Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah survei terbaru menemukan temuan mengejutkan, tentang perilaku generasi muda ketika mereka mencari nasihat tentang keuangan.
Survei organisasi nirlaba Thrivent Financial melaporkan, 30 persen generasi milenium telah berpaling ke komunitas keagamaan dan program pendidikan keuangan berbasis agama. Tujuannya, untuk mendapatkan saran dan nasihat mengenai manajemen keuangan mereka.
Dibandingkan dengan generasi Gen X (23%) dan Baby Boomers (12%), generasi milenium ini cenderung menganggap lembaga keagamaan lebih pas dalam mendapatkan nasihat masalah keuangan.
Dilihat dari lintas generasi, mereka yang menggabungkan keuangan dan agama (28%) cenderung memiliki rencana keuangan jangka panjang dibanding mereka yang tidak mencari nasihat keuangan ke komunitas keagamaan (19%).
Laman cheatsheet seperti dikutip Dream, Rabu, 4 November 2015, mengutip survei Pew Social Trends tahun 2014, peran komunitas keagamaan dalam membantu generasi muda untuk mengelola keuangan mereka begitu besar meski generasi milenium kurang religius dibandingkan generasi lainnya.
Hanya 36% dari generasi milenium dilaporkan dekat dengan agam, lebih kecil dibandingkan dengan generasi Gen X atau Baby Boomers sebanyak lebih dari 50%.
Survei tersebut juga tidak menyelidiki jenis bimbingan tertentu yang didapatkan generasi milenium dari komunitas keagamaannya. Tapi banyak gereja yang menyediakan semacam bimbingan keuangan formal untuk anggota mereka.
Pakar keuangan Lynettee Khalfani -Cox kepada CNN pada 2009 mengatakan, " Orang-orang banyak yang beralih ke agama untuk minta bantuan saran finansial, apakah itu tentang pembayaran kredit rumah mereka, mencarikan pekerjaan atau strategi praktis sehari-hari untuk mengelola utang," ujarnya.
Survei Thrivent juga menemukan bahwa 77% dari generasi milenium telah menyumbangkan uang mereka kepada organisasi nirlaba pada tahun lalu, dan dibandingkan generasi lainnya, mereka cenderung lebih banyak punya waktu menjadi sukarelawan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya