Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pasokan listrik masih menjadi persoalan penting bagi masyarakat desa-desa tertinggal di Indonesia. Bahkan, ketersediaan listrik pun menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kemajuan sebuah kabupaten maupun desa.
Alih-alih mempersiapkan daya saing menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), rasio ketersediaan listrik di daerah-daerah justru masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.
Berdasarkan data Bappenas tahun 2013, rasio elektrifikasi daerah kota mencapai 94 persen, sedangkan pedesaan hanya 32 persen.
Ketimpangan rasio elektrifikasi Indonesia ini tertinggal dari negara-negara ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Rasio elektrifikasi di Thailand, misalnya, sudah seimbang antara kota dengan desa, yakni 99 persen.
Sedangkan rasio ketimpangan elektrifikasi daerah dengan kota di Malaysia hanya berbeda 1,4 persen, yakni 99,4 persen dengan 98 persen. Sementara di Vietnam, rasio ketimpangan elektrifikasi daerah kota dengan desa hanya berbeda 13 persen, yakni 98 persen dengan 85 persen.
Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI 49 (IKAL 49) mencatat, dari 74.094 desa di Indonesia, ada 39.086 desa yang tertinggal atau sekitar 52,78 persen dari total desa yang ada.
Ketua IKAL 49, Boedhi Setiadjid mengatakan, masyarakat yang belum teraliri listrik kesulitan mendapat akses informasi, tak akan bisa belajar dengan maksimal dan tak dapat menikmati perkembangan teknologi.
“ Upaya pengadaan listrik desa harus diupayakan secara sungguh-sungguh,” tegas Boedhi di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk “ Energi untuk Rakyat, Pembangunan Elektrifikasi di Daerah Tertinggal,” yang digelar di Jakarta, Senin, 2 November 2015.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman memaparkan, Indonesia sebetulnya sudah mengalami peningkatan penyaluran listrik (rasio elektrifikasi). Pada Mei 2015 kemarin, tingkat elektrifikasi di Indonesia telah mencapai 85,1 persen. Rasio elektrifikasi tertinggi masih dipegang oleh Jakarta. Sedangkan rasio elektrifikasi yang terendah adalah wilayah-wilayah perbatasan dan pulau-pulau terpencil.
“ Problem pemenuhan elektrifikasi nasional pada dasarnya adalah elektrifikasi di daerah tertinggal,” ungkap Jarman.
Senada dengan Jarman, Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Faizul Ishom menyebutkan, saat ini rata-rata rasio elektrifikasi di 122 kabupaten daerah tertinggal di Indonesia adalah berkisar di angka 70%, jauh tertinggal di bawah rata-rata rasio elektrifikasi nasional.
Menurutnya, saat ini yang diperlukan adalah kebijakan desentralisasi energi, dimana setiap daerah dapat memiliki sumber daya listriknya masing-masing dan mampu mengaliri setiap warganya disana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya