Berbisnis Fesyen Muslim Tahun Depan, Yes or No?

Reporter : Ramdania
Minggu, 6 Desember 2015 08:00
Berbisnis Fesyen Muslim Tahun Depan, Yes or No?
Ini kata Ria Miranda mengenai bisnis fashion muslim di tahun 2016.

Dream - Publik dan pengamat mengatakan bisnis fesyen tidak ada matinya. Alasannya, berbusana merupakan kebutuhan primer manusia sehingga semua orang pastilah terus mencari pakaian yang sesuai keinginan dan kemampuan mereka.

Namun, tidak sedikit juga usaha fesyen yang mati, biasanya karena pengusaha yang kurang kreatif.

Industri fesyen memang menuntut kreativitas, baik dari segi produksi hingga pemasarannya. Salah model, salah target pasar, bisa membuat bisnis ini gulung tikar.

Fesyen hijab yang kini tengah digandrungi masyarakat Indonesia tidak hanya menjadikan Indonesia sebuah pasar besar bagi bisnis fesyen hijab ini, tetapi juga menjadikan Indonesia sebuah `pabrik` besar yang memproduksi pakaian muslim ini.

Puluhan fesyen hijab designer pun bermunculan, ada yang benar-benar baru, tetapi banyak juga yang sudah merintis karir di industri ini sejak lama, seperti Ria Miranda.

Perempuan asal tanah Minang ini sudah mulai merintis karir menjadi desainer busana muslim sejak tahun 2008. Berbagai kondisi perekonomian Indonesia telah dilalui dan berbagai cara juga telah dilakukan demi menjaga eksistensi bisnis fesyen miliknya. Lalu, bagaimana peruntungan pengusaha bisnis fesyen, khususnya fesyen hijab di tahun 2016 mendatang.

Ria menilai tahun depan merupakan tahun penuh tantangan. Pemicunya Indonesia akan diserbu merek besar internasional yang juga mengampanyekan fesyen muslim. Mereka berharap bisa menjaring pasar Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama muslim.

" Akan banyak brand general fesyen yang akan membuat lini atau campaign khusus muslim, terutama untuk brand besar international," ungkap Ria kepada Dream.co.id, Jumat, 4 Desember 2015.

Sebagai informasi, tahun depan masyarakat Asia Tenggara sudah mulai memasuki era perdagangan bebas lewat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ribuan brand asing dari negara ASEAN atau melalui negara ASEAN akan mudah masuk `mencuri` pasar lokal.

Pemilik brand Riamiranda ini mengaku tidak terlalu khawatir karena dia sudah mempersiapkan segalanya untuk memberikan produk yang berkualitas. Selain itu, para desainer tanah air pun juga terus melakukan kampanye bangga dengan produk lokal.

" Ini adalah given yang harus kita siapkan dengan kualitas dan produk yang kita punya," tegasnya.

Beruntung, lanjut Ria, perhatian pemerintah di industri fesyen muslim ini sudah cukup besar. Pemerintah sudah membuat rancangan kebijakan guna menjadikan Indonesia sebagai kiblat busana muslim di tahun 2020. Meski harus diakuinya, langkah konkrit dari blueprint tersebut belum terlihat.

" Birokrasi dan dukungan terhadap campaign atau event yang kita buat dari pemerintah seharusnya ada alokasi untuk busana muslim," ungkapnya.

Berkaca dari tantangan dan peluang tahun depan ini, Ria optimis bisnis fesyen miliknya mampu bersaing di tengah terpaan brand asing. Rasa optimisme ini datang dari banyaknya kalangan yang sudah tertarik dengan busana muslim hasil tangan anak negeri sendiri.

" Selebriti berhijab, merek lokal sekarang sudah menyertakan wanita berhijab pada campaign mereka, fesyen week semakin banyak hadir designer berhijab," ujar Ria bangga.

Guna menjaga eksistensi di ranah industri fesyen, Ria menyatakan perlunya peluncuran koleksi-koleksi baru secara regular. Seperti yang dia lakukan dalam menyambut tahun 2016 lalu, dia mengeluarkan koleksi terbarunya dan dia juga akan mengeluarkan koleksi terbarunya lagi untuk Hari Raya Idul Fitri. Tidak hanya itu, menurut istri Pandu Rosadi ini, untuk tetap eksis dan bisnis yang dijalankannya terus berkembang, diperlukan diversifikasi produk.

" Tahun 2016 kita akan buat beberapa diversifikasi produk dan koleksi dari brand high end," tambahnya.

Tahun 2016, tahun berkarya. Ria pun mengharapkan makin banyak kesempatan bagi desainer muslim untuk unjuk gigi. Pemerintah pun diharapkan menyediakan wadah bagi para desainer ini untuk mengasah potensinya dan menciptakan produk-produk berkualitas yang bisa menjadi kebanggaan negara di mata industri fesyen dunia.

Ria juga mengajak anak muda yang berminat terjun di industri fesyen untuk mulai membuat recana bisnisnya dari sekarang dan berani mengeksekusi rencana tersebut.

" Butuh keberanian yang lebih dari hanya sekedar membuat rencana tanpa eksekusi nyata. Itu adalah jiwa entrepreneur sejati," pungkasnya.

Beri Komentar