Mau Tenang? Ini Besaran Minimal Dana Darurat yang Harus Disiapkan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 29 Agustus 2019 15:49
Mau Tenang? Ini Besaran Minimal Dana Darurat yang Harus Disiapkan
Keberadaan dana darurat tak bisa dipandang sebelah mata.

Dream - Pernahkah mengalami kejadian tak terduga yang membuatmu mengeluarkan uang secara tidak terduga? Beberapa kasus memang bisa tertolong dengan bantuan kartu kredit, tapi bagaimana jika jumlah yang dibutuhkan cukup besar sehingga harus meminjam uang dari sana sini?

Sebenarnya kamu bisa mengatasi kondisi jika memiliki tabungan dana darurat.

Sesuai dengan namanya, dana darurat ini bertujuan untuk menutup kebutuhan darurat atau pengeluaran tak terduga.

Lantas, berapakah dana darurat yang harus disiapkan?

 Founder Finansialku.com, Melvin Mumpuni.© Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati

" Idealnya, sebanyak enam bulan (gaji)," kata Founder PT Solusi Finansialku Indonesia (Finansialku.com), Melvin Mumpuni, dalam acara " Memahami Instrumen Investasi Perbankan" di Menara BCA, Jakarta, Kamis 29 Agustus 2019.

Melvin mengatakan batas minimal besaran yang darurat tersebut ini disiapkan untuk mengantisipasi hal tak terduga yang bisa menimpa hidup kita. Misalnya saat mendadak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

" Begitu kena PHK, berapa lama waktu recovery?" kata dia.

Melvin mencontohkan seorang pria bernama Andre yang bekerja sebagai seorang sales. Gajinya Rp10 juta per bulan.

" Dana darurat yang dia perlukan sebesar Rp60 juta," kata dia.

1 dari 5 halaman

Ini Lokasi Aman untuk Simpan Dana Darurat

Dream – Ketika menyusun anggaran, ada satu pos yang harus ada. Namanya pos dana darurat. Sesuai dengan namanya, dana darurat ini bertujuan untuk menutup kebutuhan yang tak terduga.

Dikutip dari Business Insider, Minggu 3 Juni 2018, penulis buku The Automatic Millionaire, David Bach, mengatakan bahwa dana darurat ini sangat penting.

“ Tak peduli seberapa baik rencanamu atau seberapa positif pemikiranmu, selalu saja ada sesuatu yang berada di luar kendali,” kata Bach.

 

 © Dream

 

Setidaknya kamu harus mengalokasikan dana darurat untuk kebutuhan tiga bulan. Biasanya, dana yang dialokasikan sebesar 10 persen dari pendapatan.

Namun, acap kali kita sudah mengalokasikan dana darurat, malah kepakai untuk keperluan yang tidak mendesak atau darurat. Akhirnya, dana darurat pun menguap.

2 dari 5 halaman

Simpan di Pasar Uang

Tapi tenang. Bach punya tip menyimpan dana darurat yang aman. Ada lokasi yang aman.

Dia merekomendasikan dana darurat ini tidak diletakkan di rekening tabungan tradisional atau cek. Atau, malah di bawah kasur.

Pria yang 25 tahun berkecimpung di sektor manajemen kekayaan ini menyarankan untuk menaruh dana darurat di rekening pasar uang. “ Ini akan membuat uang kamu aman dan cair,” kata dia.

Tak hanya aman, Bach mengatakan imbal hasil yang diberikan cukup lumayan, sebesar 1 persen. Angka ini lebih tinggi daripada bunga yang diberikan tabungan—yang rata-rata nilainya mencapai 0,9 persen.

Pasar uang menawarkan tingkat hasil yang lebih tinggi karena mereka memerlukan saldo minimum.

Namun, Bach mengingatkan agar rekening dana darurat ini tidak disertai dengan kartu ATM atau giro. “ Lebih baik kamu tidak menyentuh dana ini sama sekali,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Tenyata, Generasi Milenial Lebih Siap untuk Dana Darurat

Dream – Sebuah laporan terbaru menunjukkan generasi milenial lebih sigap dalam menghadapi dana darurat. Mereka menghadapi dana darurat dari simpanan dan anggaran pengeluaran.

Dilansir dari Business Insider, Senin 16 Januari 2017, sebuah laporan terbaru dari Bankrate menunjukkan ada 45 generasi milenial Amerika yang mengalokasikan uang dana darurat. Mereka menganggarkan dana darurat dari uang tabungan dan 24 persen menutup dana darurat dari penghematan anggaran daripada kartu kredit.

 

 © Dream

 

Orang tua mereka, generasi baby boom, cenderung kurang siap untuk dana darurat daripada generasi milenial. Bankrates mencatat ada 39 persen generasi baby boomer yang menutup dana darurat dengan uang tabungan mereka dan 17 persen menggunakan anggaran pengeluaran. Sementara 25 persen generasi baby boomer yang menggunakan kartu debit dan 15 persen generasi milenial yang menggunakan kartu kredit.

4 dari 5 halaman

Penghasilan Tinggi, Tapi Tak Punya Dana Darurat

Bankrate menemukan separuh dari rumah tangga berpenghasilan tinggi, yang menghasilkan pendapatan US$75 ribu (Rp1 miliar) per tahun—dan lulusan perguruan tinggi, tidak punya dana yang cukup untuk biaya perbaikan mobil sebesar US$500 (Rp6,6 juta) atau biaya UGD US$1.000 (Rp13,35 juta).

“ Orang-orang kehilangan pekerjaan, kesehatan, dan pasangan mereka. Perekonomian lesu, pasar modal ambruk, dan dunia usaha bangkrut. Keadaan berubah. Saat ini, kondisi dipenuhi oleh ketidakpastian,” kata penulis buku “ The Automatic Millionare”, David Bach.

Meskipun hampir separuh orang Amerika tidak punya cukup uang untuk dana darurat, kata Bach, mereka tetap bisa membeli segelas kopi Starbuck setiap hari atau membeli iPhone setiap tahunnya.

“ Jadi, kita punya uang di Amerika. Masalahnya, kita tidak menjaganya,” kata dia.(Sah)

5 dari 5 halaman

Fatimatuz Zahra: Pentingnya Punya Dana Darurat

Dream - Ungkapan money can buy happiness tak berlaku buat orang-orang yang tak bisa mengelola penghasilannya dengan baik. Meski uang memang tak selama bisa membuat bahagia.

Namun di saat darurat, harus diakui uang menjadi penolong. Nah, jangan sampai di saat sedang dalam kondisi darurat, Sahabat Dream tak memiliki uang sepeserpun. Tak ada yang bisa menebak kapan kamu membutuhkan biaya pengobatan, sekolah, atau keperluan penting keluarga yang mendadak lainnya.

Kamu perlu menyimpan dana darurat tiap bulannya. Tak harus banyak, sisihkan sedikit dari penghasilan dan jangan sedikitpun usil untuk menggunakan yang tidak bersifat sangat penting.

Hal ini penting dilakukan sedari dini agar saat hari tua tiba kamu tak terlalu pusing memikirkannya.

 Shutterstock© dream.co.id

Blogger hijab asal Surabaya, Fatimatuz Zahra sangat memerhatikan soal pengaturan finansial ini. Ia pun punya cara ampuh dalam mengelola penghasilannya tiap bulan.

" Yang paling penting dalam mengelola keuangan kita itu adalah disiplin, karena tanpa disiplin kita tidak akan pernah mencapai tujuan kita," jelas Zahra di tulisan pribadinya di Zahrazhie.blogspot.co.id.

Sahabat Dream bisa simak tujuh hal yang biasa dilakukan Zahra usai menerima gaji di sini.

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

[crosslink_1]

Beri Komentar