Ilustrasi Indeks Menghijau.
Dream - Indeks syariah kompak menguat pada Senin 22 Oktober 2018. Penguatan ini juga terjadi di pasar uang.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,216 poin (0,12%) level 174,576.
ISSI bertahan di zona hijau setelah menguat di level 174,489. Indeks ini bertengger di puncak di level 175,165.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terangkat 1,114 poin (0,17%) ke level 648,424.
Indeks JII70 naik 0,274 poin (0,08%) ke level 215,141. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 3,144 poin (0,05%) ke level 5.840,435. (ism)
Perdagangan kali ini tercatat senilai Rp2,47 triliun dan ada 31,87 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Dana asing sebanyak Rp1,56 triliun masuk ke dalam bursa.
Investor lebih suka memainkan sahamnya di sektor infrastruktur sehingga indeksnya meroket 1,68 persen. Kenaikan saham ini diikuti oleh saham properti sebesar 0,47 persen, pertambangan 0,44 persen, dan industri dasar.
Sebaliknya, sektor yang melemah perdagangan 0,56 persen, keuangan 0,315 persen, pertanian 0,26 persen, industri aneka 0,21 persen. Begitu pula dengan barang konsumsi 0,07 persen dan manufaktur 0,07 persen.
Emiten-emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNIC yang harga sahamnya naik Rp530, ITMG Rp400, IBST Rp375, TCPI Rp350, dan BAYU 200.
Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya terkoreksi Rp600, UNVR Rp375, INTP Rp300, MKPI Rp200, dan LINK Rp140.
Bagaimana dengan rupiah? Kurs dolar AS terhadap rupiah turun 4 poin (0,03%) ke level Rp15.183 per dolar AS, pada pukul 16.23. (ism)
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya