Foto: Pixabay.com
Dream - Perang di masa modern tak hanya membuat korban jiwa. Perusahaan yang memiliki bisnis di negara yang berkonflik juga terkena imbasnya. Salah satu dialami Google cabang Rusia yang terpaksa mengajukan bangkrut ke pengadilan setempat.
Google mengajukan permohonan tersebut setelah Rusia melawan sekutunya dari negara barat dengan menyita bank milik Google.
" Google Rusia telah mengajukan kebangkrutan," jelas juru bicara Google dikutip dari laman Politico, Senin, 20 Juni 2022.
Menurut juru bicara tersebut, rekening bank Google Rusia sangat dibutuhkan perusahaan untuk membuat operasional kantor tetap berjalan, " Termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan yang berbasis di Rusia, membayar pemasok dan vendor, dan memenuhi kewajiban keuangan lainnya," ucap juru bicara tersebut
Kantor berita Rusia Interfax melaporkan raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu telah mengajukan dokumennya ke Pengadilan Arbitrase Moskow pada 16 Juni 2022
Google adalah salah satu dari banyak perusahaan teknologi Barat yang telah menarik diri dari Rusia atau mengurangi aktivitasnya di sana. Sebagian karena sanksi Barat untuk Rusia dan sebagian lainnya karena tekanan dari pemerintah Ukraina untuk melakukan blokade digital atau menghentikan Rusia untuk mengakses layanan internet.
Melansir laman India Times, Google pun telah menghentikan sementara penjualan iklan dan sebagian besar operasi komersial lainnya di Rusia. Namun beberapa fungsi seperti Gmail, Maps, Android dan Play akan tetap tersedia untuk pengguna di Rusia.
Google dijatuhi denda sebesar US$260 ribu atau sekitar Rp3,85 miliar karena tak mau mengikuti aturan Rusia yang mewajibkan perusahaan untuk melokalisasi data penggunanya di data center Rusia.
Selain Google, pemerintah Rusia juga mendenda banyak perusahaan asing selama beberapa tahun ke belakang karena berbagai pelanggaran. Pemerintah Rusia pun dikritik karena memberlakukan aturan internet yang terlalu ketat.


Advertisement
Tekan Angka Kanker Serviks di Indonesia, Bio Farma dan Merck Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV

JK Bicara Teknologi AI: 'Kebutuhan Mendasar dalam Kehidupan Masa Depan'


Kredit UMKM BCA 2026 Jenis, Bunga, dan Syarat Pengajuan

Dilantik Menkeu Suahasil Nazar, Inilah 12 Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu Hasil Seleksi Baperjakat


9 Kebiasaan dalam Hubungan yang Sering Dikira Toxic, Padahal Bisa Berdampak Positif

Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur: 6 Langkah yang Bisa Dicoba

Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB

Pemanasan Global Memutus Hubungan Iklim 400 Tahun antara Samudra Hindia dan Pasifik

Tekan Angka Kanker Serviks di Indonesia, Bio Farma dan Merck Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV

Kebiasaan Sebelum Tidur Ini Bisa Bikin Anda Makin Sulit Terlelap
