6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
OJK Mengemas Ulang Keuangan Syariah.
Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak pernah berhenti menggenjot keuangan syariah di Indonesia. Upaya terbaru dilakukan OJK dengan mengemas ulang (rebranding) keuangan syariah yang selama ini dikenal masyarakat.
“ Saat ini judulnya (kami) rebranding keuangan syariah,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, di Jakarta, ditulis Jumat 3 November 2017.
Menurut Wimboh ada tiga alasan yang membuat OJK memutuskan mengemas ulang keuangan syariah. Yang pertama, mereka ingin mengembangkan produk keuangan syariah supaya bisa menarik lebih banyak minat masyarakat.
Wimboh mengibaratkan kondisi keuangan syariah di Indonesia seperti sebuah bus namun penumpangnya sedikit.
“ Bus yang rombeng dicat ulang dan tempat duduknya diganti dengan tempat duduk yang nyaman,” kata Wimboh.
Rebranding keuangan syariah juga dilakukan OJK demi menciptakan pelanggan baru keuangan syariah. Untuk menjalankan aktivitas ini, OJK mengaku menyusun sebuah program jangka menengah panjang yang harus segera dipersiapkan
“ Ada satu program yang medium long term yang tak boleh kita lupakan. Kita meng-create nasabah syariah. Upaya ini sangat penting dan harus masif,” kata Wimboh.
Terakhir, OJK berharap upaya rebranding keuangan syariah bisa membuat sistem keuangan Islamini menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses layanan keuangan syariah.
Wimboh mengakui layanan keuangan syariah biasanya hanya hadir di kota-kota besar yang membuat masyarakat yang di luar perkotaa sulit menjangkau layanan keuangan. Tak jarang nasabah yang tak terjangkau ini lari ke lintah darat saat tengah membutuhkan biaya atau modal.
Salah satu langkah yang dilakukan OJK agar bisa menjangkau masyarakat yang tak bisa menjangkau perbankan ini adalah masuk ke pesantren untuk membuat lembaga keuangan mikro.
“ Kami masuk ke pesantren, kemudian masuk ke masyarakat yang tidak bisa mengakses keuangan,” kata dia.
(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?