Bakmi Jawa (Sumber: Bellotravelers.com)
Dream - Lelah dan lapar setelah berpetualang di Yogyakarta? Isi kembali semangat traveler dengan menyantap Bakmi Jawa.
Mau yang godhog (disajikan dengan kuah) atau goreng (tanpa kuah), dijamin traveler akan kembali siap menjelajah kota Jogja lagi setelah menyantap kuliner khasnya ini.
Bakmi Jawa khas Jogja ini benar-benar istimewa. Dengan falsafah alon-alon waton mateng (biar lambat, asal matang), proses memasak bakmi dikerjakan per porsi, bukan banyak porsi dalam sekali masak.
Hal ini bertujuan agar bumbu tercampur sempurna dengan mie sehingga hasil akhir cita rasa dan kematangan mie menjadi maksimal.
Karena itu, meski bumbunya terbilang sederhana, yakni hanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, merica, garam, dan udang, hasil pengolahan 'alon-alon waton mateng' ini mampu menghasilkan rasa gurih segar yang membuat ketagihan.
Soal bahan baku, bahan-bahan yang digunakan antara lain mie, telur bebek, suwiran daging ayam, seledri, daun bawang, dan kubis.
Untuk menambah keindahan penyajian, ada yang menambahkan irisan seledri dan bawang goreng. Sementara kuah kental nan gurihnya berasal dari rebusan ayam kampung yang
dicampur dengan kocokan telur bebek. Sudah terbayang kelezatannya?
Keistimewaan berikutnya terletak pada alat masak yang digunakan. Dimasak diatas anglo atau tungku tanah liat dengan bahan bakar dari arang. Konon inilah yang semakin menambah kelezatan Bakmi Jawa.
Tergoda untuk mencicipinya? Pastikan Bakmi Jawa khas Jogja ini jadi asupan energi traveler sebelum kembali menjelajah Jogja. Ingin mengeksplor hal lainnya tentang Jogja? Lihat di sini. (Ism)
Advertisement

Spesies Kucing Baru Ditemukan di Bolivia, Ukurannya Lebih Kecil dari Kucing Rumahan

Kurang Tidur Bikin Kepala Sakit? Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

Sarapan Sebaiknya Protein atau Karbohidrat? Ahli Gizi Ungkap Pilihan yang Lebih Tepat

Mengapa Motif Batik Mega Mendung Mirip dengan Desain Awan China?


Sempurnakan Kriteria FCA, Hari Ini 92 Saham Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI

Bukan 2026, Negara-Negara Ini Masih Menggunakan Kalender dengan Tahun yang Berbeda