(Foto: HiLo Soleha)
Dream - Tinggal di negara tropis seperti Indonesia, bikin para wanita yang berkeinginan memiliki kulit cerah berlomba-lomba menutupi kulit mereka dengan beragam bentuk busana agar tidak ‘dimakan’ sinar matahari. Terlebih kaum hijaber saat ini gemar memadupadankan pakaian sekaligus hijab agar terlihat lebih menarik.
Tetapi tahukah kamu, kalau kulit kurang terpapar sinar matahari dapat menyebabkan Sahabat Dream kekurangan vitamin D, karena sinar matahari dapat membantu mengubah provitamin D menjadi vitamin D, yang mana dapat membantu tubuh menyerap kalsium dengan baik.
Seperti diketahui, vitamin D dan kalsium merupakan dua nutrisi utama yang penting untuk kesehatan tulang.
Vitamin D yang dapat dipenuhi bantuan sinar matahari ini, memiliki fungsi untuk membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.
Sedangkan kalsium merupakan komponen utama penyusun tulang dan asupan kalsium yang cukup telah terbukti dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah osteporosis atau keropos tulang.
Meski demikian, Sahabat Dream yang mengenakan hijab dan banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan setiap harinya yang mana jarang ‘tersentuh’ sinar matahari kini ada solusinya yaitu dengan pengonsumsian susu HiLo Soleha secara teratur.
Hadir dalam bentuk bubuk dengan rasa chocolate vanilla yang enak, HiLo Soleha tidak hanya tinggi kalsium dan rendah lemak, tetapi juga mengandung vitamin D yang cukup untuk memenuhi 100 persen kebutuhan vitamin D harian Sahabat Dream.
Dengan mengonsumsi HiLo Soleha secara rutin, kamu tidak perlu khawatir kekurangan kalsium atau vitamin D lagi!
Ayo sayangi tulangmu dan penuhi panggilanmu bersama HiLo Soleha! (Ism)
Advertisement

Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Oli Palsu Marak, QTRUST Hadirkan SeQure untuk Cek Keaslian Produk

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya