Bursa Syariah Tersungkur di Penutupan Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 16 November 2015 16:38
Bursa Syariah Tersungkur di Penutupan Awal Pekan
Investor asing meningkatkan aksi jual saham.

Dream - Kecemasan pelaku pasar terhadap dampak teror Paris memaksa bursa syariah mendekam d zona merah. Investor juga menahan diri masuk pasar menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Aksi jual asing awal pekan ini meningkat setelah akhir pekan lalu sempat berkurang signifikan.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 16 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,324 poin (0,94%) ke level 139,713.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mendekam melemah usai terpangkas 6,023 poin (1,03%) ke level 581,527.

Kedua indek saham ini bahkan sempat jatuh dalam dengan level terendah ISSI di 138,527. Sementar JII jatuh ke level 574,850.

Aksi jual investor menyeret 121 emiten syariah, 25 diantaranya saham bluechips syariah, masuk zona negatif. Hanya 49 emiten ISSI yang masih menarik aksi beli pemodal.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,38 triliun.

Lima emiten top syariah yang masih mampu mencetak untung hari ini adalah SILO yang naik Rp 300, LPPF Rp 250, SMGR Rp 125, LPKR Rp 35, dan AALI Rp 25.

Sementara aksi jual melanda saham-saham seperti INTP yang terkoreksi Rp 400, ITMG Rp 300, ASII Rp 175, JSMR Rp 115, dan INDF Rp 100 per saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini juga ditutup turun 30,658 poin (0,69%) ke level 4.442,180. Lantai bursa saham sukses mentransaksikan dana Rp 3,55 triliun.

Beri Komentar