Sukuk Ritel 011 Banjir Peminat, Bank Muamalat Ajukan Tambahan Kuota

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 Maret 2019 18:30
Sukuk Ritel 011 Banjir Peminat, Bank Muamalat Ajukan Tambahan Kuota
Bank ini mengajukan permintaan untuk tambah `kuota` penjualan.

Dream – Minat masyarakat untuk memiliki surat utang syariah (Sukuk) Rotel seri 011 semakin meningkat. Salah satunya terlihat dari di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang mencatat kelebihan permintaan (oversubcribed) dari calon nasabahanya. 

Direksi Bank Muamalat bahkan mengajukan tambahan alokasi penjualan Sukuk Ritel 011 ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selama masa penawaran ini..

Dikutip dari keterangan tertulis Bank Muamalat, Kamis 28 Maret 2019, CEO Bank Muamalat, Achmad K. Permana, mengungkapkan target awal yang diberikan pemerintah adalah sebesar Rp300 miliar.

Namun baru sepekan setelah pembukaan masa penawaran, perusahaan mendapat lonjakan permintaan dan bermaksud mengajukan tambahan kuota.

“ Antusiasme nasabah sangat tinggi untuk membeli sukuk ritel 011 dari kami,” kata Permana di Jakarta.

Menurut Permana, perseroan telah mengajukan penambahan alokasi penjualan Sukuk Ritel 011 sebesar Rp100 miliar. Sehingga total penjualan produk investasi syariah dari pemerintah itu akan menjadi Rp400 miliar.

Dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan sukuk ritel tahun ini mengalami lonjakan hingga lebih dari 100 persen dibandingkan sukuk ritel seri 010 tahun 2018. Rata-rata penjualan sukuk di bank ini sebesar Rp400 juta.

Diakui Permana, batas minimal pembelian sukuk ritel telah memicu antusiasme masyarakat khususnya investor pemula dan generasi milenial.

Seperti diketahi, sukuk ritel 011 dapat dimiliki masyarakat dengan minimal pembelian Rp1 juta dan maksimal Rp 3 miliar. Angka itu jauh lebih rendah dari sukuk ritel 010 yang dilepas minimal Rp5 juta dan maksimal Rp5 miliar.

Dilihat dari sebarannya, Bank Muamalat menjcatat pemesan sukuk ritel 011 didominasi oleh investor dari Indonesia begian barat. Total investornya mencapai 1.010 nasabah.

Untuk menyukseskan penjualan, Bank Muamalat melakukan berbagai promosi melalui jaringan media sosial, internet banking, mobile banking dan ATM. Di samping itu, Bank Muamalat juga mengadakan customer gathering bersama Kementerian Keuangan di kota Mataram, Lombok pada tanggal 14 Maret 2019 lalu.

Sebagai informasi, instrumen investasi ini diterbitkan dengan tingkat imbalan tetap sebesar 8,05 persen per tahun dengan tenor selama 3 tahun. Tanggal jatuh tempo adalah 10 Maret 2022. Tanggal pembayaran imbalan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya dan imbalan pertama akan didistribusikan pada tanggal 10 Mei 2019.(Sah)

1 dari 2 halaman

Menjamin Aman, Tabungan Bank Muamalat Ini Pastikan Mimpi ke Baitullah Terwujud

Dream – Kasus penyalahgunaan dana calon jemaah sempat menghebohkan industri jasa perjalanan haji dan umrah Tanah Air beberapa waktu lalu. Sebagian masyarakat menjadi korban karena Iming-iming biaya murah.

Setelah uang disetor dan tanggal keberangkatan tak kunjung datang, barulah mereka tersadar telah menjadi korban penipuan. 

Tak ingin masyarakat menjadi korban penipuan menggunakan skema ponzi itu, PT Bank Muamalat Tbk dan At Tayibah Al Multazam Group AAG menjalin kerja sama dengan membuat program tabungan haji dan umroh.

Produk tabungan bernama Tahapan Haji dan Umroh Berencana (THUB) itu juga menggandeng perusahaan asuransi PT Jamkrindo Syariah.

Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat, Purnomo B. Soetadi, menjelaskan kasus penyalahgunaan dana umrah umumnya disebabkan penghimpunan dana calon jemaah disimpan di rekening milik perusahaan travel. Hal ini berbeda dengan program THUB yang dana calon jemaah disimpan di rekening bank milik masing-masing peserta.

“ Bank merupakan institusi yang highly regulated dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, dalam program ini pihak bank dilibatkan agar dana haji dan umrah nasabah aman dan terjamin,” kata Purnomo di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu, 20 Februari 2019. 

Purnomo mengatakan tabungan di rekening milik pribadi jemaah, menggunakan sistem rekening khusus. Dana ini tak bisa ditarik, kecuali ibadah umroh atau keadaan darurat, seperti sakit keras atau meninggal dunia.

Bahkan perusahaan penyelenggara umrah pun tidak dapat menarik dana sebelum terjadi pelunasan.

Direktur Utama At Tayibah Al Multazam Group AAG, Rizki Sembada, mengatakan program ini merupakan kombinasi tabungan umroh dan kerja sama sistem networking. Program ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah mengantongi sertifikat hak cipta dari Kemenkumham. Dia juga menegaskan bahwa program ini sama sekali tidak menggunakan skema ponzi dan tidak sama dengan program Multi Level Marketing (MLM).

“ Kami bekerjasama dengan Bank Muamalat dan Askrindo Syariah sehingga keamanan dana nasabah terjamin. Apabila gagal berangkat, dana nasabah dijamin kembali 100 persen,” kata Rizki.

2 dari 2 halaman

Ini Skemanya

Sekadar informasi, setoran tahap awal program ini sebesar Rp3,5 juta untuk kategori silver, sedangkan kategori gold dan platinum sebesar Rp4,35 juta dan Rp5,2 juta. Setoran ini di luar biaya administrasi.

Pembayaran selanjutnya dilakukan setiap bulan dan disetor ke rekening sendiri di Bank Muamalat selama 36 kali. Jemaah bisa mendapatkan gratis setoran bulanan dengan mengajak jamaah lain bergabung sampai tabungan lunas.

Setelah terdaftar calon jemaah akan mendapatkan kartu 1hram yang bisa digunakan untuk bertransaksi di seluruh mesin ATM Al Rajhi di Tanah Suci. Selain itu, kartu Shar-E debit 1hram juga dapat digunakan di seluruh merchant dan lebih dari 18 ribu ATM berlogo VISA di Tanah Suci.(Sah)

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?