Keuangan Syariah Akan Dibahas di Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 14 September 2018 06:15
Keuangan Syariah Akan Dibahas di Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali
Apa saja yang akan dibahas di sana?

Dream – Pertemuan International Monetary Fund Word Bank (IMF-WB) kurang dari satu bulan lagi akan digelr di Bali pada Oktober 2018 mendatang. Di forum yang dihadiri 189 gubernur bank sentral dan menteri keuangan dunia itu, isu tentang keuangan syariah akan menjadi salah satu topik pembahasan.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Muhammad Anwar Bashori mengatakan, isu keuangan syariah yang berdampak pada aspek sosial seperti seperti zakat, infak, sedekah dan shodaqoh akan menjadi salah satu pembahasan.

" Di Bali kita akan mainstreaming Islamic Social Finance," kata Anwar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, ditulis Jumat 14 September 2018.

Menurut Anwar, Indonesia akan berusaha menjadi insiator mengenai aturan wakaf yang bisa digunakan secara global. Bank sentral di Tanah Air itu juga akan mengajak serta Badan Wakaf Indonesia. 

Dalam pertemuan tersebut, BI juga akan membahas bentuk produk wakaf yang bisa dihubungkan dengan instrumen keuangan syariah seperti sukuk.

" Di 14 oktober, Bank Indonesia (BI), IDB, WB, dan PBB akan melakukan high level discussion dan launching wakaf principle," kata Anwar.

Meski demikian, rencana wakaf yang terhubung dengan sukuk masih dalam tahap perencanaan. Pembahasan mengenai hal itu dilakukan BI bersama Dewan Syariah Nasional, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

" Sudah banyak pihak yang kompeten bersama OJK untuk mengelola islamic social finance secara profesional," kata dia.(Sah)

1 dari 2 halaman

Keuangan Syariah Mandek di Angka 5%, BI Pakai Strategi Ini

Dream - Bank Indonesia (BI) tak hanya mendorong pertumbuhan keuangan syariah, tetapi juga ekonomi syariah. Bank sentral ini mengakui ekonomi syariah merupakan hal utama dalam menumbuhkan keuangan syariah.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan keuangan syariah mulai dikembangkan sejak tahun 1990. Namun, pertumbuhan keuangan syariah hingga saat ini belum tumbuh signifikan. Pasar keuangan syariah belum juga beranjak dari angka 5 persen dari total aset perbankan nasional.

Merujuk pencapaian tersebut, BI menilai faktor penting dalam menumbuhkan keuangan syariah adalah dengan menggerakan perekonomian yang syariah. 

" Ternyata sulit mengembangkan kue keuangan kalau tidak mengembangkan kue ekonomi," kata Perry dalam acara " Masa Depan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia" di Jakarta, Rabu 22 November 2017. 

BI, lanjut Perry, menggandeng Otorita Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Salah satunya, bekerja sama dengan pesantren untuk memberdayakan ekonomi di pesantren.

Pesantren, lanjutnya, bisa menjadi wadah untuk memberikan edukasi keuangan syariah di samping memberdayakan ekonomi masyarakatnya. 

" Lalu ada juga kampanye (ekonomi syariah) yang akan men-scale up (meningkatkan skala) kegiatan ekonomi dan keuangan syariah," kata dia. 

(Sah)

2 dari 2 halaman

5 Area Penting Jadikan Indonesia Pusat Keuangan Syariah

Dream - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Hadad, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sangat heran karena Indonesia belum siap menjadi pusat keuangan syariah dunia. Padahal, negeri ini punya potensi sangat besar untuk meraih mimpi itu.

" Ada lima area penting (yang harus diperhatikan) jika Indonesia ingin menjadi pusat keuangan syariah," kata Muliaman dalam seminar 'Masa Depan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia' di Jakarta, Rabu, 22 November 2017.

Muliaman mengatakan, area pertama adalah keyakinan Indonesia memiliki perekonomian yang baik. Ini ditunjukkan dengan kondisi yang stabil serta regulasi yang mendukung pertumbuhan perekonomian.

" Yang ke dua, kita harus punya keyakinan bahwa Indonesia memiliki sumber human capital resource yang baik," kata dia.

Area ke tiga, sektor infrastruktur keuangan dan teknologi perlu mendapat perhatian lebih besar lagi. Sementara area ke empat, pasar keuangan syariah di Indonesia harus digali lebih dalam lagi.

Sedangkan area ke lima, Indonesia memiliki reputasi yang baik. Keramahan masyarakat Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia.

" Kalau kelimanya didorong, keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai Islamic financial center bisa tercapai," kata Muliaman.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya