Dua Anak Perempuan Bermain Lego. (Foto: Shutterstock)
Dream – Perusahaan mainan bongkar pasang, Lego, menarik ratusan ribu set mainan. Alasannya, karyawannya salah memasukkan bagian warna.
Dilansir dari Metro, Sabtu 5 Agustus 2017, perusahaan ini merilis set mainan seri Star Wars. Di set mainan ini, seharusnya ada komponen mainan berwarna abu-abu gelap.
Namun, karena kesalahan manusia di pabrik Lego di Billund, Denmark, komponen yang seharusnya diwarnai abu-abu gelap, justru diwarnai dengan warna abu-abu terang. Kesalahan ini terjadi karena seorang karyawan salah menamai warna untuk pengecatan komponen.
Alhasil, perusahaan mainan ini menarik 120 ribu set mainan Lego seri Star Wars untuk dikemas kembali. Penarikan ini menghabiskan biaya 1,3 juta poundsterling (Rp22,75 miliar).
Alih-alih mendisiplinkan karyawan atas kesalahan tersebut, Lego justru menginvestasikan dana 50 ribu poundsterling (Rp875,12 juta) untuk memperbaiki pencahayaan dan pelabelan di pabrik. Kesalahanyang terjadi pada tahun 2015 ini terungkap dalam majalah internal Lego minggu ini.
Staf yang menikmati cuti di Ceko dan Hungaria, dipanggil untuk mengemasi kembali barang-barang itu.
Walaupun ada pengeluaran tak terduga, Lego tetap bisa menikmati pendapatan sebesar 3,9 miliar poundsterling (Rp68,26 triliun) tahun lalu. (ism)
Advertisement
Sisik Ikan Masuk Gelas, Jalan Baru Ekonomi Sirkular

Dari Ring Tinju, Pekan Ini Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina

Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global


7 Aturan Parenting yang Tidak Harus Selalu Diikuti dan 3 Hal yang Wajib Diterapkan Orangtua

Apa Sebenarnya Gurah Itu dan Seberapa Efektif untuk Sembuhkan Tenggorokan?


Apa yang Terjadi pada Tekanan Darah Jika Sering Makan Tengah Malam

Dopamine Anchoring: Cara Menurut Ahli agar Otak Mau Mengerjakan Tugas Membosankan


ShopeeVIP+ Hadirkan Pengalaman ‘Sekali Langganan, Dapat Semua’, Semakin Lengkap dengan Akses Netflix