Keluarga Kompak, Guncang Mobil Biar Tangki BBM Maksimal Terisi

Reporter : Sugiono
Senin, 23 Desember 2019 18:14
Keluarga Kompak, Guncang Mobil Biar Tangki BBM Maksimal Terisi
Memang guncang mobil saat isi bensin bisa membuat tangki BBM penuh maksimal?

Dream - Liburan bersama seluruh anggota keluarga tentu jadi pengalaman menyenangkan. Terutama jika liburan dengan naik mobil pribadi.

Selain bisa " membunuh" kebosanan selama perjalanan, liburan bersama keluarga juga menguntungkan. Jika ada masalah di perjalanan, semua anggota keluarga bisa dimintai bantuan.

Itulah yang terlihat pada video viral yang dibagikan akun Facebook HelloSia Singapore yang dilansir dari World of Buzz berikut ini.

Dalam video terlihat satu keluarga terdiri tiga orang dewasa dan seorang anak-anak yang kompak. Mereka bahu membahu mengguncang mobil di sebuah SPBU.

Dua orang dewasa dan satu anak itu menggoyang-goyangkan mobil. Sementara salah satu dari mereka mengisi bensin. Dengan mengguncang mobil, mereka berpikir tangki bensin bisa terisi secara maksimal.

Tidak ada keterangan lengkap terkait postingan itu. Tetapi netizen menyebut video berdurasi 18 detik ini diambil di sebuah SPBU di Johor Bahru, Malaysia.

Benarkah mengguncang atau memiringkan mobil atau motor dapat mengisi tangki BBM secara maksimal? Jawabannya adalah tidak.

Memompa BBM ke dalam tangki menciptakan buih dan uap. Mengguncang atau memiringkan mobil dan motor tidak akan membuat BBMmenyebar lebih cepat.

Justru dengan menunggu buih hilang, BBM bisa mengisi ruang penyimpanan secara maksimal.

Meski begitu, kekompakan keluarga ini patut diacungi jempol. Bukan begitu, Sahabat Dream?

1 dari 6 halaman

Lihat Videonya

Kekompakan keluarga ini patut dipuji. Mereka mengguncang mobil saat mengisi bensin. Harapanya, tangki bensin bisa terisi secara maksimal. Padahal mengguncangkan mobil agar bensin terisi secara maksimal hanyalah pekerjaan sia-sia.

2 dari 6 halaman

Benarkah Isi BBM di Malam Hari Lebih Banyak dari Siang Hari?

Dream – Sampai saat ini anggapan lebih baik mengisi bahan bakar minyak (BBM) di siang hari daripada malam hari masih banyak diyakini pemilik kendaraan bermotor. Alasannya, BBM lebih mudah menguap pada siang hari.

Apalagi jika bahan bakar ditempatkan di tangki berbahan logam. Efek pemuaiannya dianggap menjadi lebih cepat.

Pertanyaanya, apakah benar anggapan ini?

Dikutip dari Suzuki, Kamis 15 Agustus 2019, setiap cairan, baik itu air atau BBM, pada prinsipnya bisa terpengaruh dengan kondisi lingkungan sekitar.

Contoh sederhananya, air jika ditaruh di dalam kulkas akan menjadi dingin dan bisa juga akhirnya jadi beku. Jika dijemur di matahari maka akan bisa menjadi hangat dan jika panas terik bisa juga memuai.

3 dari 6 halaman

Bagaimana dengan Bensin?

Begitu juga bahan bakar kendaraan, seperti bensin. Jika temperatur di lingkungan sekitar turun, maka ia akan ikut turun. Sebaliknya, jika suhu diluar tinggi, BBM akan ikut jadi hangat bahkan dalam keadaan panas terik bisa memuai.

Satu liter bensin waktu suhu dingin dan satu liter bensin waktu suhu panas beratnya tidak akan sama jika ditimbang.

Mana yang lebih berat? Sudah tentu yang bahan bakar yang suhunya lebih dingin.

Namun, apakah perbedaannya jauh atau tidak sebenarnya?

Saat kita mengisi bensin di siang hari sama malam hari, contohnya di Jakarta, suhu siang bisa mencapai 32 derajat Celcius. Saat malam, paling hanya turun sedikit menjadi 30 derajat Celcius.

Nah, perbedaan dua derajat itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada perubahan volume bahan bakar.

Jadi bisa disimpulkan, perbedaan berat dalam satuan ukuran isi liter bensin di siang hari dan malam hari, tidak terlalu berpengaruh kalau kamu hanya membeli beberapa liter bensin saja.

Perbedaan ini baru akan terlihat jika membeli bahan bakar dalam jumlah yang sangat banyak.

4 dari 6 halaman

Ambulans Bawa Pasien Malah Isi Bensin Dulu, Akhir Pilu Buat Keluarga

Dream - Warga berusia lanjut, Lai Kim meninggal di ambulans karena terlambat sampai di rumah sakit. Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Kuching, Sarawak, Malaysia, Senin, 11 Maret 2019.

Saat ini, dilaporkan World of Buzz, Fung Ying, putri Lai Kim mencari penjelasan dari pihak berwenang mengenai dugaan kesalahan yang merenggut nyawa ayahnya.

Dia mengunggah kronologi alasan meninggalnya ayahnya di Facebook. Dia menyebut, ambulans sempat berhenti di pompa bensin karena kehabisan bahan bakar.

 Ambulans yang berhenti di stasiun pengisian bahan bakar (Foto: World of Buzz)© World of Buzz

Ambulans yang berhenti di stasiun pengisian bahan bakar (Foto: World of Buzz)

“ Di pagi hari, ayah saya menderita sakit perut ekstrem dan jantungnya berdetak sangat cepat. Ibu dan adik laki-lakiku membawanya ke klinik terdekat, Klinik Kesehatan Siburan," tulis Ying.

Dari rekam Elektrokargdiogram (ECG) menunjukkan ayahnya memiliki detak jantung yang tidak normal. Tapi, klinik tersebut tak memiliki fasilitas untuk mendiagnosis penyebab sakit perut tersebut.

" Dokter kemudian meminta ayah saya untuk dipindahkan ke rumah sakit," ujar dia.

5 dari 6 halaman

Pasien Ditinggal ke Kantor Polisi

Ying mengatakan, ambulans tidak segera menuju ke rumah sakit. Bahkan sirene ambulans tersebut juga tak menyala.

Dengan kondisi sakit, ambulans tersebut ternyata menyempatkan diri menuju pengisian bahan bakar di Petronas Siburan. Tapi, saat di pengisian bahan bakar, sebuah truk menyenggol ambulans sehingga pintu pengemudi tidak bisa menutup.

" Ibuku berkata, ayahku masih sadar ketika kecelakaan itu terjadi. Dia memberi tahu ibuku, ‘Bagaimana kecelakaan itu terjadi? Kita seharusnya sudah sampai di rumah sakit sekarang`. Saya percaya kecelakaan itu menyisakan banyak waktu di pompa bensin," ucap dia.

Meski sedang membawa pasien, akibat tabrakan yang terjadi, asisten medis dan sopir ambulans justru membuat laporan polisi. Kondisi itu membuat keluarga pasien tertinggal di ambulans.

 

6 dari 6 halaman

Hanya Permintaan Maaf yang Terlontar

Tiba-tiba, kondisinya memburuk. Ayahnya berhenti bernafas dan suhu tubuhnya mendadak jadi dingin.

“ Saudaraku dengan cepat mencari bantuan asisten medis di kantor polisi. Dia melakukan CPR selama hampir 15 menit pada ayah saya. Sayangnya, ayah saya tidak merespon dan meninggal sekitar pukul 11 ​​pagi,” kata dia.

Sudah lebih dari sepekan sejak ayahnya meninggal dan satu-satunya jawaban yang mereka terima hanya permintaan maaf. 

Fung Ying sekarang menuntut penjelasan dari pihak berwenang atas nama ibunya. Dia juga mempertanyakan prosedur operasi standar (SOP) yang dipraktikkan oleh personel medis.

Kasus ini sekarang sedang diselidiki berdasarkan Pasal 43 dari Undang-Undang Tahun 1987 Tentang Transportasi Jalan.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar