Kulit Berminyak di Cuaca Lembap: 5 Cara Mudah Kendalikan Minyak Berlebih dan Cegah Jerawat
© Pexels.com/Cottonbro Studio
Reporter : Abidah
Cuaca lembap di negara Indonesia bisa menyebabkan kulit berminyak dan membuat rentan munculnya jerawat. Ketahui cara mengatasinya.
DREAM.CO.ID - Cuaca lembap bisa terasa seperti mimpi buruk bagi pemilik kulit berminyak. Dilansir dari TheHealthSite.com, ketika tingkat kelembapan udara naik, kelenjar sebasea justru mendapat sinyal untuk memproduksi lebih banyak sebum. Ditambah suhu panas, keringat pun bercampur dengan minyak, meninggalkan lapisan mengilap dan lengket yang mulai menyumbat pori-pori serta memicu jerawat.
Meski ribuan produk skincare menjanjikan hasil akhir yang kering, Dr. Shilpa Mrinal, spesialis kulit di Radiance Laser Skin Clinic, menekankan bahwa mengelola kulit berminyak di cuaca lembap bukan soal menghilangkan minyak sepenuhnya dari kulit. Ini soal keseimbangan, lapisan produk yang ringan, dan bahan aktif yang tepat sasaran. Berikut yang benar-benar bekerja menurut para ahli kulit.
1. Bersihkan Wajah Tanpa Menghilangkan Kelembapan Alaminya
Saat wajah terasa berminyak, dorongan alami yang muncul biasanya adalah mencucinya sekeras mungkin. Para dermatolog justru memperingatkan agar tidak melakukan ini, sebab sabun yang keras menghilangkan kelembapan esensial kulit, membuat kulit justru mengompensasinya dengan memproduksi lebih banyak minyak lagi.
Sebagai gantinya, carilah pembersih berbahan dasar air yang ringan dan mengandung salicylic acid (BHA). Alasannya, salicylic acid bersifat larut dalam minyak dan bisa masuk ke dalam pori-pori untuk mengangkat kelebihan sebum tanpa mengganggu skin barrier. Cukup cuci muka dua kali sehari, sekali di pagi hari dan sekali di malam hari. Jika berkeringat banyak di tengah hari, cukup bilas dengan air hangat suam-suam kuku tanpa perlu mencuci muka dengan sabun lagi.
2. Tetap Gunakan Pelembap, Pilih Formula yang Ringan
Mitos yang sering beredar menyebut kulit berminyak tidak butuh pelembap, apalagi saat kelembapan udara sedang tinggi. Padahal kenyataannya, melewatkan tahap pelembap justru membuat kulit dehidrasi, memaksanya memproduksi lebih banyak minyak sebagai kompensasi atas hilangnya kelembapan di permukaan kulit.
Singkirkan dulu krim tebal dan produk berbahan dasar petroleum sampai musim dingin tiba. Pilih pelembap berbahan gel yang bebas minyak, mengandung hyaluronic acid atau glycerin, sebab bahan-bahan ringan ini menarik kelembapan ke dalam kulit tanpa menambah rasa lengket atau berat.
3. Jaga Keseimbangan Mikrobioma Alami Kulit
Skin barrier yang kuat menjadi fondasi kulit sehat. Tingkat kelembapan dan keringat yang tinggi bisa mengganggu tingkat pH kulit, membuatnya lebih rentan terhadap bakteri yang pada akhirnya memicu jerawat. Di sinilah produk perawatan kulit berbasis fermentasi alami tingkat lanjut berperan. Bahan aktif dalam formula semacam ini berfungsi mendukung mikrobioma kulit yang sehat.
Penggunaan formula bio-fermentasi memungkinkan bakteri baik di permukaan kulit membantu mengurangi peradangan, sekaligus menghilangkan kilap berlebih dan menjaga lapisan kelembapan kulit. Keseimbangan inilah yang membantu mencegah munculnya masalah kulit di tengah kondisi cuaca yang sangat panas.
4. Kuasai Perlindungan dari Sinar Matahari
Tabir surya bukan sesuatu yang bisa ditawar-tawar, namun sunblock yang berat bisa terasa menyesakkan di tengah kelembapan tinggi. Carilah tabir surya berbentuk fluid, gel-cream, atau dry-touch dengan spektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi. Tabir surya berbahan mineral dengan zinc oxide cukup bermanfaat, sebab zinc membantu meredakan peradangan dan memberi hasil akhir matte yang lembut, menjadikannya pilihan yang menenangkan bagi kulit.
5. Manfaatkan Bahan Aktif Cerdas untuk Mengontrol Produksi Sebum
Tambahkan bahan aktif yang ditargetkan khusus ke dalam rutinitas perawatan kulit untuk mengatur produksi minyak dari waktu ke waktu. Niacinamide (Vitamin B3) menjadi favorit para dermatolog untuk iklim lembap, sebab bahan ini memperkuat skin barrier, mengurangi tampilan pori-pori, dan menstabilkan produksi sebum. Selain itu, menggunakan masker kaolin atau bentonite clay sekali seminggu membantu menyerap kelebihan minyak di permukaan kulit sekaligus membersihkan pori-pori secara mendalam tanpa membuat kulit terlalu kering.
Pada saat cuaca lembap dan kulit berminyak, cara memperlakukan kulit dengan tepat merupakan salah satu cara yang harus dilakukan. Pastikan menerapkan pembersihan yang lembut, tetap menjaga kelembapan, mendukung mikrobioma kulit, dan menggunakan perlindungan matahari yang non-komedogenik.