Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 17 Januari 2020 16:53
Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG
Padahal, indeks saham gabungan dan rupiah menguat.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal mengekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat jelang sesi penutupan berakhir. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) rontok jelang libur akhir pekan.

Sentimen positif dari bursa regional dan Wall Street tak cukup melirik pelaku pasar untuk melakukan aksi beli saham pada perdagangan Jumat, 17 Januari 2020. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 0,614 poin (0,33%) ke level 184,474. ISSI langsung terpeleset di awal perdagangan setelah dibuka di level 185,025. Hanya menyentuh level tertinggi di 185,382, ISSI menghabiskan sesi perdagangan di zona negatif.

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 183,563.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah yang juga bergerak melemah sejak awal perdagangan. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan koreksi 1,960 poin (0,28%) ke level 692,505.

Sementara Indeks JII70 ditutup melemah 0,510 poin (0,22%) ke level 230,780.

Kondisi berbeda terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil didorong ke zona hijau jelangs sesi penutupan berakhir. IHSG bergerak naik 5,609 poin (0,09%) ke level 6.291,657.

1 dari 5 halaman

Mayoritas Indeks Syariah Melemah

Sebagian besar indeks sektoral bergerak melemah dengan properti merosot paling tajam sekitar 1,26 persen. Pelemahan ini diikuti oleh sektor indeks sektor industri aneka 0,58 persen dan perdagangan 0,40 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu pertanian sebesar 0,75 persen, keuangan 0,73 persen, dan industri dasar 0,62 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer jelang libur akhir pekan ini adalah MIDI yang harganya menanjak Rp280, TCPI Rp225, AALI Rp200, OMRE Rp150, dan INTP Rp125.

Sebaliknya top losser saham syariah dihuni saham GMTD yag merosot Rp850, POLL Rp575, MCAS Rp460, PICO Rp240, dan BYAN Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Pada perdagangan pukul 16.30 WIB, Kurs dolar AS turun 8 poin (0,06%) ke level Rp13.634 per dolar. 

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Menguat, Rupiah Juga Berkilau

Dream - Indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak bergerak naik pada penutupan perdagangan Kamis, 16 Januari 2020. Meski menguat, tiga indeks acuan saham syariah itu lebih banyak menghabiskan perdagangan di teritori negatif. 

Sentimen bursa saham Asia yang ditutup menguat menjadi katalis para investor untuk selektif membeli saham. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup naik 0,424 poin (0,23%) ke level 185,088. ISSI mengawali perdagangan dengan melemah ke level 184,635 dan sempat terseret ke posisi terendah di 183,921.

 

 © Dream

 

Jelang perdagangan ditutup, ISSI mendapat dukungan dari aksi beli investor dan ditutup menguat di level tertingginya di 185,088.

Penguatan tipis juga diukir indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 1,389 poin (0,20%) ke level 694,465. Sementara indeks JII70 naik 0,505 poin (0,22%) ke level 231,290.

Aksi beli di jelang sesi perdagangan berakhir juga berhasil mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke teritori merah. Menguat tipis, IHSG naik 2,683 poin (0,04%) ke level 6.286,048.

3 dari 5 halaman

Sektor Komoditas Jadi Pilihan

Investor kembali menjadikan saham sektor komoditas sebagai alternatif untuk koleksi saham di tengah sentimen yang tak menentu. Indeks sektor pertanian tercatat naik 1,48 persen dan pertambangan 0,64 persen. Sektor lain yang bergerak naik adalah saham perdagangan sebesa 1,09 persen.

Koreksi juga dialami indeks aneka industri yag terkoreksi 0,88 persen, infrastruktur 0,49 persen,  keuangan 0,29 persen, dan properti 0,28 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MCAS yang harga sahamnya naik Rp590, SMAR Rp320, KINO Rp250, KAEF Rp200, dan AALI Rp150.

Sebaliknya, harga saham FASW turun Rp200, PORT Rp200, OMRE Rp150, TPCI Rp125, dan INDR Rp100.

Di pasar keuangan, rupiah untuk sementara bergerak menguat terhadap dollar AS. Pada perdagangan pukul 16.54 WIB, dolar AS melemah 24 poin (0,18%) ke level Rp13.671 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Perdagangan 2019 Anjlok, Indeks Syariah dan IHSG Ikut Rontok

Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada Rabu 15 Januari 2020. Pelemahan ini terjadi di tengah laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut defisit neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2019.

BPS mencatat kinerja neraca perdagangan pada Desember 2019 mengalami defisit tipis US$28,2 juta. Sepanjang atahun 2019, BPS melaporkan perdagangan Indonesia defisit US$3,20 miliar.

Total kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2019 mencapai US$167,53 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan kinerja impor yang mencapai US$170,72 miliar.

Sentimen kurang menyenangkan dari perdagangan Indonesia itu membuat indeks saham di bursa saham Indonesia berguguran. Tak terkecuali tiga indeks syariah yang kemarin sudah bersusah payah menembus zona hijau. 

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan melemah 1,038 poin (0,56%) ke level 184,664. Usai dibuka stagnan di level 185,704, ISSI bergerak relatif flat sepanjang 20 menit perdagangan pertama.

ISSI akhirnya terperosok masuk zona merah usai data neraca perdagangan dirilis BPS. Sempat menyentuh level tertinggi di 185,965. ISSI menghabiskan sisa waktu perdagangan di teritori negatif dan sempat terjungkal ke level 183,671.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 3,432 poin (0,49%) ke level 693,076. Sementara indeks JII70 turun 1,347 poin (0,58%) ke level 230,785.

Defisit neraca perdagangan juga memukul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona negatif. IHSG terpangkas 42,041 poin (0,67%) ke level 6.238,365.

5 dari 5 halaman

Investor Ramai Jual Saham

Dengan sentimen negatif dari dalam dan kondisi bursa regional dan Wall Street yang tak banyak membantu, investor memilih menjauh dari lantai bursa. Saham-saham di sektor komoditas mengalami dampak paling besar.

Indeks sektor pertanian dan pertambangan masing-masing melemah 2,94 persen dan 1,78 persen. Pelemahan cukup tajam juga dialami emiten sektor infrastruktur sebesar 1,70 persen.

Kali ini hanya emiten sektor industri yang memberi kabar baik. Indeks sektor industri dasar  naik 1,02 persen dan industri aneka 0,05 persen.

Emiten-emiten syariah penghuni top gainer kali ini adalah BLTZ yang harga sahamnya menanjak Rp350, CPIN Rp150, PORT Rp140, TFCO Rp85, dan BRPT Rp80.

Sebaliknya, harga saham GMTD nyungsep Rp800, UNTR Rp700, AALI Rp675, ITMG Rp600, dan MTPS Rp155.

Dari pasar keuangan, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah pada perdagangan pukul 16.35 WIB bergerak naik 31 poin (0,27%) ke level Rp13.696.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak