Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Keripik Kentang. (Foto: Potatopro.com)
Dream – Harga kemasan dan permintaan keripik kentang meroket. Hal ini disebabkan oleh salah satu merek keripik kentang ternama di Jepang, Calbee, mengumumkan penghentian produksi untuk sementara waktu.
Dilansir dari Next Shark, Senin 24 April 2017, biasanya harga per kemasan keripik Calbee dijual seharga US$2 atau Rp26 ribu per kemasan. Namun, pertanian kentang di Hokkaido, Jepang—pemasok kentang ke Calbee—dilanda badai sehingga menyebabkan gagal panen.
Pengumuman ini menyebabkan terjadinya panic buying. Rak-rak produk Calbee di supermarket pun kosong. Tingginya permintaan Calbee membuat harga cemilan ini menggelembung hingga enam kali lipat, yaitu US$12 (Rp160 ribu) per kemasan.
Juru bicara Calbee, Rie Makuuchi, mengatakan solusi sementaranya adalah mereka harus memasok kentang dari Amerika Serikat. Atau, mereka mendorong petani kentang di Kyushu selatan untuk memanen kentangnya lebih awal.
Tidak hanya Calbeee, perusahaan keripik kentang yang masih merupakan bagian dari Calbee, Koike-ya, Inc., juga mengumumkan penghentian sementara produksi sembilan produk camilannya.
Hal ini disebabkan oleh mereka hanya mengandalkan kentang rumahan. Koike-ya juga tidak bisa memastikan apakah produksi keripik kentang akan berlanjut atau tidak.
Usaha rumah makan pun terkena dampak gagal panen kentang akibat badai. Mereka juga berpotensi kekurangan pasokan kentang untuk bahan makanan mereka.
Akibat kejadian ini, banyak pengguna Twitter di Jepang yang menyebut kejadian ini sebagai krisis kentang. Setelah itu, mereka menyadari mereka ketagihan keripik kentang. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari