Mengapa Orang Bersepeda Lebih Banyak Menggunakan Pakaian yang Ketat?

Stories | Jumat, 21 Agustus 2026 10:00

Reporter : Abidah

Sejumlah pesepeda menggunakan pakaian ketat untuk menjalankan aktivitasnya. Ketahui apa manfaat dari menggunakan pakaian seperti itu.

DREAM.CO.ID - Jika pernah melihat rombongan pesepeda melintas di jalan, ada satu hal yang cukup mudah diperhatikan: banyak dari mereka menggunakan jersey dan celana yang sangat menempel pada tubuh. Bagi orang yang tidak terbiasa bersepeda, pakaian seperti itu mungkin terlihat kurang nyaman. Mengapa tidak menggunakan kaus biasa yang lebih longgar?

Ternyata, pakaian ketat pada pesepeda bukan sekadar persoalan gaya. Potongan pakaian tersebut dirancang untuk mendukung aerodinamika, kenyamanan, pengaturan suhu tubuh, dan kebebasan bergerak ketika mengayuh.

Mengurangi Hambatan Angin

Salah satu alasan utama pesepeda menggunakan pakaian ketat adalah aerodinamika. Ketika seseorang bersepeda, terutama pada kecepatan tinggi, tubuh harus bergerak melawan aliran udara. Pakaian yang longgar dapat berkibar dan menciptakan hambatan tambahan. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk melawan hambatan udara.

Jersey sepeda dibuat menempel pada tubuh agar permukaannya lebih mengikuti bentuk tubuh pesepeda. Dengan demikian, kain tidak banyak berkibar ketika terkena angin.

Bagi pesepeda rekreasional, perbedaannya mungkin tidak terlalu terasa. Namun, bagi pesepeda yang berlatih dengan kecepatan tinggi atau mengikuti perlombaan, efisiensi aerodinamika dapat menjadi sangat penting.

2 dari 4 halaman

Tidak Mudah Mengganggu Gerakan

Bersepeda membutuhkan gerakan kaki yang dilakukan berulang-ulang selama perjalanan. Pakaian yang terlalu longgar dapat bergerak, tersangkut, atau terasa mengganggu ketika tubuh terus berubah posisi.

Celana dan jersey khusus bersepeda dirancang mengikuti gerakan tubuh. Hal ini membuat pesepeda dapat mengayuh tanpa harus terus-menerus membetulkan posisi pakaian.

Masalah tersebut menjadi lebih terasa ketika pesepeda menggunakan sepeda dengan posisi tubuh yang membungkuk, seperti pada sepeda balap. Pakaian yang dirancang khusus akan mengikuti posisi tersebut dengan lebih baik dibandingkan kaus sehari-hari.

Membantu Mengelola Keringat

Pakaian bersepeda bukan hanya ketat, tetapi biasanya juga dibuat menggunakan bahan yang memiliki kemampuan mengelola kelembapan. Ketika bersepeda dalam waktu lama, tubuh menghasilkan banyak panas dan keringat. Bahan pakaian olahraga dirancang agar keringat dapat menyebar dan menguap lebih mudah sehingga tubuh terasa lebih nyaman.

Hal ini berbeda dengan kaus katun biasa yang dapat menyerap banyak keringat dan menjadi berat ketika basah. Pada perjalanan panjang, pakaian yang basah oleh keringat juga dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman. Karena itu, jersey sepeda umumnya menggunakan bahan sintetis khusus yang ringan dan cepat kering.

 

3 dari 4 halaman

Celana Ketat Punya Fungsi yang Lebih Penting

Jika jersey ketat terutama berkaitan dengan aerodinamika dan kenyamanan, celana sepeda memiliki fungsi tambahan yang sangat penting, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Celana sepeda biasanya dilengkapi bantalan pada bagian yang bersentuhan dengan sadel. Bantalan tersebut dikenal sebagai chamois. Fungsinya bukan sekadar membuat celana terasa empuk, tetapi membantu mengurangi tekanan dan gesekan pada area tubuh yang terus bersentuhan dengan sadel selama berjam-jam.

Celana yang terlalu longgar juga dapat menyebabkan kain bergeser dan menimbulkan gesekan berulang pada kulit. Karena itu, desain yang pas pada tubuh membantu menjaga bantalan tetap berada di posisi yang semestinya.

Namun, penggunaan celana berlapis bantalan tidak berarti seseorang pasti terbebas dari rasa sakit ketika bersepeda. Posisi sadel, ukuran sepeda, postur, dan durasi bersepeda tetap berpengaruh.

Kantong di Belakang Jersey

Ada satu ciri lain yang membuat jersey pesepeda berbeda dari kaus biasa. Banyak jersey memiliki kantong di bagian belakang. Kantong tersebut dirancang untuk membawa barang kecil seperti ponsel, dompet, makanan ringan, kartu, atau botol kecil tanpa harus menggunakan tas besar.

Penempatan di belakang juga membuat barang tidak terlalu mengganggu gerakan tangan ketika pesepeda berada dalam posisi mengayuh. Dengan demikian, jersey sepeda sebenarnya dirancang berdasarkan kebutuhan aktivitas tersebut, bukan sekadar dibuat seperti pakaian olahraga yang kebetulan memiliki desain ketat.

4 dari 4 halaman

Mengapa Tidak Semua Pesepeda Memakai Pakaian Ketat?

Meskipun memiliki berbagai keuntungan, pakaian ketat bukan sebuah kewajiban. Pesepeda yang hanya bersepeda santai, menggunakan sepeda untuk transportasi, atau bersepeda dalam jarak pendek dapat menggunakan pakaian sehari-hari yang nyaman. Faktor keselamatan dan kenyamanan tetap lebih penting daripada mengikuti tampilan pesepeda profesional.

Bahkan, pakaian bersepeda juga semakin beragam. Ada jersey dengan potongan lebih longgar, celana pendek untuk mountain biking, hingga pakaian yang dirancang agar terlihat seperti pakaian kasual.

Jadi, pakaian ketat bukan tanda bahwa pesepeda ingin sekadar terlihat sporty. Di balik desain tersebut terdapat pertimbangan teknis: mengurangi hambatan angin, menjaga kebebasan bergerak, membantu mengelola keringat, dan meningkatkan kenyamanan ketika duduk di atas sadel dalam waktu lama.

Bagi pesepeda profesional, setiap detail kecil dapat berpengaruh terhadap performa. Sementara bagi pesepeda biasa, prinsipnya lebih sederhana: gunakan pakaian yang nyaman, tidak mengganggu gerakan, sesuai kondisi cuaca, dan mendukung keselamatan selama berada di jalan.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id