Sampai Kapan Anak Perlu Duduk di Mobil Menggunakan Car Seat?
© Pexels.com/Kampus Production
Reporter : Abidah
Penggunaan car seat pada anak yang tepat dan benar penting untuk diketahui oleh orang tua. Hingga usia berapa sebenarnya anak perlu untuk menggunakannya?
DREAM.CO.ID - Pertanyaan ini hampir pasti pernah muncul di kepala setiap orang tua, kapan sebenarnya anak boleh berhenti duduk di car seat dan langsung memakai sabuk pengaman mobil biasa seperti orang dewasa? Jawabannya ternyata tidak ditentukan oleh satu angka usia tunggal, melainkan mengikuti tahapan berdasarkan tinggi, berat badan, dan tingkat kematangan anak.
Tahap Pertama: Rear-Facing Sejak Bayi
Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP) lewat HealthyChildren.org, bayi dan balita sebaiknya duduk menghadap ke belakang (rear-facing) selama mungkin, sampai mencapai batas berat atau tinggi maksimal yang ditentukan produsen car seat. Alasannya berkaitan dengan anatomi tubuh anak kecil: kepala mereka relatif besar dibanding tubuhnya, sementara struktur leher dan tulang belakang belum cukup kuat, membuat posisi menghadap belakang jauh lebih aman saat terjadi benturan.
Sebagian besar car seat model convertible memungkinkan anak tetap duduk rear-facing hingga usia dua tahun atau bahkan lebih lama, tergantung batas tinggi dan berat yang ditetapkan pabrikan. Semakin lama anak berada di posisi ini, semakin baik, karena posisi rear-facing memang menawarkan perlindungan optimal bagi kepala dan tulang belakang saat masa pertumbuhan awal.
Tahap Kedua: Forward-Facing dengan Harness
Begitu anak melewati batas maksimal rear-facing, langkah berikutnya adalah beralih ke posisi menghadap depan (forward-facing) dengan tali pengaman lima titik atau harness. Yang terbaik adalah tetap menggunakan kursi dengan harness selama mungkin, minimal hingga usia empat tahun. Banyak model car seat forward-facing bisa menampung anak hingga berat 65 pon atau sekitar 29 kilogram, bahkan lebih pada beberapa merek.
Orang tua sebaiknya tidak terburu-buru memindahkan anak ke booster seat sebelum benar-benar siap. Anak baru dianggap siap pindah ke booster seat begitu ia melampaui batas berat atau tinggi dari harness forward-facing-nya, biasanya berkisar antara 40 hingga 65 pon, tergantung model kursi yang digunakan.
Tahap Ketiga: Booster Seat
Inilah tahap yang paling sering membingungkan orang tua. Sebenarnya tidak ada usia spesifik yang menentukan kapan anak harus pindah dari car seat ke booster seat. Anak dianggap siap begitu ia melampaui batas tinggi atau berat dari harness lima titik pada car seat forward-facing-nya, sesuatu yang umumnya terjadi di rentang usia lima hingga sembilan tahun.
Booster seat berfungsi memposisikan tubuh anak agar sabuk pengaman mobil, baik bagian pangkuan maupun bahu, terpasang dengan benar di tubuhnya. Anak perlu tetap menggunakan booster seat hingga mencapai tinggi badan sekitar 4 kaki 9 inci atau 145 sentimeter, biasanya pada rentang usia delapan hingga dua belas tahun.
Kapan Anak Benar-Benar Boleh Lepas dari Booster Seat?
Dilansir dari NHTSA, badan keselamatan transportasi jalan raya Amerika Serikat, prinsip utamanya adalah mempertahankan anak pada setiap tahap kursi keselamatan selama mungkin, selama masih sesuai dengan batas tinggi dan berat yang ditetapkan pabrikan, sebelum beralih ke tahap berikutnya.
Booster seat umumnya dirancang untuk anak dengan berat 40 hingga 120 pon, dan sebaiknya tetap digunakan sampai anak mencapai tinggi minimal 57 inci atau sekitar 145 sentimeter, tinggi minimum agar sabuk pengaman mobil bisa terpasang dengan tepat di tubuh anak tanpa booster.
Cara memastikan anak sudah siap memakai sabuk pengaman biasa cukup sederhana: sabuk bagian pangkuan harus melintang tepat di paha dan pinggul, bukan di area perut, sementara sabuk bagian bahu harus melintasi bagian tengah bahu dan dada, bukan menyentuh leher atau justru melorot ke lengan. Dilansir dari SafeWise, jika sabuk pengaman belum bisa terpasang dengan posisi ideal tersebut, itu tandanya anak masih membutuhkan booster seat, terlepas dari berapa pun usianya saat itu.
Aturan Tambahan: Duduk di Kursi Belakang
Satu hal yang sering terlewat adalah soal posisi duduk di dalam mobil, bukan hanya soal jenis kursi keselamatan yang dipakai. Anak-anak sebaiknya tetap duduk di kursi belakang mobil setidaknya hingga usia 12 tahun, terlepas dari apakah mereka sudah menggunakan sabuk pengaman biasa atau masih memakai booster seat. Aturan ini berlaku karena kursi depan, meski dilengkapi airbag, tetap membawa risiko cedera lebih tinggi bagi anak dibanding duduk di bagian belakang kendaraan.
Pada akhirnya, jawaban paling akurat soal "sampai kapan" anak perlu memakai car seat bukan angka usia yang kaku, melainkan kombinasi tinggi badan, berat badan, dan kemampuan anak duduk tegak dengan sabuk pengaman terpasang benar sepanjang perjalanan. Rata-rata, proses ini berjalan bertahap dari lahir hingga sekitar usia 10 hingga 12 tahun, saat tubuh anak akhirnya cukup besar untuk sabuk pengaman mobil standar bekerja optimal tanpa bantuan kursi tambahan apa pun. Membaca buku panduan car seat yang dipakai serta memeriksa batas tinggi dan berat badannya secara berkala jadi cara paling akurat untuk menentukan kapan waktunya beralih ke tahap berikutnya.