Asing Setop Belanja, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 5 Maret 2015 16:24
Asing Setop Belanja, Indeks Syariah Ditutup Melemah
IHSG masih bisa bertahan di zona hijau meski dilanda aksi jual jelang penutupan.

Dream - Dua indeks acuan saham syariah kompak bergerak melemah menghadapi konsolidasi pelaku pasar. Aksi asing yang melakukan jual saham juga ikut menekan laju bursa saham Indonesia.

Pelaku pasar tampaknya cukup khawatir dengan pengumuman pemerintah China yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonoi negaranya. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 5 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,292 poin (0,17%) ke level 173,562.

ISSI memang mengawali sesi perdagangan di zona hijau. Namun aksi konsolidasi dan ambil untung pelaku pasar memaksa indeks syariah keluar masuk zona merah.

Indeks ISSI sempat menyentuh level tertinggi 174,558 sebelum akhirnya menutup perdagangan di level terendah 173,562.

Sebanyak 89 emiten syariah mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau. Sementara hanya terpaut satu emiten, sebanyak 88 saham syariah melaju lemah.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,36 triliun dengan 26,74 miliar saham yang beralihtangan.

Kondisi tak berbeda dialami Jakarta Islamic Index (JII). Indeks saham bluechips syariah ini melemah 1,299 poin (0,18%) ke level 722,088.

Turunnya harga saham dari 14 emiten bluechips syariah sudah cukup menyeret JII masuk zona merah. Upaya 13 emiten lainnya yang bergerak menguat kurang mampu mengangkat JII dari pelemahannya.

Tercatat 8,037 miliar saham unggulan syariah di perdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,31 triliun.

Kinerja lebih baik dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski dilanda aksi jual jelang penutupan, IHSG sanggup bertahan di zona hijau dengan menguat tipis 2,888 (0,05%) ke level 5.450,947.

Emiten di sektor perdagangan memimpin penguatan IHSG dengan mencetak kenaikan 0,59 persen. Diikuti pertambangan 0,42 persen dan infrastruktur 0,21 persen.

Beri Komentar