Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jahe Kerap Dijadikan Campuran Obat Herbal. (Foto: Pexels.com)
Dream - Jahe merupakan bahan alami yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tak heran jika jahe kerap dijadikan campuran obat herbal.
Rasa dan baunya juga sangat khas. Sehingga jahe kerap digunakan pada masakan khas Indonesia. Dilansir dari Times of India, berikut manfaat yang didapatkan ketika mengonsumsi jahe.
Mencegah kerusakan sel
Kandungan antioksidan yang sangat tinggi pada jahe dapat mencegah stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan proses yang berkaitan dengan beberapa penyakit seperti diabetes, stroke dan kanker.
Hal ini terjadi ketika terlalu banyak molekul radikal bebas yang diproduksi oleh proses metabolisme.
Penelitian pada 2017 juga membuktikan bahwa jahe dapat menyeimbangkan meningkatkan kadar antioksidan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan ketika tubuh terpapar zat berbahaya. Jika tubuh mengalami stres oksidatif, kondisinya bisa menjadi kronis dan memicu serangan jantung atau rasa sakit seperti arthritis.
Berdasarkan penelitian pada 2001, konsumsi ekstrak jahe dua kali sehari selama 6 minggu berhasil meredakan rasa sakit di lutut akibat peradangan pada pasien osteoarthritis.
Membantu mengatasi mual
Ini merupakan fakta yang telah diketahui banyak orang bahwa jahe dapat membantu mengatasi mual dan muntah. Maka dari itu, jahe seringkali disarankan untuk ibu hamil yang mengalami morning sick.
Penelitian pada 2019 membuktikan bahwa konsumsi 250 miligram kapsul jahe selama 4 hari berhasil meredakan mual dan muntah pada wanita hamil.
Jahe dapat menghambat produksi bahan kimia yang memicu kontraksi pada uterus dan menyebabkan nyeri haid. Penelitian membuktikan bahwa 750-2000 miligram bubuk jahe dapat meredakan nyeri haid di hari ketiga sampai keempat.
Meregulasikan kadar gula darah
Bahan alami ini diklaim dapat mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Penelitian membuktikan pasien yang mengonsumsi 2 gram bubuk jahe setiap hari berhasil mengontrol kadar gula darah.
Jahe bisa dikonsumsi dengan berbagai cara. Mulai dari dicampur dengan teh, kari, smoothies, kue hingga dibuat menjadi infused water.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire