Hati-Hati, BPOM Temukan 718.791 Vitamin Ilegal Dijual di Toko Online

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 6 Oktober 2022 18:13
Hati-Hati, BPOM Temukan 718.791 Vitamin Ilegal Dijual di Toko Online
Jenis vitamin ilegal yang paling banyak ditemukan adalah Vitamin D3 dan Vitamin C.

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 718.791 vitamin ilegal di e-commerce atau toko online selama pandemi Covid-19. Nilai keekonomian dari produk tersebut sebesar Rp185,2 miliar.

" Temuan tersebut merupakan hasil pengawasan selama periode Oktober 2021 sampai dengan Agustus 2022," kata Plt. Deputi Bidang Penindakan, Nur Iskandarsyah, dikutip dari merdeka.com, Kamis 6 Oktober 2022.

Adapun temuan tersebut berasal dari 19.703 tautan atau link yang melakukan penjualan produk vitamin Tanpa Izin Edar (TIE). Dengan 22 item produk seperti vitamin D3, Vitamin C, dan Vitamin E.

" Dari hasil pengawasan ini, terungkap bahwa jenis vitamin ilegal yang paling banyak ditemukan adalah Vitamin D3 dan Vitamin C. Terhadap temuan produk vitamin ilegal tersebut, BPOM telah melakukan beberapa upaya, termasuk intensifikasi kegiatan pengawasan, penindakan, dan pemberdayaan masyarakat," sambung Nur Iskandarsyah.

1 dari 3 halaman

BPOM juga menemukan produk mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) serta bahan yang dilarang yang berbahaya bagi kesehatan. Yakni obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika.

Berdasarkan hasil sampling dan pengujian, terdapat 41 item obat tradisional mengandung BKO, serta 16 item kosmetika mengandung bahan dilarang atau bahan berbahaya.

Total temuan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan atau mengandung BKO lebih dari 658.205 pieces, dengan nilai keekonomian sebesar Rp27,8 miliar

" Sedangkan total temuan kosmetika ilegal dan/atau mengandung bahan dilarang/berbahaya selama periode yang sama, yaitu sebanyak lebih dari 1 juta pieces dengan nilai keekonomian sebesar Rp34,4 miliar," jelas Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani.

2 dari 3 halaman

BPOM melalui Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia telah melakukan penertiban ke fasilitas produksi dan distribusi, termasuk retail.

Sementara terhadap produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika yang ditemukan, BPOM telah mencabut izin edar serta penarikan dan pemusnahan terhadap produk yang tidak memiliki izin edar.

Selain produk dalam negeri, BPOM juga menindaklanjuti temuan berdasarkan laporan beberapa otoritas pengawas obat dan makanan negara lain.

3 dari 3 halaman

Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak 95 obat tradisional dan suplemen kesehatan mengandung BKO, serta sebanyak 46 kosmetika ditarik dari peredaran karena mengandung bahan dilarang, cemaran mikroba, ataupun merupakan kosmetika palsu.

Kegiatan ini menurut Reri bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi kesehatan masyarakat atas risiko produk yang tidak terjamin keamanan, manfaat dan mutu.

" Sebagai upaya memberikan keadilan kepada pelaku usaha yang taat hukum, yang telah mendaftarkan produknya, mendapatkan sertifikasi untuk sarana produksinya dan melakukan promosi iklan secara patuh. Hal ini sebagai upaya BPOM dalam meningkatkan daya saing bagi pelaku usaha sebagai mitra strategisnya," tukas Reri Indriani

Beri Komentar