Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Indeks Syariah Menutup Akhir Pekan Dengan "sumringah".
Dream - Berbeda dengan perdagangan kelabu di awal Februari 2018 yang melemah seharian di zona merah, laju indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini berbalik menguat. Dua indeks syariah bahkan menguat sepanjang perdagangan.
Aksi jual pemodal asing tak mempengaruhi investor lokal yang kembali melantai di lantai bursa.
Papan perdagangan BEI, Jumat 2 Februari 2018 mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,720 poin (0,37%) ke level 197,880. Indeks ISSI menguat seharian setelah dibuka di level 198,595 dan bertengger di posisi puncak di level 198,729.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut terdongkrak oleh menguatnya saham-saham favorit. Indeks berisi 30 emiten buechips syariah ini menanjak 4,585 poin (0,58%) ke level 790,092.
Transaksi saham syariah kali ini mulai banyak berkurang dengan 76,99 juta saham yang berpindah tangan. Berkurangnya volume beli investor membuat nilai transaksi perdagangan saham syariah turun menjadi Rp5,04 triliun.
Asing masih melakukan aksi lepas saham dengan nilai jual bersih yang meningkat. Tercatat nett sell asing naik menjadi Rp324 miliar.
Naiknya saham ASII mendorong indeks sektor industri aneka menguat paling tinggi sebesar 1,19 persen. Diikuti perdagangan dan keuangan yang naik masing-masing 0,73 persen dan 0,68 persen.
Tercatat hanya dua indeks sektoral yang terkoreksi yaitu industri dasar sebesar 0,92 persen dan properti 0,22 persen.
Saham UNVR kembali menjadi sasaran beli investor dengan kenaikan harga saham senilai Rp625. Top gainer bluechips syariah lainnya dihuni UNTR yang menguat Rp400, ASII Rp125, ICBP Rp100, dan SCMA Rp100.
Sebaliknya, emiten bluechip syariah yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga sahamnya terkoreksi Rp400, AKRA Rp175, BRPT Rp100, PGAS Rp50, dan PTBA Rp40.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 10 poin (0,07%) ke level Rp13.414 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi