Gerai Central Neo Soho Ditutup, Diskon 90 Persen

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 15 Januari 2019 10:57
Gerai Central Neo Soho Ditutup, Diskon 90 Persen
Central Neo Soho yang terletak di Central Park, Jakarta Barat akan `tutup warung` bulan depan. Ini menambah panjang gerai ritel yang tutup.

Dream – Central Department Store memutuskan menutup gerainya di Neo Soho yang terletak di Central Park, Jakarta Barat. Ritel asal Thailand ini menggelar diskon besar-besaran hingga 90 persen.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 15 Januari 2019, Public Relations Department Manager PT Central Retail Indonesia, Dimas Wisnu Wardana, membenarkan penutupan gerai tersebut. Penutupan tersebut berlaku mulai 18 Februari 2019.

" Benar kami akan berhenti beroperasi. Untuk Central Neo Soho akan resmi berhenti beroperasi setelah periode closing down sale tersebut, yaitu 18 Februari 2019‎," kata dia kepada Liputan6.com.

Dimas mengatakan diskon besar-besaran akan berlangsung pada 14 Januari—17 Februari 2019.

“ Rangkaian sebelum berhenti beroperasi, kami awali dengan closing down sales up to 90 persen mulai dari 14 Januari-17 Februari 2019,” kata dia.

Dimas mengatakan Central Department Store hanya menyisakan satu gerai, yaitu toko di Grand Indonesia.

“ ‎Untuk saat ini gerai kami hanya 1, yaitu flagship store kami di Central Grand Indonesia. Central Grand Indonesia akan tetap beroperasi,” kata dia.

(Ism, Sumber: Liputan6.com/Septian Deny) 

1 dari 3 halaman

Hero PHK 532 Karyawan, Tutup 26 Gerai Giant Supermarket

Dream – PT Hero Supermarket Tbk (HERO) merumahkan 532 karyawannya. Tak hanya itu, perusahaan ini juga menutup operasional 26 gerai Giant sepanjang 2018.

Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk, mengatakan kinerja keuangan perusahaan melemah sejak kuartal III 2018. Kondisi keuangan tersebut membuat perusahaan terpaksa memberhentikan karyawannya dari tugas.

" Sampai dengan kuartal ke-III 2018, PT Hero Supermarket mengalami penurunan total penjualan sebanyak 1 persen atau senilai Rp9,849 triliun," kata Tony di Bintaro, Tangerang, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 13 Januari 2019.

Tony mengatakan penurunan kinerja itu disebabkan lebih rendahnya pendapatan dari penjualan pada bisnis makanan daripada tahun sebelumnya. Pada kuartal 2017, pendapatan Giant mencapai Rp9,96 triliun.

2 dari 3 halaman

Bisnis Non Makanan Tumbuh Kuat

Meski begitu, menurut Tony, lini bisnis non-makanan Hero tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Perusahaan juga optimistis efisiensi tersebut sebagai langkah yang tepat.

“ Atas hal tersebut, perusahaan meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan," kata dia.

Tony mengatakan Hero menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui proses efisiensi.

" Sejauh ini dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92 persen karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja," kata dia.

3 dari 3 halaman

Didemo Karyawan

Sementara 532 karyawan tersebut berasal dari 26 gerai ritel Giant Supermarket yang ditutup sepanjang 2018. Tony pun memastikan, semua hak karyawan yang diatur oleh pemerintah, sudah diberikan.

" Semua telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” kata dia.

Menurut dia, perusahaan saat ini menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan.

Seperti diketahui, dalam laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan membukukan laba tahun berjalan naik menjadi Rp 86,18 miliar hingga 30 September 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp70,40 miliar.

Sedangkan pendapatan perseroan turun tipis dari Rp 9,96 triliun hingga 30 September 2017 menjadi Rp 9,84 triliun hingga 30 September 2018.

Atas kebijakan ini, ribuan pekerja dari serikat pekerja hero supermarket (SPHS) berunjuk rasa, lantaran menolak pemutusan kerja sepihak oleh perusahaan.

" Ini tidak mendadak, kami sudah berikan pemberitahuan 3 bulan sebelum gerai di tutup. Dari jumlah itu, akhirnya 532 karyawan menerima dan menyepakati di PHK," kata salah seorang pendemo.

(Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Beri Komentar