipertensi, Kasus Diabetes Baru Juga Ditemukan

Selain kasus hipertensi baru, Kemenkes mencatat pola serupa pada kelompok prehipertensi. Dari 1,3 juta peserta CKG berstatus prehipertensi yang diperiksa ulang, 247 ribu di antaranya kini sudah masuk kategori hipertensi.

Kondisi yang sebanding juga terjadi pada diabetes. Dari 8,3 juta peserta yang menjalani pemeriksaan ulang, 188 ribu orang terdeteksi mengalami diabetes baru, sementara 16 ribu peserta yang sebelumnya berstatus prediabetes kini berkembang menjadi diabetes.

Di balik temuan kasus baru, data CKG juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dari sisi pengendalian penyakit. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang kembali memeriksakan diri, 1,1 juta orang berhasil menurunkan tekanan darahnya kembali ke rentang normal. Pola serupa terlihat pada 235 ribu penderita diabetes dari total 340 ribu peserta yang menjalani pemantauan ulang.

 

3 dari 3 halaman

Anamnesis Jadi Langkah Awal Sebelum Pemeriksaan Lanjutan

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa setiap sesi CKG selalu dimulai dengan anamnesis, yakni wawancara medis mendalam soal keluhan, riwayat penyakit, dan faktor risiko yang dimiliki peserta.

"Anamnesis membantu menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan jenis layanan yang sesuai. Dengan begitu, penanganan dapat diberikan lebih tepat sasaran," kata Dante.

Pakar kesehatan masyarakat dr. Iwan Ariawan menekankan bahwa keberhasilan program ini sebenarnya bergantung pada langkah lanjutan yang diambil peserta setelah menerima hasil pemeriksaan. Hasil tes yang keluar perlu direspons lewat perubahan gaya hidup, pengobatan rutin, atau rujukan medis lanjutan, bukan sekadar diketahui lalu diabaikan.

Untuk memperluas jangkauan program ini, Kemenkes mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG yang tersedia di Puskesmas terdekat. Selain itu, Kemenkes juga mendukung perluasan pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak-anak di lingkungan sekolah, sebagai bagian dari upaya deteksi dini yang menyasar seluruh kelompok usia.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id