Instagram @thom_astro
Dream - Pizza selalu jadi hidangan favorit banyak orang. Termasuk para astronot yang sedang bekerja di pesawat luar angkasa. Pizza rupanya termasuk menu bekal untuk mengisi perut para astronot.
Saat dibawa ke luar angkas, pizza masih dalam bentuk adonan. Setelah itu baru diracik dengan saus dan topping favorit. Sebuah video diunggah oleh akun Instagram @thom_astro, seorang astronot asal Prancis.
Video tersebut viral karena menjawab rasa penasaran banyak orang bagaimana para astronot bisa menyantap pizza saat bekerja di pesawat ruang angkasa yang tak memiliki gravitasi.

Dari video tampak 6 orang astronot sedang pesta pizza 'mengambang'. Awalnya para astronot menyiapkan adonan, menaruh saus pizza, keju dan topping. Pizza kemudian dibungkus dengan kertas timah dan dimasak.
Setelah itu para astronot berpose untuk berfoto dengan suguhan lezat. " Malam pizza terapung bersama teman-teman, hampir terasa seperti hari Sabtu di Bumi. Mereka mengatakan koki yang baik tidak pernah mengungkapkan rahasia mereka, tapi saya membuat video sehingga kamu bisa menjadi hakim. Semuanya kecuali nanas, itu akan menjadi pelanggaran serius di Italia ," tulis caption pada postingan @thom_astro.
View this post on Instagram
Banyak warganet yang mengomentari video tersebut. Ada yang penasaran dan bertanya " mengapa pizzanya melayang tapi toppingnya tidak?" . Lalu komentar lainnya ingin tahu rasa pizza tersebut " apakah rasa pizzanya sama dengan rasa saat makan di Bumi?" .
Wah jadi bikin tambah penasaran, Sahabat Dream.
Dream - Oven bata merupakan perlengkapan penting untuk memasak pizza klasik khas Italia. Bisa juga membuat pizza di oven listrik atau microwave. Ada banyak cara untuk memasak pizza, tapi pernah Sahabat Dream membayangkan memasaknya di lava vulkanik yang aktif?
David Garcia, pria asal Guatemala membuat pizza di gunung dengan lava aktif. Ia membuat kedai pizza ekstrem di atas gunung Pacaya, yang memang jadi tujuan wisata vulkanik.
Ide Garcia ini rupanya membuat banyak orang penasaran. Terbukti sejumlah wisatawan datang berbondong untuk menyantap pizza yang dimasak di atas batu vulkanik membara. Lewat akun Instagram @pizzapacayadedavid, Garcia memperlihatkan aksinya menguleni adonan, menggulung pizza dan menyusun topping.

Dia kemudian menaruh pizza di atas piring logam yang tahan terhadap suhu 1.000 derajat Celcius dan ditempatkan di atas lava, dengan menggunakan roda gigi pelindung.
Tak ketinggalan Garcia juga membagikan foto beberapa tamu tersenyum bahagia menikmati pizza dibuat menggunakan teknik unik ini.
" Senang untuk mencoba dan kamu akan terkejut betapa enak pizzanya dan kaya rasa," ujar salah satu pengunjung.

Gunung berapi Pacaya di Guatemala aktif sejak Februari 2021. Penduduk dan pihak berwenang tetap waspada dengan kondisi gunung dan Garcia tampaknya memanfaatkan dengan baik.
Laporan Radhika Nada/ Sumber: FoodNDTV
Dream - Pizza termasuk sajian yang bisa dikreasikan dengan banyak isian. Untuk menu klasik, bisanya berisi saus tomat, keju mozarella, sosis, smoked beef dan tomat segar.
Ada juga pizza vegetarian yang isinya hanya sayuran seperti paprika, tomat, dan jagung. Bagaimana kalau pizza untuk Sultan? Tentunya isiannya begitu mewah, bukan sekadar sosis atau keju mozarella.
Sebuah restoran Italia bernama L'antica Pizzeria Da Pietro, berlokasi di Tunisia, sengaja membuat pizza versi 'high end'. Pizza dibuat dengan taburan emas yang bisa dimakan dan jamur truffle yang harganya selangit.

Rupanya pizza tersebut dibuat sengaja untuk memecahkan rekor sebagai pizza termahal di Afrika. Pizza tersebut juga memiliki taburan krim truffle dan dada bebek asap.
Penasaran harganya?
Ternyata mencapai US$360 atau sekitar Rp5,1 juta. Duh, jadi penasaran rasa pizza Sultan Afrika.
Sumber: Times of India