Ilustrasi
Dream – Suatu masalah yang membuat hati orangtua sedih adalah anak-anaknya sedang sakit. Ketika itu, orangtua harus memberikan perhatian ekstra kepada anak sakit, terlebih kalau anaknya masih kecil.
Tak heran, ada perusahaan yang melonggarkan aturan bagi karyawan jika anaknya sedang tidak sehat. Bahkan, pimpinan baik hati pun tak segan mengizinkan karyawannya untuk pulang lebih cepat atau tidak masuk untuk mengurus buah hatinya yang sakit.
Seorang pengguna Facebook, Amir Zain, membagikan cerita bosnya yang tidak mau karyawan masuk kerja, tapi meninggalkan anaknya yang sedang sakit.
Amir mengatakan sang bos marah dengan karyawan karena masuk bekerja, sementara anaknya sedang dirawat inap.
“ Dengan nada yang sangat lantang, my boss cakap pada my colleague tadi, ‘Go home now! You can lose your job, but don’t lose your family’ (Dengan nada yang sangat lantang, bos saya berkata kepada kolega saya, ‘Pulang ke rumah sekarang! Anda bisa kehilangan pekerjaan, tapi tidak bisa kehilangan keluarga!’),” kata dia dilansir dari Oh Bulan, Rabu 11 Januari 2017.
Dia mengatakan, saking kencangnya, Amir dan rekan-rekan kerjanya turut sadar bahwa keluarga adalah bagian terpenting dalam kehidupan.
Amir melanjutkan, suatu saat dia memperkenalkan anaknya yang berusia 1 tahun kepada sang pimpinan. Lalu, sang pimpinan pun berbincang-bincang kepada anaknya.
© Dream
Dream - Amir mengatakan pimpinannya memberikan pesan yang mengharukan. Dikatakan, sang anak harus mengingatkan ayahnya untuk tidak bekerja terlalu keras.
“ Dia pesan pada anak saya suruh ingatkan ayah jangan kerja kuat sangat, suruh ayah balik awal. (Dia berpesan kepada anak saya untuk mengingatkan ayahnya tidak bekerja terlalu keras. Minta dia pulang lebih cepat),” tiru Amir.
Dia juga mengatakan pimpinannya juga meminta anak Amir untuk berpesan kepada sang ayah untuk tidak stres dalam bekerja.
© Dream
Amir pun mengagumi cara berkomunikasi pimpinannya. Sang bos secara tidak langsung berbicara dengan dirinya sendiri ketika pimpinannya berbicara dengan orang lain.
“ Dia bercakap dengan orang lain, tapi seolah-olah dia bercakap kepada kita. Sangat terkesan. (Dia berbicara dengan orang lain, tapi seolah-olah dia berbicara dengan kita. Sangat terkesan),” kata Amir. (Ism)