Dikepung Sentimen Negatif, Indeks Syariah Kembali Melemah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 6 Mei 2015 09:33
Dikepung Sentimen Negatif, Indeks Syariah Kembali Melemah
Kondisi perekonomian nasional dan global mulai mengkhawatirkan pelaku pasar.

Dream - Sesuai perkiraan, para pelaku pasar akhirnya merespon negatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015. Alhasil, bursa saham Indonesia pun mesti kembal ke zona merah.

Pemodal asing yang kemarin sempat menggelar aksi beli kini juga mulai khawatir dengan masa depan ekonomi Indonesia.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 6 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,867 poin ke level 163,834.

Laju ISSI belum beranjak dari zona merah sampai 20 menit waktu perdagangan. ISSI masih melemah 0,445 poin (0,27%) ke level 164,256.

Dihantam sentimen negatif dari dua sisi membuat pelaku pasar melepas saham-saham simpanannya. Tercatat 53 emiten syariah telah terjun ke zona merah sementara 46 lainnya masih jadi incaran aksi beli.

Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencapai Rp 549 miliar dengan 5,14 miliar saham yang beralihtangan.

Hal sama dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka perdagangan dengan melemah 5,738 poin ke level 680,515.

Pelaku pasar melepas 15 emiten unggulan syariah guna menghindari pelemahan lebih dalam. Sementara 12 lainnya masih diburu para pemodal.

Indeks JII juga belum sanggup keluar dari tekanan aksi jual. Hingga 20 menit perdagangan, JII masih terkoreksi 3,070 poin (0,45%) ke level 683,183.

Secara umum, pelaku pasar memang cukup khawatir dengan kondisi perekonomian nasional dan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai prapembukaan dengan melemah 26,51 poin (0,51%) ke level 5.133,73.

Memasuki sesi pembukaan, IHSG masih melemah 30,18 poin (0,58%) ke level 5.130,12.

Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksikan dana Rp 1,34 triliun dengan 15,95 miliar efek yang beralihtangan.

Dari kawasan regional, hampir seluruh indeks saham utama Asia mengawali perdagangan dari zona merah. Namun Indeks Hang Seng dan Nikkei pelan-pelan sudah masuk ke zona positif.

Di pasar keuangan, rupiah kembali harus menghadapi tekanan. Pagi ini rupiah bertengger di level 13.030 per dolar AS, atau melemah tipis 6 poin (0,05%). Kurs Rupiah sempat menembus level terendah di 13.064 per dolar AS.

Beri Komentar