Bank Permata Diminta Tutup Rekening Pencatut Nama Sanken

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 11 Juli 2019 13:13
Bank Permata Diminta Tutup Rekening Pencatut Nama Sanken
Ada penipuan yang meminta uang dengan mencatut nama Sanken.

Dream – PT Istana Argo Kencana atau pemilik Brand Sanken meminta PT Bank Permata  menutup rekening atas nama Sanken Ultra ID. Rekening yang mengatasnamakan Sanken ini diduga milik penipu untuk menampung uang para korban.

Nomor rekening yang dipakai berubah terus dan menurut Bank Permata merupakan Virtual Account.

" Nama rekeningnya memang ada kata Sanken, tapi itu bukan punya Sanken. Itu bukan rekening resmi Sanken," kata Direktur Pemasaran Sanken, Teddy Tjan, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 11 Juli 2019.

 Sanken

(Foto: instagram@sankencorp)

Teddy mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan kepada Bank Permata dengan melampirkan surat bukti laporan penipuan dari dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Jika ini tidak ditindaklanjuti, ia khawatir akan semakin banyak korban yang kena tipu daya pelaku.

" Kan sudah ada surat bukti pelaporan bahwa rekening itu untuk menampung hasil kejahatan, ya Sanken berharap rekening itu segera ditutup Bank Permata tanpa harus menunggu adanya permintaan dari kepolisian. Ini korbannya sudah banyak lho," kata dia.

1 dari 3 halaman

Modus Penipuan Baru

Modus penipuan baru yang membawa nama Sanken, kata Teddy, masih saja berseliweran di dunia maya. Pelaku mengimingi-imingi produk Sanken dengan harga yang jauh di luar harga resmi.

Pelaku penipuan, menurutnya, menggunakan beberapa website yang mirip dengan dan menyalin isi website Sanken. " Jadi ini yang membuat masyarakat terkecoh," kata Teddy. 

 Sanken

(Foto: instagram@sankencorp)

Ketika masyarakat tertarik untuk membeli, mereka harus mentrasfer sejumlah uang ke rekening tersebut. Namun produk tidak dikirimkan kepada konsumen yang membeli meski uang sudah ditransfer.

Pihak Sanken sudah melaporkan tindakan penipuan dan pencemaran nama baik ini kepada Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 19 Juni 2019. Namun, tetap saja tidak membuat pelaku menghentikan tindakan penipuannya.

" Pelaku ini kalau diperhatikan suka berganti-ganti website tapi tetap ada kata Sanken-nya. Jadi seolah-olah itu website resmi Sanken. Masyarakat harus mewaspadainya karena website resmi Sanken hanya satu yaitu www.sanken.co.id," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Masyarakat Harus Hati-hati

Teddy juga menegaskan, PT Istana Argo Kencana menjadi satu-satunya perusahaan yang diberi kepercayaan untuk mendistribusikan produk-produk Sanken.

Teddy mengimbau, masyarakat diminta untuk berpikir cerdas menyikapi penawaran produk yang dijual di luar situs resmi Sanken di www.sanken.co.id.

Jangan sampai, kata dia, masyarakat yang melakukan transaksi pada website penipuan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening Bank Permata atas nama PT. Sanken Ultra IND yang ternyata palsu.

" Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai menjadi korban," katanya lagi. 

3 dari 3 halaman

Sabet Top Digital PR Award 2018, Sanken Terpacu Ukir Prestasi

Dream – Produsen peralatan rumah tangga, Sanken menyabet penghargaan Top Digital PR Award 2018 untuk kategori Home Appliances. Dengan penghargaan ini, produsen elektronik semakin terpacu untuk meningkatkan prestasinya.

“ Dengan adanya award, kami lebih terpacu untuk mengukir prestasi,” kata Marketing Director Sanken, Teddy Tjan, ketika dihubungi Dream, Selasa 6 Februari 2018.

Teddy mengakui, perkembangan era digital saat ini memang semakin pesat. Sanken memanfaatkan fenomena itu dengan mengemas beragam strategi pemasaran produk. Ada dua yang disasar produsen elektronik, yaitu brand dan penjualan.

“ Kami ingin penjualan lebih banyak dan (image) brand lebih di-create sehingga generasi milenial bisa meningkatkan awareness-nya dan membeli produk Sanken. Dengan begitu, mereka bisa intens untuk membeli barang Sanken,” kata dia.

Sekadar informasi, penghargaan Top Digital PR Award 2018 ini digelar oleh Tras N Co Indonesia. Lembaga ini mensurvei lebih dari 350 brand di 50 kategori bisnis melalui Indonesia TOP Digital PR Index pada Oktober-Desember 2017 dengan menggunakan tiga parameter peniliaian, yaitu digital media aspectsocial engagement aspect, dan digital mention aspect.

(Sah)

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen