Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Induk Beruang Kutub Sedang Tertidur Bersama Dua Ekor Anaknya. (Foto: Merdeka.com/ilustrasi)
Dream – Sebuah taman laut di Wuhan, Tiongkok, Wuhan Haichang Ocean Park, menawarkan program pengenalan satwa kepada pengunjung. Pengelola taman ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi dengan hewan buas (tentunya sudah terlebih dahulu dijinakkan).
Para pengunjung, khususnya pengunjung dewasa, bisa memberikan makanan kepada beruang kutub dan membersihkan kotorannya. Tapi, layanan ini tidak gratis. Mereka harus merogoh kocek US$145 atau hampir Rp2 juta untuk pengalaman selama tiga jam.
“Ini pertama kalinya taman memiliki program yang menargetkan orang dewasa,” kata juru bicara Wuhan Haichang Ocean Park, Chen Ting, dikutip dari Oddity Central, Senin 17 April 2017.
Chen mengatakan layanan ini menitikberatkan kepada pemahaman akan satwa kepada publik, bukan masalah tarif. Dia berharap peminat program ini sedikit supaya beruang kutub tidak merasa terusik.
Sekadar informasi, program ini dirilis pada 1 April 2017 dan tidak heran jika dianggap sebagai lelucon April Mop. Tapi, sayangnya program ini bukanlah candaan dan orang benar-benar mengantre untuk merasakan pengalaman baru. Terlebih, mereka juga bisa mendapatkan objek bagus untuk selfie.
“Itu sangat mahal untuk mencium bau kotoran beruang, tapi lucu. Saya tidak pernah membayangkan bisa berkontak sedekat ini dengan beruang kutub,” kata Li, seorang pria yang berpartisipasi dalam program ini.
Taman ini mengharuskan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman baru ini, memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan arahan bagaimana caranya berinteraksi dengan satwa. Pengunjung juga dibekali dengan sepatu boots karet dan sekop untuk menyerok kotoran.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari