Indeks Syariah Perkasa, Kurs Dollar AS di Bawah Rp14.000

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 13 Desember 2019 16:39
Indeks Syariah Perkasa, Kurs Dollar AS di Bawah Rp14.000
Dolar AS terdepak dari level Rp14 ribu.

Dream - Indeks syariah berbalik menguat jelang liburan akhir pekan ini. Didukung penguatan seluruh saham sektoral, tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju lancar di jalur hijau sepanjang perdagangan Jumat 13 Desember 2019. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan mencetak rebound 2,114 poin (1,15%) ke level 186,443. ISSI perkasa seharian setelah dibuka menguat di level 185,547 saat sesi prapembukaan.

Tingginya aksi beli pada saham-saham unggulan syariah membuat ISSI melaju santai di zona hijau. Level tertinggi ISSI akhirnya diukir di sesi penutupan perdagangan.

Aksi beli investor pada saham unggulann syariah membuat dua indeks keping biru syariah bergerak perkasa. Jakarta Islamic Index (JII) tercatat melesat 13,144 poin (1,93%) ke level 692,596.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 turut mengejar dengan kenaikan 3,471 poin (1,52%) ke level 232,212.

Kembalinya aksi beli investor ke lantai bursa membawa angin segar pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setelah kemarin terpeleset, IHSG kali ini  naik 57,921 poin (0,94%) ke level 6.197,318.

1 dari 5 halaman

Sektor Industri Meroket

Investor kembali meramaikan bursa. Para penanam modal mengincar sektor industri aneka, pertambangan, dan industri dasar. Indeks sektor industri aneka meroket 3,67 persen, pertambangan 1,78 persen, dan industri dasar 1,69 persen.

Indeks sektor properti menjadi satu-satu yang bergerak melemah 0,39 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp725, INTP Rp500, BIRD Rp420, ASII Rp300, dan ITMG Rp300.

Sebaliknya, yang menjadi pencetak top loser kali ini adalah EMTK yang harga sahamnya terkoreksi Rp400, BYAN Rp300, DSSA Rp175, MSKY Rp165, dan HERO Rp150.

Dari pasar uang, rupiah melempar dolar AS dari level Rp14 ribu. Pada 16.21, kurs dolar AS terguling 65 poin (0,47%) ke level Rp13.955.

2 dari 5 halaman

Seluruh Sektor Tumbang, Indeks Syariah KO

Dream - Indeks syariah kembali tak berkutik pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 12 Desember 2019. Dengan seluruh indeks sektoral yang bergerak melemah, tiga indeks acuan saham syariah berguguran.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan di Hari Belana Online Nasional (Harbolnas) 12.12 ini dengan bergerak melemah 1,728 poin (0,93%) ke level 184,329. '

Sejak awal perdagangan laju ISSI memang kurang meyakinkan. Meski dibuka menguat di level 186,349 saat sesi pembukaan, indeks acuan saham syariah di Tanah Air ini langsung bergerak naik turun. 

Puncak pelemahan ISSI terjadi setelah 45 menit perdagangan dibuka. ISSI terus bergerak melemah hingga menyentuh posisi terendahnya di sesi penutupan. 

 

 

Koreksi lebih dalam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini bergerak melemah 9,440 poin (1,37%) ke level 679,452.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 merosot 2,735 poin (1,18%) ke level 228,741.

Tanpa ada satupun indeks sektoral yang bergerak menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali harus jatuh ke zona merah. IHSG terpangkas 40,702 poin (0,66%) ke level 6.139,397.

3 dari 5 halaman

Investor Makin Doyan Jual Saham

Kali ini, investor makin gencar melepas saham, terutama di sektor properti, infrastruktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks ini masing-masing melorot 1,53 persen, 1,32 persen, 1,21 persen.

Emiten keping biru syariah yang menghuni jajaran top gainer hanya berasal dari saham-saham lapis dua. PICO memimpin laju penguatan bluechips syariah usai ditutup mengaut Rp540. Disusul TCPI Rp450, BIRD Rp230, OMRE Rp180, dan NZIA Rp155.

Sebaliknya bluechips syariah justru menghuni daftar top losser syariah. Saham UNVR terguling Rp1.100, disusul DSSA Rp475, CPIN Rp375, UNTR Rp350, dan INDF Rp225.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah sore ini sedikit bergerak naik. Pada perdagangan pukul 16.20, nilai tukar dolar terhadap rupiah melemah 2 poin (0,01%) ke level Rp14.032 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Investor Lepas Saham, Indeks Syariah Loyo

Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bergerak kompak pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 10 Desember 2019. Sayangnya, laju pergerakan indeks kali ini sama-sama melaju ke zona merah.

Aksi jual investor memaksa tiga indeks saham syariah berguguran.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,337 poin (0,18%) ke level 186,051. Meski sempat dibuka melemah di level 186,091 saat sesi pra-pembukaan, aksi beli investor mampu mendorong ISSI melaju positif sekitar satu jam perdagangan.

 

 

Munculnya tekanan jual membuat ISSI perlahan-lahan mulai goyah. Indeks acuan saham syariah ini berulang kali terpeleset masuk teritori negatif dan semakin jatuh jelang sesi penutupan.

Posisi tertinggi ISSI hari ini dicetak di level 186,988 dan terendah di 185,095.

Koreksi juga dialmai Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 1,113 poin (0,16%) ke level 690,619. Sementara indeks JII70 merosot 0,297 poin (0,13%) ke level 231,912.

IHSG yang kemarin sempat diselamatkan aksi beli jelag penutupan kali ini tak bisa berbuat banyak. IHSG turun 10,286 poin (0,17%) ke level 6.183,505.

5 dari 5 halaman

Kenaikan Dua Indeks Sektor Tak Berpengaruh

Pasar dipenuhi oleh investor yang melepas sahamnya, terutama di sektor pertanian, barang konsumsi, dan infrastruktur. Ketiga indeks ini melemah masing-masing 0,87 persen, 0,68 persen, dan 0,47 persen.

Penguatan saham pertambangan sebesar 0,97 persen dan keuangan 0,06 persen tak cukup kuat menahan laju pelemaban perdagangan.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya menguat Rp650, FISH Rp530, TCPI Rp225, MOLI Rp195, dan OMRE Rp140.

Sebaliknya, yang menduduki peringkat top loser kali ini adalah PICO yang harga sahamnya melorot Rp730, INTP Rp450, PCAR Rp325, AALI Rp200, dan TFCO Rp160.

Pada 16.50, rupiah juga ikut loyo. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 12 poin (0,87%) ke level Rp14.022.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian