Jurus Menteri BUMN Erick Thohir Hadapi Pandemi Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 20 Maret 2020 19:36
Jurus Menteri BUMN Erick Thohir Hadapi Pandemi Corona
Misalnya, mengadakan alat uji corona.

Dream – Kementerian BUMN bergerak cepat untuk merespons dampak pandemi virus corona. Sejumlah langkah strategis disiapkan.

“ Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kami harus fokus di tiga hal, yaitu kesehatan, social safety, dan menjaga daya beli masyarakat,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam live streaming konferensi pers di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Di bidang kesehatan, Erick memastikan Kementerian BUMN memiliki sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan dan akan menggunakan CSR BUMN untuk mengadakan alat-alat kesehatan.

Kementerian BUMN telah membeli alat tes corona dari negara-negara lain yang diserahkan kepada Kementerian Kesehatan untuk didistribusikan kepada publik. Ada dua jenis alat tes, yaitu alat tes liur dan darah.

“ Kami memprioritaskan yang air liur. Tes air liur akan digunakan untuk rumah sakit,” kata dia.

Kementerian BUMN juga memproduksi 4 juta masker yang bisa diperoleh masyarakat di seluruh toko obat dan lokasi jual beli alat kesehatan. Pihaknya juga menggandeng Kementerian PUPR, BNPB, Satgas Penanganan Corona, dan Kementerian Kesehatan untuk menjadikan Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan orang-orang yang terjangkit virus covid-19. Tenaga kesehatan juga akan diterjunkan.

Erick menyebut pihak swasta juga akan dilibatkan membantu menanggulangi wabah virus corona. Dikatakan bahwa mereka siap membantu pengadaan masker dan peralatan medis lainnya seperti Alat Pelindung Diri (APD).

“ Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan swasta dan masyarakat kepada kami,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Jurus di Bidang Ekonomi

Erick tak memungkiri pandemi corona saat ini memukul banyak sektor usaha. Yang terparah adalah hotel, restoran, pariwisata, dan penerbangan. Untuk mengantisipasi hal ini, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait agar merelaksasi kebijakan terutama penurunan suku bunga bank pelat merah.

Dikatakan bahwa sektor usaha yang punya track record yang baik, yang akan mendapatkan bantuan relaksasi itu. “ Kami memastikan bank-bank BUMN menurunkan suku bunga UKM. Banyak sekali UKM yang terdampak (pandemi virus corona),” kata dia.

Kementerian itu juga akan mengeluarkan obligasi untuk membantu devisa negara. Perusahaan-perusahaan yang baik yang akan dipilih untuk menerbitkan surat utang.

Erick juga akan melakukan pembelian kembali (Buyback) perusahaan terbuka pelat merah yang masih dalam proses. Direncanakan akan ada enam BUMN yang difokuskan melakukan buyback di antaranya PT Bukit Asam Tbk, PT Telkom Tbk, dan PT Jasa Marga Tbk.

“ Nah, ini momentum. Harga saham turun,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Pesan Keras Erick Thohir ke Direksi BUMN: `Bukan Usaha Milik Nenek Lu!`

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir menyindir para direksi yang masih menganggap perusahaan pelat merah sebagai kepemilikan pribadi. Kedudukan direksi di BUMN hanyalah pengelola yang harus menjalankan keputusan demi kebaikan perusahaan.

" Kita ini pengelola, Badan Usaha Milik Negara bukan badan usaha milik nenek lu. Ini label negara, ini yang harus diyakini oleh para pengambil keputusan di BUMN," kata Erick di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 26 Februari 2020.

Kesalahan persepsi itu harus diperbaiki agar tak terus terjadi. Erick memastikan sudah mengonsultasikan hal tersebut dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

 

© Dream

 

“ Ini yang kami betulkan dan sudah kami bicarakan ke Presiden langsung dan Sri Mulyani bahwa kami ini pengelola," kata dia.

Dengan adanya label pengelola, BUMN tak bisa disamakan dengan pengelolaan perusahaan swasta. Sebab, ada batasan-batasan yang harus dipahami oleh para jajaran direksi.

" Yang jelas kita mengelola, jadi kalau pengelola ada batasan-batasan. Tidak bisa, mohon maaf, kita cemburu seperti Pak Chairul Tanjung kelola perusahaannya. Enggak bisa, itu pribadi," kata dia.

3 dari 6 halaman

Bakal Pecat Bos BUMN

Erick juga mengancam akan memecat direksi BUMN yang berupaya membangkrutkan perusahaan negara.

" Saya pastikan direksi BUMN yang mau membangkrutkan BUMN saya copot," kata dia.

Ke depan, Erick memastikan takkan lagi ada BUMN yang sekarat karena kesalahan pengelolaan oleh oknum-oknum tertentu. " Sebuah usaha harus memiliki sistem yang baik orang yang baik, agar bisa survive," kata dia.

Kementerian BUMN berencana membangun ekosistem bisnis perusahaan BUMN yang baik dan benar. Dengan demikian, diharapkan perusahaan plat merah bisa bersaing dengan perusahaan global.

" Kalau saya sudah bangun ekosistem, ayo sama-sama bersaing membangun Indonesia menjadi negara maju sehingga kita bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing," kata Erick.

4 dari 6 halaman

Erick Thohir Ingin Telkom Lirik Bisnis Cloud

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, sempat menyentil PT Telkom Tbk (Persero). Kini, Erick angkat bicara tentang pernyataan ini.

Pada Jumat 21 Februari 2020, dia menyindir Telkom agar perusahaan pelat merah ini bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk bisnis baru, misalnya, database dan cloud.

" Telkom seharusnya mampu memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki untuk mengembangkan bisnis baru, seperti data dan cloud yang saat ini di Indonesia masih saja dikuasai asing," kata dia.

Apalagi, kata Erick, kontribusi Telkom sebagian besar bersumber dari anak usahanya, Tapi, setoran dividen yang besar ini tidak bisa ditransmisikan langsung kepada pemegang saham karena harus melewati Telkom.

 

© Dream

 

" Misal kalian pemegang saham Telkomsel anggap setoran dividen Rp10 triliun. Sebagai pemegang saham dapat dividen Rp10 triliun atau lebih rendah," kata dia.

Erick juga menjelaskan deviden Telkomsel yang merupakan anak usaha Telkom yang disetor tidak akan mencapai Rp 10 triliun. Hal ini dikarenakan dividen yang masuk tidak langsung ke pemilik saham tetapi melalui Telkom, jadi Rp 3 triliun.

" Seharusnya Telkom menyetorkan dividen Rp5 triliun. Tentu hal itu membuat pemegang saham lebih senang karena menerima dividen lebih besar," kata Erick.

Dengan begitu bisnis bisa lebih bagus. Hal ini menguntungkan kedua belah pihak baik perusahaan maupun pemegang saham.

" Kalau gaya saya ke BNI, Telkom bukan menjatuhkan, tapi respons dengan hasil mereka. Ya, kami tunggu. Kalau nggak mau, ya, dikasih komut (komisaris utama) yang bagus dan galak," kata dia.

(Laporan: Rifani Indrianti)

5 dari 6 halaman

Menteri Erick Thohir Sentil Pedas Telkom

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyindir keras kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (Persero). Orang nomor satu di jajaran perusahaan pemerintah ini mengkritik sebagian besar pemasukan dan dividen Telkom berasal dari anak usahanya, PT Telkomsel Indonesia. 

Sentilan Erick semakin keras setelah dia mengusulkan agar Telkom ditiadakan dan menjadikan Telkomsel sebagai BUMN.

“ Enak sih Telkom-Telkomsel dividen revenue digabung hampir 70 persen. Mendingan tidak ada Telkom. Langsung saja Telkomsel ke BUMN. Dividennya jelas,” kata dia di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020, dikutip dari Merdeka.com.

Erick mendesak Telkom mengubah bisnis intinya agar bisa bersaing dengan perusahaan milik negara lain. Dia juga ingin perusahaan pelat merah tersebut memiliki database big data seperti dijalankan Alibaba.

 

© Dream

 

“ Makanya kita mau Telkom berubah ke arah salah satunya ke database big data, cloud, masa cloud-nya dipegang alicloud [Alibaba Cloud]. Masa database kita diambil negara lain?” kata dia.

Diakui Erick, pemerintah selama ini merasakan manfaat dari keberadaan BUMN terutama untuk menambah pendapatan negara. Selain pajak sektor andalan, BUMN juga senantiasa rutin memberikan dividen karena statusnya sebagai pemegang saham.

Menteri yang juga pengusaha ini mengakui tak semua negara di dunia, bahkan Amerika Serikat (AS) yang memiliki konsep perusahaan milik negara. Namun dari keberadaannya, kontribusi BUMN pada negara sangat signifikan.  

“ Suka tidak suka, kontribusi BUMN ke Indonesia luar biasa dan model BUMN ini memang tidak di semua negara ada, Amerika tidak ada tapi kalau kita lihat China ada, atau pun perusahaan negara di Norwegia ada yang BUMN,” kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

6 dari 6 halaman

Dicibir

Wakil Menteri BUMN 1, Budi Gunadi Sadikin (BGS) mencibir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menurutnya belum banyak mengantisipasi kecepatan perubahan zaman. Dia khawatir perusahaan bersangkutan pertumbuhannya mati karena tak bisa beradaptasi.

Budi Gunadi memberi contoh salah satu BUMN besar yakni PT Telkom Indonesia yang profitnya di atas Rp20 triliun. Namun perusahaan tersebut secara revenue terhitung datar dengan EBITDA yang makin terdepresi.

“ Saya tanya mereka (Telkom), rencana ke depan seperti apa. Saya bilang, saya punya HP (handphone), saya bayar per bulan Rp1 juta- Rp1,5 juta. Tapi, saya bayar ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka, itu mungkin Rp2 - Rp3 juta per bulan," kata dia. 

Budi Gunadi pun mengaku mengeluarkan uang lebih besar untuk aplikasi hiburan di telepon genggamnya seperti Spotify, Google Drive, dan iCloud. 

" Saya di situ spend more money dari pada saya bayar bisnis komunikasi infrastruktur yang dibangun dengan ratusan triliun rupiah per tahun. Kita spend itu bayar ke PT Telkom Indonesia," kata dia.

Beri Komentar