Dream – Starbucks berencana akan memiliki 5 ribu gerai toko di Tiongkok pada 2021. Itu artinya, jumlahnya dua kali lipat dari jumlah gerai yang ada di Negeri Tirai Bambu ini yang saat ini sebanyak 2.300 gerai.
Artinya, Starbucks akan membuka gerai baru sebanyak satu gerai sehari selama lima tahun ke depan.
Dilansir dari Shanghaiist, Senin 24 Oktober 2016, untuk memuluskan rencananya itu, mantan presiden Starbuck Tiongkok, Belinda Wong, akan dipromosikan menjadi Starbuck China CEO. Selama menjabat sebagai presiden Starbuck di Tiongkok, Wong memimpin timnya untuk menumbuhkan perusahaan dan jumlah gerai, dari 400 toko pada 2011 menjadi 2.300 toko pada saat ini.
Berdasarkan South China Morning Post, bisnis Starbucks pada kuartal II 2016 tumbuh 18 persen. Dua kali lipat daripada pertumbuhan perusahaan secara global yang hanya 9 persen.
CEO Starbucks, Howard Schultz, mengatakan gerai warung kopi ini dibuka di Tiongkok pada 17 tahun silam. Perusahaan ini menjajal bisnis kopi di negara yang masyarakatnya gemar minum teh.
“ Kami mengedukasi dan mengajarkan masyarakat Tiongkok apa itu kopi, apa itu ritual minum kopi, dan apa itu latte. Jadi, pada tahun-tahun pertama, kami tidak menghasilkan uang,” kata Schultz.(Sah)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya