5 Alasan Generasi Milenial Belum Punya Rumah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 6 Desember 2019 09:13
5 Alasan Generasi Milenial Belum Punya Rumah
Nomor 1 dan 5 paling kentara.

Dream - Bagi sebagian kalangan milenial, memiliki rumah sendiri merupakan impian karena masih menjadi simbol kemapanan. Generasi milenial punya pandangan yang berbeda.

Bagi generasi Y, rumah tak lagi menjadi prioritas. Pergeseran pandangan ini juga terjadi dalam hal-hal lain seperti kendaraan.

Sebagian generasi milenial juga tidak memprioritaskan untuk memiliki mobil sendiri karena berbagai alasan seperti tersedianya transportasi online, semakin mudahnya transportasi publik, sampai maraknya sistem berbagi tumpangan.

Dikutip dari Cek Aja, Jumat 6 Desember 2019, ada lima alasan generasi milenial tak memprioritaskan membeli rumah. Pertama, penghasilan pas-pasan. Tak sedikit generasi milenial yang sudah bekerja tapi belum mapan dalam hal finansial.

Selama itu, mereka belum sempat untuk menabung. Penghasilan bulanan mungkin hanya cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan primer bulanan. Karena alasan ini, milenial belum terpikir untuk membeli rumah sendiri.

1 dari 6 halaman

Harga Rumah Tinggi dan Pindah Kerja

Kedua, harga rumah terlalu tinggi. Tak dapat dipungkiri, harga rumah memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah sudah menyiasati hal ini dengan menyediakan perumahan murah bersubsidi

Akan tetapi, bagi milenial, harganya masih terlampau tinggi sehingga terasa berat. Saking tingginya harga rumah, banyak milenial lebih memilih untuk mengalokasikan dananya untuk kebutuhan lain.

Ketiga, pindah-pindah kerja. Alasan lainnya adalah terus berpindah kerja. Generasi ini lebih suka mengeksplorasi kemampuan diri dan mencoba hal-hal baru. Tidak heran kalau generasi milenial sering berpindah pekerjaan dengan mudah dengan berbagai alasan mengejar passion dan memperbanyak pengalaman.

Kebiasaan milenial ini juga didukung oleh kemudahan teknologi sehingga generasi milenial bisa bekerja secara remote. Mereka bisa mengerjakan pekerjaan dari mana saja yang disukai. Oleh karena itu, memiliki rumah tak lagi penting karena sering berpindah tempat.

2 dari 6 halaman

Biaya Perawatan Rumah dan Gaya Hidup

Keempat, biaya kepemilikan rumah. Memiliki rumah berarti mengeluarkan biaya untuk perawatan dan lain-lain seperti melengkapi furnitur, serta membayar tagihan listrik dan air.

Belum lagi biaya tak terduga kalau tiba-tiba terjadi kerusakan. Bagi milenial, hal-hal ini terlalu ribet dan tentu saja menelan banyak biaya.

Kelima, gaya hidup. Bagi generasi Y, pengalaman menjadi lebih penting daripada kemapanan. Oleh karena itu, generasi ini lebih suka menghabiskan uang untuk memperkaya pengalaman seperti traveling dan mencoba hal-hal baru.

Ada juga yang menghabiskan uangnya untuk belanja barang-barang seperti baju, gadget terbaru, mencoba makanan baru, dan nongkrong di kedai kopi bertarif mahal. Semua hal itu berpengaruh pada kondisi finansial yang membuat milenial tidak terpikir atau belum berani beli rumah.

3 dari 6 halaman

Jangan Asal Murah, 3 Hal Ini Perlu Dipikirkan Sebelum Beli Rumah

Dream - Rumah sudah jadi salah satu kebutuhan pokok. Memiliki rumah sendiri merupakan impian setiap orang.

Meski begitu, membeli rumah bisa jadi bukan perkara mudah. Tidak cukup hanya dengan menabung atau mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

 

© Dream

 

Saking pentingnya kebutuhan rumah, tak sedikit orang tergesa-gesa membelinya karena harganya murah.

Padahal, membeli rumah tak bisa hanya mempertimbangkan harganya. Ada tiga hal yang harus dipertimbangkan. Berikut ini rinciannya, dikutip dari Seva.id.

4 dari 6 halaman

1. Lokasi

Lokasi perlu menjadi tolok ukur utama saat membeli hunian. Kamu perlu tahu lebih lanjut tentang lokasi, apakah dekat dengan jalan raya, pusat belanja, dan rumah sakit.

Umumnya, rumah yang harganya murah terletak jauh dari pusat keramaian. Tentu saja ini akan menyulitkanmu untuk menjangkau beberapa fasilitas.

Lokasi yang jauh juga bisa membuat pengeluaranmu membengkak. Kamu harus mengeluarkan uang lebih untuk transportasi.

Kalau membeli rumah untuk investasi, lokasi penting sekali untuk dipertimbangkan. Sebab, bila hendak dijual kembali atau disewakan, tentu hal itu sangat mempengaruhi harga rumah itu sendiri.

 

5 dari 6 halaman

2. Lingkungan Sekitar

Faktor ini juga perlu kamu pertimbangkan. Kamu perlu melihat apakah calon hunian berada di pusat kota, rawan banjir atau sebagainya.

Jangan lupa juga untuk menanyakan riwayat keamanan di sekitar rumah. Tujuannya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan agar tidak menyusahkanmu.

 

6 dari 6 halaman

3. Sarana dan Prasarana yang Disediakan

Faktor yang ketiga adalah sarana dan prasarana yang disediakan. Misalnya, tempat olahraga dan taman bermain.

Dengan sarana ini, kamu dan keluarga bisa bermain dan berolahraga tanpa mengeluarkan biaya tambahan seperti pergi ke tempat kebugaran.

Beri Komentar