Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dua Anak Perempuan Bermain Lego. (Foto: Shutterstock)
Perusahaan ini terpaksa menarik 120 ribu set mainan seri Star Wars.
Dream – Perusahaan mainan bongkar pasang, Lego, menarik ratusan ribu set mainan. Alasannya, karyawannya salah memasukkan bagian warna.
Dilansir dari Metro, Sabtu 5 Agustus 2017, perusahaan ini merilis set mainan seri Star Wars. Di set mainan ini, seharusnya ada komponen mainan berwarna abu-abu gelap.
Namun, karena kesalahan manusia di pabrik Lego di Billund, Denmark, komponen yang seharusnya diwarnai abu-abu gelap, justru diwarnai dengan warna abu-abu terang. Kesalahan ini terjadi karena seorang karyawan salah menamai warna untuk pengecatan komponen.
Alhasil, perusahaan mainan ini menarik 120 ribu set mainan Lego seri Star Wars untuk dikemas kembali. Penarikan ini menghabiskan biaya 1,3 juta poundsterling (Rp22,75 miliar).
Alih-alih mendisiplinkan karyawan atas kesalahan tersebut, Lego justru menginvestasikan dana 50 ribu poundsterling (Rp875,12 juta) untuk memperbaiki pencahayaan dan pelabelan di pabrik. Kesalahanyang terjadi pada tahun 2015 ini terungkap dalam majalah internal Lego minggu ini.
Staf yang menikmati cuti di Ceko dan Hungaria, dipanggil untuk mengemasi kembali barang-barang itu.
Walaupun ada pengeluaran tak terduga, Lego tetap bisa menikmati pendapatan sebesar 3,9 miliar poundsterling (Rp68,26 triliun) tahun lalu. (ism)