Hati-Hati! Cara Minum Kopi Ini Bisa Ganggu Kesehatanmu

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 17 Desember 2020 13:45
Hati-Hati! Cara Minum Kopi Ini Bisa Ganggu Kesehatanmu
Cari tahu penelitiannya.

Dream - Minum kopi telah menjadi kebiasaan banyak orang. Hampir semua orang di Indonesia harus menyeruput secangkir kopi untuk memulai aktivitas di pagi hari. Tak heran jika jumlah kedai kopi banyak bermunculan di Indonesia.

Namun mengonsumsi kopi secara rutin juga memiliki efek samping baik dan buruk yang harus diperhatikan.

Selain kafein atau kandungan yang ada di dalam kopi, ternyata penelitian terbaru membuktikan bahwa gelas atau wadah kertas untuk menyajikan minuman tersebut berbahaya bagi tubuh.

Dilansir dari Eat This, wadah kertas yang mengandung film plastik bisa menyebabkan munculnya partikel mikroplastik berbahaya di dalam tubuh.

1 dari 2 halaman

Mikroplastik tidak hanya terdapt di gelas kertas

Minum Kopi
Jika dihitung rata-rata konsumsi teh atau kopi per hari menggunakan gelas kertas akan menyebabkan masuknya 75 ribu partikel mikroplastik dalam tubuh yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

Partikel tersebut dapat berkembang setelah 15 menit minum kopi atau teh dari wadah tersebut.

Plastik untuk wadah teh atau kopi tersebut hampir sama dengan yang dipakai pada ban mobil, pakaian serta produk kosmetik. Bahkan, sejumlah mikroplastik telah terkandung dalam sumber air maupun air laut.

Kandungan ini tentunya dapat membahayakan ekosistem laut serta kesehatan manusia. Menurut WHO, mikroplastik terkandung dalam 90 persen botol air minum yang terjual secara global.

2 dari 2 halaman

Penyakit yang bisa disebabkan oleh mikroplastik

Peningkatan jumlah mikroplastik dalamtubuh dapat menyebabkan penyakit berbahaya, bahkan kanker.

Penelitian yang dilakukan di Arizona State University menemukan bahwa kandungan tersebut berbahaya bagi paru-paru, ginjal, hati dan organ lainnya.

Namun, penelitian tersebut masih harus dikembangkan lebih lanjut. Beberapa penyakit lainnya yang diklaim berkaitan dengan mikroplastik adalah obesitas, masalah reproduksi serta terhambatnya perkembangan anak.

(Sumber: Eat This)

Beri Komentar