Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya
© Pexels.com/Luis Angel Velasquez De La Rosa
Reporter : Abidah
Jika setir terasa lebih berat dari biasanya, ada beberapa pemeriksaan awal yang dapat dilakukan sebelum membawa mobil ke bengkel.
DREAM.CO.ID - Pernah merasakan setir mobil tiba-tiba menjadi berat ketika hendak berbelok? Kondisi ini bukan sekadar membuat berkendara terasa tidak nyaman. Pada mobil yang menggunakan power steering, setir yang sulit diputar dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem kemudi, mulai dari berkurangnya cairan power steering hingga gangguan pada komponen yang membantu sistem tersebut bekerja.
Sebagian besar mobil modern dilengkapi power steering untuk membuat pengemudi lebih mudah mengendalikan arah kendaraan. Namun, seiring bertambahnya usia kendaraan, sistem tersebut dapat mengalami keausan. Masalah pada penyelarasan roda atau pompa power steering juga dapat menyebabkan sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Jika setir terasa lebih berat dari biasanya, ada beberapa pemeriksaan awal yang dapat dilakukan sebelum membawa mobil ke bengkel.
1. Periksa Cairan Power Steering
Salah satu hal pertama yang dapat diperiksa adalah level cairan power steering. Kekurangan cairan dapat membuat setir terasa berat ketika diputar. Buka tutup reservoir atau wadah cairan power steering dan periksa ketinggiannya. Jika volumenya berada di bawah batas yang seharusnya, cairan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Jika Anda harus berulang kali menambahkan cairan power steering, masalahnya mungkin bukan sekadar kekurangan cairan. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya kebocoran pada sistem kemudi.
2. Periksa Kemungkinan Kebocoran
Kebocoran juga dapat menyebabkan volume cairan power steering berkurang sehingga bantuan tenaga pada sistem kemudi melemah. Pemeriksaan dapat dimulai dengan melihat selang dan saluran di sekitar pompa power steering. Jika memungkinkan, bagian bawah kendaraan juga perlu diperiksa untuk mencari tanda kebocoran pada seal rack and pinion.
Pada mobil yang lebih tua, sistem kemudi mungkin menggunakan recirculating ball unit sehingga komponen tersebut juga perlu diperiksa. Karena pemeriksaan bagian bawah mobil dapat membutuhkan pengangkatan kendaraan, sebaiknya jangan mengambil risiko jika tidak memiliki peralatan dan pengalaman yang memadai.
3. Dengarkan Apakah Ada Suara dari Pompa
Suara yang muncul ketika setir diputar juga dapat memberikan petunjuk mengenai masalah pada power steering. Dengan bantuan orang lain, mesin dapat dinyalakan sementara orang tersebut memutar setir. Perhatikan apakah terdengar suara keras atau suara melengking dari area pompa power steering.
Suara melengking yang keras dapat menjadi tanda bahwa sabuk power steering mengalami kelonggaran dan perlu disetel. Pada kendaraan yang menggunakan drive belt atau serpentine belt, sabuk tersebut berfungsi menggerakkan pompa power steering sekaligus beberapa sistem kendaraan lainnya. Menurut Firestone yang dikutip HowStuffWorks, serpentine belt umumnya memiliki masa pakai sekitar 95.000 hingga 160.000 kilometer.
4. Kapan Harus Dibawa ke Bengkel?
Jika pemeriksaan cairan, kebocoran, dan sabuk tidak menemukan penyebabnya, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan oleh mekanik. Mekanik dapat mengangkat mobil menggunakan lift atau ramp untuk memeriksa komponen di bagian bawah kendaraan. Pemeriksaan juga dapat diarahkan pada steering column atau steering rack, yang tidak selalu dapat dicek dengan mudah dari luar.
Setir yang terasa berat sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kecil, terutama jika perubahan terjadi secara tiba-tiba atau semakin parah. Sistem kemudi berkaitan langsung dengan kemampuan pengemudi mengarahkan kendaraan, sehingga sumber masalah perlu diketahui sebelum kendaraan kembali digunakan seperti biasa.
Pada akhirnya, setir berat dapat disebabkan oleh hal yang relatif sederhana seperti level cairan power steering yang rendah, tetapi juga bisa berkaitan dengan kebocoran, sabuk yang longgar, pompa, atau komponen sistem kemudi lainnya. Pemeriksaan awal dapat membantu menemukan petunjuk, tetapi jika penyebabnya tidak jelas, pemeriksaan mekanik tetap diperlukan.